Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfaatan Herbal Bumbu Dapur sebagai Antihipertensi dan Pemeriksaan Tekanan Darah di Desa Kandangan Baru Kecamatan Panyipatan Tanah Laut Karina Erlianti; Juwita Ramadhani; Aris Fadillah; Hasniah Hasniah; Didi Susanto; Muhammad Fauzi; Fauzi Rahman
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.311

Abstract

Beberapa jenis bumbu dapur yang digunakan sehari-hari terbukti memiliki zat yang berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah. Kurangnya pengetahuan mengenai penggunaan herbal yang benar menyebabkan tidak tercapainya khasiat yang diinginkan. Jumlah penduduk Desa Kandangan Baru yang diukur tekanan darahnya masih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah total seluruh penduduk Desa Kandangan Baru. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyelenggarakan deteksi dini terjadinya hipertensi serta memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai cara penggunaan herbal sebagai terapi pencegahan alternatif yang benar. Metode yang digunakan yaitu pemberian penyuluhan tentang pemanfaatan bumbu dapur yang benar serta pemeriksaan tekanan darah. Desain pretest dan post-test digunakan sebagai pengukur. Terjadi peningkatan skor pada peserta sebanyak 90 % dengan dari poin rata-rata 4,95 pada pretest menjadi 9,39 saat post-test. Diketahui sebanyak 18 orang memiliki tekanan darah di atas 120/80 mmHg dimana 3 orang di antaranya masih belum melakukan pengecekan rutin dan tidak dalam terapi hipertensi. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini secara efektif dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan herbal bumbu dapur sebagai terapi alternatif hipertensi dan dapat terdeteksinya hipertensi. Deteksi dini hipertensi serta penggunaan bumbu dapur sebagai terapi pencegahan yang benar sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat hipertensi yang tidak diterapi serta meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat desa.
Sosialisasi Penggunaan Tanaman Herbal untuk Diabetes Mellitus dan Pemeriksaan Kadar Gula Darah Di Desa Kandangan Baru Kecamatan Panyipatan Tanah Laut Hasniah Hasniah; Muhammad Fauzi; Fauzi Rahman; Aris Fadillah; Karina Erlianti; Juwita Ramadhani; Didi Susanto
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 3 (2021): Pages 459-724
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i3.318

Abstract

Diabetes melitus adalah salah satu penyakit degeneratif yang saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi di Desa Kandangan Baru, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut yang merupakan desa dengan mata pencarian utama penduduknya adalah bertani. Berdasarkan peneliatian menunjukkan diabetes mellitus pada petani di Indonesia cukup besar yaitu 6,2% yang terjadi kenaikan lebih dari 2 kali lipat dari tahun 2007 adalah sebesar 2,8%. Oleh karena  itu, diperlukan adanya pengabdian masyarakat yang tergerak untuk memberikan bantuan  pengabdian berupa sosialisasi tentang pencegahan dan pemanfaatan tanaman herbal dalam rangka pencegahan penyakit diabetes mellitus. Metode yang digunakan yaitu model presentasi (penyampaian materi) juga tanya jawab serta pemeriksaan kadar gula darah. Hasil menunjukkan dengan adanya penyuluhan dan pemeriksaan kadar gula darah ini dapat memberikan data serta pengetahuan dalam hal pencegahan serta penindakan penyakit dengan pengaturan pola hidup sehat, serta penggunaan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan. Untuk masyarakat yang belum pernah melaksanakan pengecekan kesehatan, bisa menjadi pengenalan awal untuk mengenali status kesehatannya, sehingga bisa merubah perilaku pola hidup sehat. Kegiatan penyuluhan berjalan dengan mudah serta masyarakat mencermati dengan bersemangat, Dari 23 orang yang dicek kadar gula darahnya ditemui 2 orang dengan kandungan gula darah melebihi nilai normal (>200 mg/dl).
PREDIKSI SENYAWA EUCALYPTUS SEBAGAI INHIBITOR POTENSIAL COVID-19 MAIN PROTEASE (Mpro) SECARA MOLECULAR DOCKING Muhammad Fauzi; Fauzi Rahman; Yulistia Budianti Soemari; Richa Purnamasari
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.702 KB) | DOI: 10.31602/ajst.v6i2.5218

Abstract

The development of cases infected with the COVID-19 virus in Indonesia continues to increase. COVID-19 is a member of the corona virus family that has spread throughout the world. The COVID-19 Main protease is considered a suitable target for drug design against SARS infection because it plays a role in the processing of polyproteins required for the reproduction of the coronavirus. Eucalyptus are claimed to be able to ward off the COVID-19 virus. Therefore it is necessary to evaluate the content of eucalyptus compounds against Main proteases by docking studies. Based on the results of research conducted using the active site on the Main protease, it is known that eucalyptus (-)-globulol, epiglobulol, and ledol compounds have free energies of -7.23 kcal/mol, -7.91 kcal/mol, and -7.39 kcal/mol, respectively. Remdesivir as a therapeutic drug for COVID-19 has a free energy of -7.67 kcal/mol. These three compounds bind to the amino acid Glu166 as remdisivir with the best binding affinity on the active site of the Main protease. So these three compounds have the potential to inhibit the COVID-19 virus.
Pelatihan Online Pembuatan Makanan Fermentasi Wadi Yulistia Budianti Soemarie; Tiana Milanda; Karina Erlianti; Muhammad Fauzi; Didi Susanto; Melisa Intan Barliana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5459

Abstract

ABSTRAKSalah satu penerapan proses fermentasi terjadi pada produk perikanan. Wadi merupakan hasil fermentasi ikan yang banyak sekali diminati oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Wadi merupakan salah satu proses fermentasi ikan atau daging secara tradisional yang berbentuk ikan utuh semi basah, berwarna agak hitam (mendekati warna ikan segar), bertekstur liat dengan aroma ikan khas fermentasi serta mempunyai cita rasa yang asin. Wadi memiliki waktu simpan yang lama sekitar 6 sampai 12 bulan. Kurangnya keterampilan dalam pengolahan wadi mengakibatkan wadi tidak bisa tahan lama sehingga wadi menjadi cepat busuk. Selain itu, belum ada wadi kemasan yang beredar dipasaran sehingga untuk masyarakat luar Kalimantan Selatan sulit untuk mendapatkan produk wadi ini. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab serta demonstrasi atau praktek secara daring/online. Pelatihan ini menghasilkan pengetahuan dan pemahaman yang baik bagi peserta pelatihan. Hal ini dapat dilihat dari antusias peserta pelatihan dalam sesi diskusi dan tanya jawab untuk mencari informasi yang lengkap mengenai teknik fermentasi serta pelatihan dalam pembuatan wadi. Kata kunci: Fermentasi, Wadi, Pelatihan Online ABSTRACTOne of the processes of applying the fermentation process occurs in fishery products. Wadi is a fermented fish product that is in great demand by the people of South Kalimantan. Wadi is one of the traditional fish or meat fermentation processes in the form of semi-wet whole fish, slightly black (close to the color of fresh fish), clay texture with a distinctive fermented fish aroma, and has a salty taste. Wadi has a long shelf life of about 6 to 12 months. Lack of skills in wadi processing resulted in wadi not being able to last long so that the wadi rotted quickly. In addition, there is no packaged wadi on the market so it is difficult for people outside South Kalimantan to get this wadi product. This training uses lecture, discussion, question and answer methods as well as online demonstrations or practice. This training resulted in good knowledge and understanding for the participants of the wadi making training. This can be seen from the enthusiasm of the training participants in the discussion and question and answer sessions to seek complete information about fermentation techniques and training in wadi making. Keywords: Fermentation, Wadi, Online Training
PELATIHAN ONLINE PEMBUATAN MAKANAN FERMENTASI WADI Yulistia Budianti Soemarie; Tiana Milanda; Karina Erlianti; Muhammad Fauzi; Didi Susanto
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i1.5155

Abstract

Salah satu penerapan proses fermentasi terjadi pada produk perikanan. Wadi merupakan hasil fermentasi ikan yang banyak sekali diminati oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Wadi merupakan salah satu proses fermentasi ikan atau daging secara tradisional yang berbentuk ikan utuh semi basah, berwarna agak hitam (mendekati warna ikan segar), bertekstur liat dengan aroma ikan khas fermentasi serta mempunyai cita rasa yang asin. Wadi memiliki waktu simpan yang lama sekitar 6 sampai 12 bulan. Kurangnya keterampilan dalam pengolahan wadi mengakibatkan wadi tidak bisa tahan lama sehingga wadi menjadi cepat busuk. Selain itu, belum ada wadi kemasan yang beredar dipasaran sehingga untuk masyarakat luar Kalimantan Selatan sulit untuk mendapatkan produk wadi ini. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab serta demonstrasi atau praktek secara daring/online. Pelatihan ini menghasilkan pengetahuan dan pemahaman yang baik bagi peserta pelatihan. Hal ini dapat dilihat dari antusias peserta pelatihan dalam sesi diskusi dan tanya jawab untuk mencari informasi yang lengkap mengenai teknik fermentasi serta pelatihan dalam pembuatan wadi.Kata kunci : Fermentasi, Wadi, Pelatihan Online
PELATIHAN PEMANFAATAN BAHAN KULIT UDANG DAN DAUN KELOR MENJADI OLAHAN NUGGET KAYA NUTRISI Aris Fadillah; Lia Mardiana; Muhammad Fauzi; Didi Susanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19392

Abstract

Abstrak: Desa Telaga Langsat, Kecamatan Takisung kaya akan potensi hasil laut, salah satunya adalah udang. Kulit udang yang umumnya dianggap sebagai limbah, diketahui mengandung protein yang tinggi sehingga cocok digunakan sebagai bahan pada olahan makanan. Daerah ini juga banyak ditumbuhi tanaman kelor (Moringa oleifera). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun kelor sangat kaya akan nutrisi, diantaranya kalsium, besi, protein, vitamin A, B dan C serta memiliki zat antioksidan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi limbah kulit udang dan daun kelor, serta memberikan pelatihan pembuatan nugget kaya nutrisi. Metode yang digunakan yaitu pemberian penyuluhan serta pelatihan pembuatan nugget berbahan kulit udang dan daun kelor. Kegiatan ini diikuti oleh 29 orang peserta yang terdiri dari kader PKK dan warga setempat. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 34,81% dari hasil pre dan post-test.Abstract: Telaga Langsat Village have a big potential in marine products and one of them is shrimp. Shrimp shells that generally considered as a food waste, is known as a high-protein ingredient so it is suitable to be used as food additive. Moringa plants (Moringa oleifera) can also easily found there. Several studies have shown that Moringa leaves contains a variety of nutrients as calcium, iron, protein, vitamin A, B and C and also some antioxidants. This program aims to provide knowledge about the potential of shrimp shell and moringa leaf as food additives, as well as provide direct training in making nuggets. The methods used in this program are providing a course and training in making nuggets with shrimp shells and Moringa leaves as additives. This program was attended by 27 participants consisting of PKK cadres and local residents. There was an increase in participants's knowledge by 34.81% from the pre and post test results.
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LIMBAH ECENG GONDOK SEBAGAI SPRAY LUKA Juwita Ramadhani; Hasniah Hasniah; Dewi Rosaria; Aris Fadillah; Karina Erlianti; Muhammad Fauzi; M. Hasan Andryanto; Lia Mardiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34501

Abstract

Abstrak: Permasalahan limbah eceng gondok yang melimpah di Desa Sungai Arfat mendorong perlunya inovasi pemanfaatan agar memiliki nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah eceng gondok menjadi produk kesehatan bernilai jual serta memperkenalkan strategi promosi digital. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi potensi eceng gondok, penyuluhan mengenai urgensi pengelolaan limbah, serta workshop pembuatan spray luka berbasis eceng gondok. Kegiatan diikuti oleh 29 anggota PKK Desa Sungai Arfat dengan pendampingan langsung dari tim pelatih, sedangkan evaluasi dilakukan melalui angket pemahaman. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan postest, dengan indikator keberhasilan berupa peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pretest 51,03 meningkat menjadi 97,93 pada postest dengan kenaikan rata-rata 46,90 atau 149,71%. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan hardskill masyarakat dalam produksi, tetapi juga membuka peluang pengembangan UMKM berbasis eceng gondok yang berorientasi pada peningkatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.Abstract: The problem of abundant water hyacinth waste in Sungai Arfat Village has prompted the need for innovative utilization to add economic value. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the community in processing water hyacinth into marketable health products and introducing digital promotion strategies. The methods used included socialization of the potential of water hyacinth, counseling on the urgency of waste management, and workshops on making water hyacinth-based wound sprays. The activity was attended by 29 members of the Sungai Arfat Village PKK with direct assistance from the training team, while the evaluation was conducted through a comprehension questionnaire. The evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, with the success indicators being an increase in the participants' knowledge and understanding. The results showed that the average pretest score of 51.03 increased to 97.93 in the posttest, with an average increase of 46.90 or 149.71%. This activity not only improved the community's hard skills in production but also opened up opportunities for the development of water hyacinth-based MSMEs oriented towards sustainable local economic improvement.  
IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA EKSTRAK ETANOL BIJI KEMIRI (Aleurites moluccana L) dan EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera Burn.F) di KALIMANTAN SELATAN Sekar Satriani; Muhammad Fauzi; Hasniah
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.3 NO.2 JULI TAHUN 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mayoritas masyarakat banyak memilih menggunakan bahan alam sebagai pilihan pengobatan yang dianggap minim efek samping atau bahkan tidak memiliki efek samping. Penggunaan tanaman herbal sebagai obat-obatan tradisional telah meningkat selama 20 tahun terakhir di negara-negara berkembang. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebutkan jika sebanyak 65% masyarakat di negara maju memakai obat-obatan tradisional. Pemakaian obat-obat tradisional di Asia terus berkembang walaupun banyak obat sintetis yang tersedia dan dipasarkan. Biji kemiri (Aleurites moluccana L) dan lidah buaya (Aloe vera) merupakan 2 dari banyaknya tanaman yang dipercaya secara turun temurun dapat mengatasi alopesia. Tujuan dari penelitian ini untuk membuktikan terdapatnya golongan senyawa kimia yang terkandung di dalam ekstrak. Metode yang digunakan adalah dengan soxhletasi biji kemiri menggunakan pelarut ethanol dan infudasi lidah buaya selanjutnya dilakukan skrining fitokimia untuk membuktikan adanya alkaloid, flavanoid, fenolik, steroid/terpenoid, tanin, dan saponin. Data dianalisa secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan ekstrak ethanol biji kemiri dan ekstrak infudasi lidah buaya mengandung alkaloid, flavanoid, fenolik, steroid/terpenoid, tanin, dan saponin.
STUDI FITOKIMIA: IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK DAUN MENGKRENGAN (Polygonum barbatum L.) di KALIMANTAN Putri Muliyani; Yulistia Budianti; Muhammad Fauzi
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.4 NO.1 APRIL TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun mengkrengan (Polygonum barbatum L.) merupakan salah satu tumbuhan yang masih belum banyak diteliti. Tumbuhan ini diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder dengan potensi farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun mengkrengan menggunakan metode skrining fitokimia. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil ekstrak kemudian diuji menggunakan reagen spesifik untuk mendeteksi keberadaan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun mengkrengan mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid, sedangkan alkaloid tidak terdeteksi. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut mendukung potensi farmakologis tumbuhan ini, seperti aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Studi ini memberikan informasi awal mengenai kandungan bioaktif dalam daun mengkrengan yang dapat menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut dalam pengembangan obat herbal.
Analisis Kelengkapan Administrasi, Farmasetik dan Klinis pada Resep Obat Batuk di Apotek Mitra Sehat Banjarbaru Periode Juli s.d. Desember Tahun 2023: Study on Cough Medicine Prescriptions at Mitra Sehat Banjarbaru Pharmacy for the Period of July to Desember 2023 Zakiah Zakiah; Hasniah Hasniah; Muhammad Fauzi
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 6 No. 1 (2025): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v6i1.13133

Abstract

This study aims to assess the completeness of cough medicine prescriptions based on administrative, pharmaceutical, and clinical aspects at the Mitra Sehat Banjarbaru Pharmacy from July to December 2023. The method used was a descriptive non-experimental, with a retrospective approach to 138 prescriptions, using a total sampling technique. Data analysis used Microsoft Excel 2021 software, namely by entering the obtained data into Microsoft Excel with the final percentage results and displaying them in graphical form. The results of the analysis of the administrative aspects showed that the majority of prescriptions included administrative completeness in accordance with standards, such as the prescription date, patient data, drug name, signature, doctor's SIP number, and the doctor's signature or initials. However, incomplete patient data was found at 100%, namely patient name 0%, patient address 94%, patient date of birth 95%, medical record number 40%, patient age 79%, patient weight 96%, patient gender 99%. In terms of pharmaceutical aspects, the results showed a fairly high level of conformity in dosage form and drug compatibility, each reaching 100%. However, there was a discrepancy in dosage strength in 4% (5 prescriptions). The clinical aspects of this study showed that the majority of prescriptions listed the appropriate route of administration, reaching 99%. The most commonly prescribed drug by doctors was Guiafenesin, at 56% (77 prescriptions). This study concluded that of the 138 prescriptions analyzed, the majority of prescriptions fulfilled most administrative aspects, such as the patient's name, the doctor's Practice License (SIP) number, and the doctor's signature or initials. In terms of pharmaceutical aspects, the results showed a fairly good conformity, in terms of dosage form and drug compatibility, reaching 100%. The clinical aspects of this study showed a completeness result reaching 99%. Nevertheless, it is recommended that pharmacies strengthen prescription review protocols and increase pharmacist supervision to prevent medication errors and improve patient safety in pharmaceutical services. Keywords: Pharmaceutical services; Administrative aspects; Pharmaceutical aspects; Clinical aspect.