Febry Handiny
Universitas Alifah Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Sanitasi Kapal di Pelabuhan Teluk Bayur Padang Febby Dwi Elfirayanti; Nizwardi Azkha; Febry Handiny
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.2.159-166.2025

Abstract

Sanitasi kapal merupakan aspek penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Mengingat tingginya lalu lintas kapal di Pelabuhan Teluk Bayur Padang diperlukan penerapan standar sanitasi yang baik. Menurut Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Padang (2023), beberapa kapal masih belum memenuhi standar karena ditemukan vektor penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sanitasi kapal di Pelabuhan Teluk Bayur Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 96 ABK diambil dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 22,9% ABK dengan kondisi sanitasi kapal kurang baik, 40,6% memiliki pengetahuan rendah, 60,4% memiliki sikap negatif, dan 54,2% menyatakan pengawasan kurang baik. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,001) dan sikap (p = 0,010) dengan sanitasi kapal, tetapi tidak ada hubungan signifikan antara pengawasan dengan sanitasi kapal (p = 1,000). Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ABK berperan penting dalam sanitasi kapal, sementara pengawasan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Diperlukan peningkatan edukasi dan pelatihan bagi ABK mengenai pentingnya sanitasi kapal untuk mendukung kesehatan lingkungan pelabuhan.
Analisis Pengelolaan Logistik Alat Kesehatan Di Puskesmas Anak Air Tahun 2025 Farenza Haqie; Febry Handiny; Febriyanti Nurysa
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2132

Abstract

Data Dinas Kesehatan Kota Padang menunjukkan kelengkapan alat di Puskesmas Anak Air rendah (48,73%), dengan banyak alat rusak disimpan untuk diperbaiki (ASPAK, 2025). Kondisi ini menunjukkan perlunya pengelolaan logistik yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan logistik alat kesehatan di Puskesmas Anak Air, Kota Padang, tahun 2025. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan pedoman wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret–Agustus 2025. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 20 Agustus- 2 September 2025 . Data di analisis menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama membutuhkan alat kesehatan yang memadai untuk menunjang pelayanan. Kerusakan atau keterbatasan alat dapat menghambat pelayanan, sehingga pengelolaan logistik menjadi penting. Penelitian ini menganalisis pengelolaan logistik alat kesehatan di Puskesmas Anak Air Kota Padang tahun 2025. Hasil menunjukkan SDM mencukupi namun belum mendapatkan pelatihan khusus pengelolaan alat kesehatan dan tahapan proses perencanaan, pengadaan, penerimaan, pemeliharaan, inventarisasi dan pelaporan telah diatur dalam SOP. Sarana prasarana tersedia namun terbatas, terutama sterilisasi. Proses logistik berjalan sesuai SOP dengan koordinasi dan pengawasan Dinas Kesehatan. Kendala utama terdapat pada pengadaan dan keterbatasan sarana. Pengelolaan logistik alat kesehatan di Puskesmas Anak Air masih belum memenuhi standar, sehingga berdampak pada keterbatasan pelayanan. Pengelolaan logistik juga belum optimal, sehingga diperlukan penguatan melalui peningkatan kompetensi SDM, penyediaan sarana prasarana memadai, Disarankan agar dilakukan peningkatan kapasitas sarana prasarana dan penambahan fasilitas untuk menunjang program ini secara optimal.