Era disrupsi menuntut perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta (PTS), untuk mampu mengelola institusi secara adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh budaya organisasi dan kompetensi manajerial terhadap kinerja institusional pada universitas swasta terakreditasi di Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 pimpinan struktural dan manajerial di PTS Provinsi Jambi. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan model Competing Values Framework untuk budaya organisasi dan model Boyatzis untuk kompetensi manajerial. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 25 dan pendekatan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja institusi (β = 0,310; p < 0,001), begitu pula kompetensi manajerial (β = 0,549; p < 0,001), dengan kontribusi kolektif sebesar 59,4% terhadap variasi kinerja institusi (R² = 0,594). Korelasi parsial menunjukkan bahwa kompetensi manajerial memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan budaya organisasi. Selain itu, ditemukan bahwa budaya organisasi turut memperkuat kompetensi manajerial secara tidak langsung. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan kinerja PTS memerlukan integrasi antara pembangunan budaya organisasi yang positif dan peningkatan kapasitas manajerial pimpinan. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian tentang manajemen pendidikan tinggi melalui pendekatan integratif perilaku organisasi dan manajemen strategis di Provinsi Jambi. Secara praktis, hasil Penelitian ini merekomendasikan program pelatihan manajerial, penguatan nilai budaya akademik, serta evaluasi kepemimpinan secara berkala di lingkungan PTS. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji peran mediasi variabel lain seperti kepemimpinan transformasional atau iklim organisasi dalam memperkuat hubungan antar variabel utama.