Pondok Pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh dan berkembang dari,oleh, dan untuk masyarakat yang berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia, diharapkan para santri dan para pemimpin serta pengelola pondok pesantren, tidak saja mahir dalamaspek pembangunan moral dan spiritual dengan intelektual yang bernuansa agamis, namun dapat pula menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, serta menjadi teladan bagi masyarakat. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di pondok pesantren masih menghadapi banyak kendala. penelitian menemukan bahwa hanya 54,7% santri yang melaksanakan PHBS, dengan tingkat pengetahuan tentang PHBS yang masih rendah (59,4%). Berbagai permasalahan yang muncul tersebut jika tidak dikelola dengan baik maka akan dapat menimbulkan dampak pada santri yakni munculnya berbagai macam penyakit pada kalangan santri. Kondisi kesehatan di pondok pesantren pada umumnya masih memerlukan perhatiankhususnya meliputi tiga aspek, yaitu akses pelayanan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehatserta kesehatan lingkungan. Pemberdayaan santri di pondok pesantren sebagai kader kesehatan merupakan salah satu upaya yang bertujuan untuk memfasilitasi santri untuk mengenal masalah yang ada dalam lingkungan pondok pesantren dan melakukan upaya pencegahan serta upaya memanfaatkan potensi sesuai dengan kondisi pondok pesantren. Hasil kegiatan didapatkan terdapat Peningkatan pengetahuan dan sikap santri tentang pencapaian Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang optimal sebanyak 96,66% pengetahuan dan pemahaman santri meningkat selain itu peningkatan produktivitas kader Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) pendamping santri beserta struktur dan tugas pokok bagi kader pendamping santri sebesar 100% kader santri telah memahami peran dan tugasnya