Pariwisata berkelanjutan menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat lokal sebagai prasyarat pembangunan yang seimbang antara aspek ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan. Namun, pengembangan desa wisata di Indonesia masih cenderung berfokus pada indikator administratif dan ekonomi tanpa mengkaji kesiapan komunitas secara komprehensif sebagai proses sosial yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan masyarakat Desa Bihe dalam menghadapi tantangan pengembangan pariwisata berkelanjutan menggunakan kerangka Community Readiness Model (CRM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen dengan menilai enam dimensi CRM, yaitu upaya yang sudah ada, pengetahuan tentang masalah, pengetahuan tentang metode alternatif, kepemimpinan, sumber daya, dan iklim komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Bihe memiliki kesiapan awal yang ditandai dengan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi wisata, dukungan kepemimpinan desa, serta iklim komunitas yang relatif positif. Namun demikian, penguatan pengetahuan strategis, integrasi kebijakan formal, kapasitas manajerial, dan dukungan infrastruktur masih diperlukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan dasar telah terbentuk, tetapi perlu penguatan kelembagaan dan perencanaan strategis untuk mencapai tata kelola pariwisata berkelanjutan. Studi ini berkontribusi pada pengembangan kajian kesiapan masyarakat dalam menghadapi tantangan pariwisata berkelanjutan.