Aris Fadillah
Fakultas Farmasi, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GREEN EXTRACTION PADA DAUN MURBEI DENGAN TWEEN 20, TWEEN 80, SPAN 20, DAN SPAN 80 SERTA PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN INHIBISI ENZIM TIROSINASE Hasniah Hasniah; Atikah Isma Rahmi; Karina Erlianti; Juwita Ramadhani; Muhammad Fauzi; Aris Fadillah
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i1.15395

Abstract

Murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa aktif yang meliputi golongan fenolik, flavonoid seperti rutin, kuersetin, asam galat dan asam klorogenik sebagai antioksidan yang dapat mengantisipasi oksidasi kulit oleh radiasi sinar UV dan sebagai penghambat tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Green Extraction pada daun murbei menggunakan alternatif pelarut pengganti pelarut organik dengan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) serta uji daya peredaman radikal bebas DPPH dan inhibisi enzim tirosinase. Alternatif pelarut pengganti pelarut organik yang digunakan memiliki kepolaran yang berbeda-beda yaitu tween 20, tween 80, span 20, dan span 80. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 rata-rata yang diperoleh dari daya peredaman radikal bebas DPPH ekstrak daun murbei menggunakan tween 20, tween 80, span 20 dan span 80 beturut-turut adalah 9874, 12797, 23131, dan 41844 bpj. Sedangkan aktivitas inhibisi enzim tirosinase ekstrak daun murbei hasil ekstraksi menggunakan alternatif pelarut tween 20, tween 80, span 20 dan span 80 dimana pada konsentrasi 45000 bpj masing-masing ekstrak memberikan % inhibisi sebesar 19,62, 17,26, 15,84, dan 14,18 %. Dengan demikian, dalam penlitian ini alternatif pelarut yang paling baik digunakan untuk penerapan green extraction pada daun murbei adalah tween 20.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BIAYA TERAPI PENYAKIT HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT X Aris Fadillah
Jurnal Farmasi Islam Kalimantan Vol 1, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jfik.v1i1.15398

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia masih tinggi dimana penyakit ini termasuk dalam 10 penyakit terbanyak di Indonesia. Penyakit ini mengakibatkan beban ekonomi yang signifikan pada Masyarakat sehingga perlu adanya analisis ekonomi pada biaya medisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor apa saja yang dapat mempengaruhi biaya terapi pada pasien hipertensi. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode statistic untuk mengetahui signifikasi hubungan antara variabel dengan biaya medis pasien hipertensi. Variabel yang diteliti pada penelitian ini meliputi keparahan hipertensi, adanya penyakit penyerta, adanya penyakit penyulit serta kelas perawatan. Pada penelitian ini didapatkan nilai signifikasi pada variabel keparahan hipertensi (0.598), penyakit penyerta (0.857), penyakit penyulit (0.890) dan kelas perawatan (0.471). Semua variabel tidak berbeda secara signifikan. Dapat disimpulkan bahwa keparahan hipertensi, adanya penyakit penyerta, adanya penyakit penyulit serta kelas perawatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap biaya medis pasien.