Pengelolaan inventaris sarana dan prasarana di berbagai instansi masih menghadapi kendala krusial: pencatatan manual, redundansi data, sulitnya pelacakan aset, serta ketiadaan rekam jejak (audit trail). Kondisi ini memicu inakurasi informasi, memperlambat pelaporan, dan melemahkan efektivitas pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan merancang arsitektur basis data relasional berdukung teknologi QR Code guna mewujudkan sistem inventaris yang efektif, efisien, dan akuntabel. Pengembangan sistem menggunakan pendekatan Software Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall yang dibatasi hingga tahap perancangan, tanpa implementasi pengodean. Alur operasional dimodelkan melalui Data Flow Diagram (DFD), sementara struktur basis data dirancang dengan Entity Relationship Diagram (ERD). Proses dilanjutkan dengan normalisasi hingga Third Normal Form (3NF) guna menjamin integritas dan mengeliminasi redundansi. Hasil perancangan ERD menunjukkan entitas aset berhasil diposisikan sebagai pusat integrasi, terikat ketat pada entitas master (kategori, lokasi) dan transaksional (peminjaman, pengaduan). Penerapan kardinalitas one-to-many dan foreign key terbukti krusial dalam menjaga integritas referensial dan menciptakan audit trail. Pemodelan melalui Diagram Konteks dan DFD Level 0 merumuskan empat proses utama: kelola data master, transaksi peminjaman, manajemen pengaduan, dan pembuatan laporan. Penyematan atribut kode_qr pada entitas aset dirancang eksplisit sebagai identitas unik pelacakan fisik. Kesimpulannya, rancangan basis data relasional ini terbukti mampu menekan redundansi, memastikan integritas data, menyediakan rekam jejak sirkulasi akuntabel, dan menjadi fondasi solid bagi implementasi sistem inventaris berbasis QR Code.