Talitha Nabila
Universitas Pembangunan Panca Budi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literature Study of Fixed Asset Depreciation Calculation On Profit In Financial Statements Juliarta Elisabeth Silitonga; Dona Olivia Sihombing; Talitha Nabila; Muhammad Khoiri Luthfi; Nur Aliah
Journal of Indonesian Management Vol. 4 No. 4 (2024): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jim.v4i4.2030

Abstract

Depreciation of fixed assets is an important element of accounting that has a significant impact on financial reporting, especially profit reporting. The purpose of this study is to analyze the calculation of depreciation of fixed assets and its impact on reported profit. Consider different depreciation methods, such as the straight-line method, declining balance method, and production unit method, to understand how each method affects cost allocation and income statement results. In addition, this study also discusses the relevance of Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) no. 16 Shows the effect of recognizing depreciation expense and tax obligations due to the recognition of depreciation expense. The results of the analysis show that choosing the right depreciation method not only affects net income, but also plays an important role in asset management and corporate strategic decision-making. Therefore, an in-depth understanding of fixed asset depreciation is essential for managers to develop investment strategies and comply with accounting standards.
Implementasi Akuntansi Kombinasi Bisnis Sebelum (2009-2010) dan Setelah (2011-2012) Penerapan PSAK 22 pada Perusahaan Subsektor Costumer Non-Cyclicals di Indonesia Juliarta Elisabeth Silitonga; Dona Olivia Sihombing; Muhammad Khoiri Luthfi; Talitha Nabila; Bana Ahmad Gautama
TOMAN: Jurnal Topik Manajemen Vol. 2 No. 3 (2025): TOMAN: Jurnal Topik Manajemen
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/toman.v2i3.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan implementasi akuntansi kombinasi bisnis sebelum dan sesudah penerapan PSAK 22 (Revisi 2010) pada perusahaan subsektor consumer non-cyclicals di Indonesia. PSAK 22 mengubah pendekatan pencatatan dari pooling of interest menjadi acquisition method, yang menuntut pengukuran aset dan liabilitas berdasarkan nilai wajar serta pengakuan goodwill atau gain from bargain purchase. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif komparatif tanpa uji statistik, dengan sampel tiga perusahaan: PT Unilever Tbk, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, dan PT Matahari Putra Prima Tbk selama periode 2009–2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan PSAK 22, terjadi peningkatan transparansi pelaporan, pengakuan aset tidak berwujud yang lebih akurat, serta perubahan dalam struktur dan rasio keuangan perusahaan. Namun, dampaknya terhadap profitabilitas bersifat bervariasi tergantung pada efisiensi dan strategi perusahaan dalam melakukan kombinasi bisnis. Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa perubahan standar akuntansi dapat memengaruhi pelaporan keuangan dan persepsi investor secara signifikan.
Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Sektor Transportasi Dan Logistik Yang Terdaftar Dibursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2021-2024 Juliarta Elisabeth Silitonga; Talitha Nabila; Muhammad Khoiri Luthfi; Maisya Delani; An Suci Azzahra
TOMAN: Jurnal Topik Manajemen Vol. 2 No. 3 (2025): TOMAN: Jurnal Topik Manajemen
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/toman.v2i3.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Good Corporate Governance (GCG) terhadap kinerja perusahaan pada sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. GCG diukur menggunakan tiga indikator utama, yaitu proporsi komisaris independen, jumlah dewan direksi, dan keberadaan komite audit. Sementara itu, kinerja perusahaan diukur menggunakan Return on Equity (ROE) sebagai indikator utama profitabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan antar variabel. Data diperoleh dari laporan tahunan perusahaan yang dipublikasikan secara resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dewan direksi yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROE, sementara proporsi komisaris independen dan komite audit tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas dewan direksi dalam menjalankan fungsi manajerial memiliki peran penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan, sementara keberadaan komisaris independen dan komite audit belum memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan pada sektor ini.