Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi yang cepat, stabil, dan andal. Instalasi kabel serat optik dengan metode kabel udara (aerial) pada jaringan Fiber To The Home (FTTH) masih menghadapi kendala berupa gangguan cuaca, gangguan mekanis, serta menurunnya estetika kawasan. Kondisi tersebut mendorong penggunaan metode instalasi serat optik bawah tanah (underground) sebagai alternatif yang lebih andal. Penelitian ini berfokus pada proses pembangunan jaringan serat optik underground pada proyek Ciwastra yang dilaksanakan oleh PT Telkom Akses. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan tahapan pembangunan jaringan serta menganalisis kesesuaian hasil pengujian jaringan terhadap standar redaman yang diacu, yaitu Recommendation ITU-T G.652 dan ITU-T G.657 serta Standar Operasional Prosedur (SOP) internal PT Telkom Akses. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung data pengukuran kuantitatif dari OTDR dan OPM. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, serta studi dokumentasi. Hasil pengujian menunjukkan nilai redaman sebesar –18 dBm, sehingga jaringan dinyatakan layak dioperasikan untuk mendukung layanan telekomunikasi berkecepatan tinggi di area Ciwastra.
Copyrights © 2026