Kemiskinan di Indonesia terjadi hampir diberbagai wilayah salah satunya wilayah Jakarta. Meski Jakarta merupakan wilayah yang cukup luas serta merupakan salah satu wilayah yang sangat berkembang, namun masih terdapat dibeberapa sisi masih ada keluarga yang tergolong miskin dan tidak mampu dalam menyekolahkan anak mereka, sehingga pemerintah mengeluarkan program Kartu Indonesia Pintar untuk membantu keluarga yang miskin. Meski program ini sangat bisa membantu keluarga miskin dalam menyekolahkan anak mereka, terkadang ada beberapa keluarga yang tergolong miskin namun malah tidak mendapatkannya keuntungan dari program ini, melainkan keluarga yang mampu. Tujuan dalam penulisan ini membahas penerapan data mining menggunakan algortima K-Means Clustering dalam pengelompokan keluarga yang tergolong miskin, sederhana dan kaya yang dilihat dari segi jumlah pendapatan perbulan, pengeluaran rata-rata perbulan dan total aset yang dimiliki, serta jumlah anak yang dimiliki yang digolongkan berdasarkan tingkatan SD, SMP, dan SMA untuk menentukan jumlah dana bantuan yang akan diberikan berdasarkan tingkatannya. Output yang dihasilkan akan berupa laporan 3 tabel yang dimana tiap tabel berisi data keluarga yang tergolong miskin, sederhana dan kaya, dimana golongan sederhana ini nantinya bisa ditinjau kembali apakah berhak atau tidak mendapatkan bantuan program Kartu Indonesia Pintar. Dari hasil pengujian dengan menggunakan 200 data keluarga didapatkan tingkat akurasi dari hasil penerapan K-Means Clustering ini sebesar 69%.