Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Server Virtualisasi Menggunakan Proxmox untuk Manajemen Infrastruktur Jaringan dan Layanan Internet pada Institusi Pendidikan Rido Rido; Mohammad Rezza Pahlevi; Imam Maliki; Muhammad Iqbal
Jurnal Sistem Informasi, Sains Data, dan Informatika Vol 1 No 1 (2026): Volume 1 No. 1, Januari 2026
Publisher : Universitas Indonesia Membangun (Inaba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56956/s6zv7r91

Abstract

Modern educational institutions face challenges in managing complex information technologyinfrastructure with limited resources. This research examines the implementation of virtualizationtechnology using Proxmox Virtual Environment to optimize server management, computer networks, and internet services in higher education environments. The research method uses a case studyapproach with data collection through direct observation, interviews with 12 informants, systemdocumentation, and performance monitoring over 6 months. The results show that ProxmoxVEimplementation can increase hardware resource ef iciency by up to 70 percent with CPUutilizationincreasing from 22 percent to 50-55 percent. Physical server consolidation from 12 units to3host servers successfully reduced operational costs by 45 percent or $35,650 per year. Service availabilityincreased significantly from 96.8 percent to 99.5 percent with Mean Time To Recovery reducedfrom4 hours to 45 minutes. Cost-benefit analysis shows Return on Investment achieved in 2.9 years withprojected Total Cost of Ownership savings of $73,250 over a 5-year period. This research providespractical contributions in the form of virtualization architecture blueprints and implementationguidelines that can be adopted by other educational institutions with similar characteristics.
Optimasi Random Search Pada K-Means Dan Agglomerative Clustering Untuk Pengelompokan Pangan Berdasarkan Profil Gizi Hardiansyah Hardiansyah; Muhammad Iqbal; Ifan Prihandil
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13024

Abstract

Basis data komposisi pangan memiliki dimensi gizi yang heterogen dan dapat mengandung nilai hilang, sehingga pengelompokan yang hanya mengandalkan parameter baku berisiko menghasilkan struktur klaster yang tidak stabil atau tidak substantif. Penelitian ini membandingkan K-Means dan Agglomerative Clustering dengan Ward linkage untuk mengelompokkan pangan berdasarkan profil gizi, serta mengoptimalkan konfigurasi keduanya melalui randomized hyperparameter search. Dataset awal terdiri atas 1.164 observasi pangan dan 24 atribut. Setelah penghapusan lima duplikasi identik, analisis menggunakan 1.159 observasi dan delapan atribut dengan kelengkapan memadai, yaitu air, energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, dan besi. Nilai hilang diimputasi dengan median dan data distandarisasi. Pencarian acak mengevaluasi jumlah klaster, transformasi, metode penskalaan, serta parameter spesifik algoritma dengan kendala ukuran klaster minimum 2% agar solusi tidak didominasi klaster pencilan. Evaluasi menggunakan Silhouette, Davies-Bouldin, Calinski-Harabasz, dan stabilitas bootstrap berbasis Adjusted Rand Index. K-Means terbaik menghasilkan lima klaster dengan Silhouette 0,4650, Davies-Bouldin 1,1714, Calinski-Harabasz 434,8470, dan stabilitas bootstrap rata-rata 0,9545. Agglomerative-Ward menghasilkan empat klaster dengan nilai masing-masing 0,4213, 1,4073, 376,0538, dan 0,8390. K-Means membentuk lima profil utama: tinggi air-energi rendah, karbohidrat-energi tinggi, protein tinggi, lemak-energi sangat tinggi, serta mineral-protein sangat tinggi. Hasil menunjukkan bahwa K-Means lebih kompak dan stabil, sedangkan kesepakatan antar model tetap tinggi dengan Adjusted Rand Index 0,8681. Kerangka optimasi yang menggabungkan validitas internal, batas ukuran klaster, dan stabilitas memberikan dasar pemilihan model yang lebih dapat dipertanggungjawabkan
Pembangunan Jaringan Serat Optik Undergroud Meningkatkan Kualitas Telekomunikasi Hadi Sophian Rusdiana; Hardiansyah Hardiansyah; Asep Wasid; Muhammad Iqbal
Jurnal Sistem Informasi, Sains Data, dan Informatika Vol 1 No 2 (2026): Volume 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : Universitas Indonesia Membangun (Inaba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56956/rhwqvt96

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi yang cepat, stabil, dan andal. Instalasi kabel serat optik dengan metode kabel udara (aerial) pada jaringan Fiber To The Home (FTTH) masih menghadapi kendala berupa gangguan cuaca, gangguan mekanis, serta menurunnya estetika kawasan. Kondisi tersebut mendorong penggunaan metode instalasi serat optik bawah tanah (underground) sebagai alternatif yang lebih andal. Penelitian ini berfokus pada proses pembangunan jaringan serat optik underground pada proyek Ciwastra yang dilaksanakan oleh PT Telkom Akses. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan tahapan pembangunan jaringan serta menganalisis kesesuaian hasil pengujian jaringan terhadap standar redaman yang diacu, yaitu Recommendation ITU-T G.652 dan ITU-T G.657 serta Standar Operasional Prosedur (SOP) internal PT Telkom Akses. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung data pengukuran kuantitatif dari OTDR dan OPM. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, serta studi dokumentasi. Hasil pengujian menunjukkan nilai redaman sebesar –18 dBm, sehingga jaringan dinyatakan layak dioperasikan untuk mendukung layanan telekomunikasi berkecepatan tinggi di area Ciwastra.