Ayu Aulia
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Pedagang Terhadap Program Pasar SIAP QRIS di Pasar Tradisional Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman Ayu Aulia; Rahmadhona Fitri Helmi
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i2.3887

Abstract

Program Pasar SIAP (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai) QRIS merupakan inisiatif Bank Indonesia Kementerian Perdagangan untuk mendorong adopsi pembayaran digital di pasar tradisional. Meskipun fasilitas QRIS telah diberikan kepada pedagang, tingkat penggunaan berkelanjutan di lapangan masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pedagang terhadap implementasi Program Pasar SIAP QRIS di Pasar Tradisional Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert empat tingkat kepada pedagang yang telah memperoleh fasilitas QRIS. Variabel yang dianalisis meliputi Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Attitude Toward Using (ATT), dan Behavioral Intention to Use (BITU). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata untuk menggambarkan kecenderungan persepsi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel TAM berada pada kategori buruk. Persepsi kemudahan penggunaan (PEOU) dan persepsi kebermanfaatan (PU) memperoleh nilai rata-rata rendah, yang berdampak pada sikap pedagang terhadap penggunaan QRIS (ATT) serta niat penggunaan berkelanjutan (BITU) yang juga rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pedagang belum merasakan kemudahan dan manfaat QRIS secara optimal dalam aktivitas perdagangan sehari-hari. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Program Pasar SIAP QRIS tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi sangat bergantung pada tingkat penerimaan dan penggunaan aktual oleh pedagang. Oleh karena itu, diperlukan strategi implementasi yang menekankan peningkatan literasi digital, pendampingan teknis, serta komunikasi manfaat QRIS yang lebih kontekstual bagi pedagang pasar tradisional.