Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Keterampilan Wirausaha Siswa SMK Muhammadiyah 5 Jember Melalui Pelatihan Inovasi Produk Crakers Ikan Tongkol Anisa Nurina Aulia; Danu Indra Wardhana; Ara Nugrahayu Nalawati; Afan Bagus Mananda; Andika Putra Setiawan
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i2.3227

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat berperan aktif dalam menghasilkan lulusan yang dapat menciptakan lapangan kerja (Wirausaha).Sekolah Menengah Kejuruan seharusnya mampu mencetak wirausaha-wirausaha yang dapat menciptakan usaha secara mandiri untuk kehidupannya. Tetapi pada kenyataannya, ada sebagian alumni SMK yang belum mendapat pekerjaan setelah lulus sekolah. Di lain sisi potensi ikan tongkol di Jember sangat memadai sebagai bahan baku produk yang akan dipasarkan secara luas, selain itu ikan tongkol memiliki manfaat yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan balita. Sehingga ikan tongkol dapat dibuat olahan produk berupa crackers yang bisa menjadi camilan atau pendamping makanan utama balita. Oleh karena itu dibutuhkan peran aktif kalangan masyarakat untuk memulai mengatasi wasting pada balita dengan memproduksi crakers berbahan baku ikan tongkol yang dapat dimulai di SMK sebagai pencetak wirausaha muda. Salah satu alternatif kegiatan tersebut adalah Pelatihan Kewirausahaan dengan membuat crakers ikan tongkol.  Di SMK Muhammadiyah 5 Jember pelatihan ini belum pernah dilaksanakan, sehingga pelatihan ini diharapkan dapat memotivasi minat wirausaha siswa dengan berpikir kreatif dan inovatif membuat industri kreatif berbasis peningkatan gizi balita. Metode yang digunakan diawali dengan membentuk tim pengabdian, identifikasi masalah dan kebutuhan bersama mitra, pelaksanaan pelatihan dengan ceramah dan praktik pembuatan crackers ikan tongkol, serta evaluasi. Hasilnya para siswa SMK sangat antusias dan telah memahami cara pembuatan crackers ikan tongkol. Harapan dari kegiatan ini pihak SMK atayusiswa dapat memproduksi crackers berbahan ikan tongkol untuk dijual kepada masyarakat sehingga dapat digunakan alternatif produk usaha.
Pelatihan Pembuatan Produk Olahan Selai Buah Naga Sebagai Upaya Peningkatan Jiwa Kewirausahaan Pada Siswa SMA Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi Setiawan, Andika Putra; Muliasari, Risa Martha; Nalawati, Ara Nugrahayu; Wardhana, Danu Indra; Mananda, Afan Bagus; Prasetyo, Lucky Wahyu; Nuriyatul, Mega Saniya Juli
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v4i2.5630

Abstract

The harvest season is the moment that farmers have been waiting for because they will get the results of their hard work over the past few months depending on what commodities are planted in the hope of getting maximum yields and high selling prices. The harvest produced by farmers in Banyuwangi Regency is quite abundant, especially dragon fruit, based on data from the Central Statistics Agency (BPS) in 2022, it was recorded at 272,324.7 tons. The superior potential in the agricultural sector makes Banyuwangi Regency a supplier of food, especially dragon fruit. This cannot be separated from the intervention of the younger generation to work, especially in the field of post-harvest processing, so that farmers do not only sell raw goods. Through the Community Service (PKM) partnership program for SMA Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi students, it aims to improve students' abilities in exploiting opportunities for potential agricultural products, especially dragon fruit which will later be processed into fruit jam. It is hoped that this training will be able to grow the spirit of SMA Muhammadiyah 2 students. Banyuwangi roof tiles. From this training, students will be equipped to develop the agricultural potential in Banyuwangi Regency. This activity was carried out in the form of direct socialization and practice of making dragon fruit jam products, which was attended by 47 students. The results of observing this activity were that students at SMA Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi had never implemented the practice of making dragon fruit jam. This is based on the results of the pre-test, only 17% of students understand about making fruit jam products, after carrying out the training the level of understanding increased to 93% as evidenced by the results of the post-test. It is hoped that this training in making fruit jam products can foster an entrepreneurial spirit, creativity and innovation in students. Buah naga merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 hasil panen buah naga di Kabupaten Banyuwangi mencapai 272.324,7 ton sehingga menjadi salah daerah satu pemasok buah naga. Hasil panen buah naga yang melimpah menjadikan prospek olahan produk pasca panen menjanjikan karena bahan baku mudah didapatkan. Melalui program kemitraan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pada Siswa SMA Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemanfaatan peluang akan potensi hasil pertanian kususnya buah naga yang bisa diolah menjadi produk selai buah, diharapkan adanya pelatihan ini mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan terhadap siswa SMA Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi. Sehingga dari pelatihan tersebut akan menjadi bekal peserta didik untuk mengembangkan potensi pertanian yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dilaksanakan berupa sosialisasi dan praktek pembuatan produk selai buah naga secara langsung yang diikui oleh 47 siswa. Hasil dari observasi kegiatan tersebut siswa SMA Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi belum pernah melaksanakan praktek pembuatan selai buah naga. Hal ini dilandasi dari hasil pre-test hanya 17% siswa yang memahami tentang pembuatan produk selai buah, setelah melaksanakan pelatihan tingkat pemahaman meningkat menjadi 83% dibuktikan dari hasil pos-test. Pelatihan pembuatan produk olahan selai buah ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa entrepreneur, kreativitas, dan inovasi pada siswa.
Pelatihan Keterampilan Wirausaha Siswa SMK Muhammadiyah 5 Jember Melalui Pelatihan Inovasi Produk Crakers Ikan Tongkol Aulia, Anisa Nurina; Wardhana, Danu Indra; Nalawati, Ara Nugrahayu; Mananda, Afan Bagus; Setiawan, Andika Putra
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i2.3227

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat berperan aktif dalam menghasilkan lulusan yang dapat menciptakan lapangan kerja (Wirausaha).Sekolah Menengah Kejuruan seharusnya mampu mencetak wirausaha-wirausaha yang dapat menciptakan usaha secara mandiri untuk kehidupannya. Tetapi pada kenyataannya, ada sebagian alumni SMK yang belum mendapat pekerjaan setelah lulus sekolah. Di lain sisi potensi ikan tongkol di Jember sangat memadai sebagai bahan baku produk yang akan dipasarkan secara luas, selain itu ikan tongkol memiliki manfaat yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan balita. Sehingga ikan tongkol dapat dibuat olahan produk berupa crackers yang bisa menjadi camilan atau pendamping makanan utama balita. Oleh karena itu dibutuhkan peran aktif kalangan masyarakat untuk memulai mengatasi wasting pada balita dengan memproduksi crakers berbahan baku ikan tongkol yang dapat dimulai di SMK sebagai pencetak wirausaha muda. Salah satu alternatif kegiatan tersebut adalah Pelatihan Kewirausahaan dengan membuat crakers ikan tongkol.  Di SMK Muhammadiyah 5 Jember pelatihan ini belum pernah dilaksanakan, sehingga pelatihan ini diharapkan dapat memotivasi minat wirausaha siswa dengan berpikir kreatif dan inovatif membuat industri kreatif berbasis peningkatan gizi balita. Metode yang digunakan diawali dengan membentuk tim pengabdian, identifikasi masalah dan kebutuhan bersama mitra, pelaksanaan pelatihan dengan ceramah dan praktik pembuatan crackers ikan tongkol, serta evaluasi. Hasilnya para siswa SMK sangat antusias dan telah memahami cara pembuatan crackers ikan tongkol. Harapan dari kegiatan ini pihak SMK atayusiswa dapat memproduksi crackers berbahan ikan tongkol untuk dijual kepada masyarakat sehingga dapat digunakan alternatif produk usaha.
PELATIHAN PENERAPAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) DAN SISTEM JAMINAN PRODUK HALAL BAGI SISWA SMKN 8 JEMBER Aulia, Anisa Nurina; Wardhana, Danu Indra; Mananda, Afan Bagus; Asrori, Muchammad Imam
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v9i1.9077

Abstract

Sistem jaminan penanganan produk pangan dan sertifikasi halal telah diterima sebagai standar kualitas dan kepercayaan yang diaplikasikan pada proses produksi suatu produk. Sistem jaminan halal mencakup produk makanan, minuman, kosmetik, farmasi dan medis. Bagi konsumen muslim, membeli produk yang bersertifikat halal dapat menjamin kesehatan, kebersihan dan higienisitas, dimana konsep tersebut paralel dengan keinginan untuk memenuhi kesadaran hidup sehat. SMKN 8 Jember mempunyai jurusan Agribisnis Tanaman yang nantinya akan menghasilkan produk olahan pangan sebagai produk unggulan. Untuk meningkatkan upaya peningkatan mutu dan kualitas produk, dibutuhkan pengetahuan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan sertifikasi halal pada produk tersebut. Standardisasi sertifikasi halal harus ditinjau dari hulu hingga hilir. Suatu produk siap saji diolah dengan cara yang halal bisa menjadi tidak halal apabila terlacak menggunakan bahan baku yang tidak memiliki sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Sehingga diperlukan sosialisasi dan edukasi yang lebih intensif untuk meningkatkan pengetahuan bagi siswa siswi SMKN 8 Jember untuk melakukan sertifikasi halal. Program pengabdian ini akan melakukan sosialisasi sesuai dengan UU no.33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan ketentuan teknis penerapannya. Selanjutnya dilakukan pelatihan pengelolaan dan persiapan sistem jaminan halal dalam produk olahan sekolah. Program ini akan diikuti dengan kegiatan sosialisasi proses sertifikasi halal dan beberapa peserta akan mendapatkan pendampingan untuk melakukan persiapan proses sistem jaminan halal produk maupun jenis usahanya. Dengan sertifikasi halal yang terbangun di lingkungan SMKN 8 Jemberdiharapkan dapat menjadi embrio bagi terbentuknya Pangan Halal di kawasan Sekolah.
Karakteristik Fisikokimia dan Sensoris Teh Kulit Kopi (Cascara) dengan Penambahan Jahe dan Kayu Manis Firmansyah, Aprilian; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra; Mananda, Afan Bagus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Jember termasuk salah satu daerah utama penghasil kopi di Jawa Timur, menempati posisi ketiga dalam hal produktivitas kopi di provinsi tersebut pada tahun 2021 dengan total produksi mencapai 11.758 ton. Tingginya produksi kopi ini dapat menimbulkan masalah baru dalam industri kopi yakni volume limbah yang cukup besar, salah satunya ialah kulit kopi yang dapat dimanfaatkan sebagai minuman teh cascara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi optimal, kualitas kimia, dan tingkat penerimaan konsumen terhadap penambahan kayu manis dan jahe dalam minuman teh cascara. Metode yang digunakan meliputi pengujian aktivitas antioksidan, kandungan polifenol, total padatan terlarut, pH, warna, evaluasi organoleptik, serta analisis efektivitas. Berdasarkan hasil uji laboratorium sampel A memiliki hasil uji terbaik dengan kadar polifenol 7,62%, antioksidan 63,1%, total padatan terlarut 7,13°Brix, dan kadar pH 7,22%. Berdasarkan hasil uji duncan, terdapat pengaruh nyata penambahan kayu manis dan jahe pada teh cascara terhadap total uji pH, aktivitas antioksidan, uji polifenol, uji total padatan terlarut, dan uji sensori pada sampel A memiliki penilaian terbaik dari para panelis.
Formulation of Sorghum-Based High-Protein Crackers Enriched with Wheat and Soybean Flours for Toddlers: Formulation of Sorghum-Based High-Protein Crackers Enriched with Wheat and Soybean Flours for Toddlers Mananda, Afan Bagus; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra; Aulia, Anisa Nurina; Syafia, Fina
Agroindustrial Technology Journal Vol. 9 No. 1 (2025): Agroindustrial Technology Journal [ATJ]
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v9i1.14285

Abstract

Various complementary food menus have been distributed to help parents who are confused about choosing their child's first food menu. The complementary food menu is usually made from rice flour which is a source of carbohydrates. The high consumption of rice currently encourages various food diversification efforts to avoid dependence on one commodity. Crackers that combine sorghum flour with soybean flour increase the protein content of crackers so that they can be an alternative nutritious complementary food for stunted toddlers. The purpose of the study was to determine the effect of high-protein cracker formulation with the addition of sorghum and soybean flour and the analysis of water, ash, fat, protein and carbohydrate content. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) and a sample of five samples with two repetitions. Data analysis used the One-Way Anova test and Duncan's further test with a significance level of 0.05. The results showed that all formulas had significant differences based on the One-Way Anova test and had met the standard (SNI) for cracker quality which can be seen from the significance value. The best formulation with chemical test results is F3 with a protein content of 7.66%, fat content of 9.55%, ash content of 1.52%, water content of 3.7%, and carbohydrate content of 77.7%. Crackers products that combine sorghum flour with soybean flour increase the protein content of biscuits so that they can be an alternative nutritious complementary food for toddlers. Keywords: sorghum flour, soybean flour, crackers, food additives
Pelatihan Olahan Jamu Herbal Instan Berbasis Kunyit Pada Siswa SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji Mananda, Afan Bagus; Setiawan, Andika Putra; Murtianingsih, Hidayah; Wardhana, Danu Indra; Rafiq, Muhammad Ainur
ABDIMASTEK Vol. 4 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/abdimastek.v4i1.3116

Abstract

Kesadaran menjaga kesehatan tubuh pada generasi muda saat ini cenderung berkurang karena remaja di era gen Z lebih memilih mengkonsumsi makanan, minuman, dan obat-obatan yang bersifat sintetis sehingga sering di temui muda mudi di usia 10 – 20 tahun an mengindap penyakit kronis seperti diabetes yang disebabkan oleh pola makan yang salah. Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit ini maka gebrakan back to nature yang berpedoman pada pemanfaatan bahan alam yang digunakan sebagai bahan pangan dan obat perlu digalakkan terutama pada muda-mudi yang masih duduk di bangku sekolah. Pelatihan Olahan Jamu Herbal Instan Berbasis Kunyit Pada Siswa SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji diharapkan mampu memberi wawasan mengenai pola hidup sehat back to nature dan tentang potensi olahan pascapanen tanaman biofarmaka khususnya kunyit. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pembuatan produk Olahan Jamu Herbal Instan Berbasis Kunyit. Dari pelatihan tersebut di himbau ilmu dan pengalaman juga disampaikan kepada teman sebaya, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal supaya sama-sama sadar pentingnya hidup sehat dengan dasar memanfaatkan makan dari alam biofarmaka seperti kunyit. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji. Sebanyak 41 peserta siswa hadir dan antusias mengikuti pelatihan ini. Berdasarkan informasi dari pihak mitra SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji, selama ini siswa belum pernah mendapatkan informasi tentang produk Olahan Jamu Herbal Instan Berbasis Kunyit. Hal ini dapat diketahui dari hasil pre-test sebesar 29% siswa SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan 71% memiliki kemampuan cukup sebelum mengikuti kegiatan pelatihan. Selanjutnya, berdasarkan hasil post-test yang dilakukan setelah melaksanakan pelatihan pembuatan produk Olahan Jamu Herbal Instan Berbasis Kunyit mengalami peningkatan terhadap pemahaman siswa sebesar 88% memahami dengan baik dan sebanyak 12% siswa memahami cukup terhadap materi yang disampaikan oleh tim pengusul. Hasil ini menunjukkan siswa mengalami peningkatan pengetahuan mengenai produk Olahan Jamu Herbal Instan Berbasis Kunyit.
PELATIHAN PENERAPAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) DAN SISTEM JAMINAN PRODUK HALAL BAGI SISWA SMKN 8 JEMBER Aulia, Anisa Nurina; Wardhana, Danu Indra; Mananda, Afan Bagus; Asrori, Muchammad Imam
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v9i1.9077

Abstract

Sistem jaminan penanganan produk pangan dan sertifikasi halal telah diterima sebagai standar kualitas dan kepercayaan yang diaplikasikan pada proses produksi suatu produk. Sistem jaminan halal mencakup produk makanan, minuman, kosmetik, farmasi dan medis. Bagi konsumen muslim, membeli produk yang bersertifikat halal dapat menjamin kesehatan, kebersihan dan higienisitas, dimana konsep tersebut paralel dengan keinginan untuk memenuhi kesadaran hidup sehat. SMKN 8 Jember mempunyai jurusan Agribisnis Tanaman yang nantinya akan menghasilkan produk olahan pangan sebagai produk unggulan. Untuk meningkatkan upaya peningkatan mutu dan kualitas produk, dibutuhkan pengetahuan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan sertifikasi halal pada produk tersebut. Standardisasi sertifikasi halal harus ditinjau dari hulu hingga hilir. Suatu produk siap saji diolah dengan cara yang halal bisa menjadi tidak halal apabila terlacak menggunakan bahan baku yang tidak memiliki sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Sehingga diperlukan sosialisasi dan edukasi yang lebih intensif untuk meningkatkan pengetahuan bagi siswa siswi SMKN 8 Jember untuk melakukan sertifikasi halal. Program pengabdian ini akan melakukan sosialisasi sesuai dengan UU no.33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan ketentuan teknis penerapannya. Selanjutnya dilakukan pelatihan pengelolaan dan persiapan sistem jaminan halal dalam produk olahan sekolah. Program ini akan diikuti dengan kegiatan sosialisasi proses sertifikasi halal dan beberapa peserta akan mendapatkan pendampingan untuk melakukan persiapan proses sistem jaminan halal produk maupun jenis usahanya. Dengan sertifikasi halal yang terbangun di lingkungan SMKN 8 Jemberdiharapkan dapat menjadi embrio bagi terbentuknya Pangan Halal di kawasan Sekolah.
Location selection, added value analysis, and financial feasibility of developing a non-smoking tobacco agroindustry in Jember District Wardhana, Danu Indra; Aulia, Anisa Nurina; Mananda, Afan Bagus; Putra Setiawan, Andika; Ayu Lestari, Shafira
AGROMIX Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v16i2.6074

Abstract

Introduction: Jember Regency is the largest tobacco producer in East Java, reaching 37,821 tons in 2022. Tobacco offers strong development potential and provides significant income for farmers, yet the industry faces challenges due to the health impacts of smoking. Developing non-cigarette tobacco agro-industries is a promising alternative, especially since tobacco waste remains underutilized. Therefore, this study aims to identify potential areas for the development of non-cigarette tobacco agro-industries in Jember Regency and evaluate products with the highest added value and feasibility. Methods: The Exponential Comparison Method (MPE) was used to determine the most suitable districts for agro-industrial development, while the Hayami Method assessed the added value of various tobacco-based products. Financial feasibility was analyzed using Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit-Cost Ratio, and sensitivity tests on changes in raw material prices and product selling prices. Results: Wuluhan District was identified as the most promising area. Added value analysis showed that biopellets generated the highest added value, with a profit percentage of 46.94% and IDR 28,750 added value. Financial analysis confirmed feasibility, yielding an NPV of IDR 9,728,771,339, an IRR of 68.75%, and a Net B/C ratio of 1.39 at a 6% interest rate. The break-even point was 45,720 units per year, with a payback period of 2.24 years. Sensitivity analysis showed feasibility even with raw material price increases up to 30%, while selling price decreases of up to 20% remained feasible; a 30% decrease made the project unfeasible. Conclusion: Wuluhan District is the most suitable area for developing non-cigarette tobacco agro-industries. Biopellets offer the highest added value and strong financial feasibility, providing economic and environmental benefits.
Gerakan Clean And Healthy Living Behavior sebagai Upaya Menuju Santri Sehat dan Mandiri di Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari, Jember Cahya Tribagus Hidayat; Susi Wahyuningasih; Afan Bagus Mananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3834

Abstract

Pondok Pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh dan berkembang dari,oleh, dan untuk masyarakat yang berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia, diharapkan para santri dan para pemimpin serta pengelola pondok pesantren, tidak saja mahir dalamaspek pembangunan moral dan spiritual dengan intelektual yang bernuansa agamis, namun dapat pula menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, serta menjadi teladan bagi masyarakat. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di pondok pesantren masih menghadapi banyak kendala. penelitian menemukan bahwa hanya 54,7% santri yang melaksanakan PHBS, dengan tingkat pengetahuan tentang PHBS yang masih rendah (59,4%). Berbagai permasalahan yang muncul tersebut jika tidak dikelola dengan baik maka akan dapat menimbulkan dampak pada santri yakni munculnya berbagai macam penyakit pada kalangan santri. Kondisi kesehatan di pondok pesantren pada umumnya masih memerlukan perhatiankhususnya meliputi tiga aspek, yaitu akses pelayanan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehatserta kesehatan lingkungan. Pemberdayaan santri di pondok pesantren sebagai kader kesehatan merupakan salah satu upaya yang bertujuan untuk memfasilitasi santri untuk mengenal masalah yang ada dalam lingkungan pondok pesantren dan melakukan upaya pencegahan serta upaya memanfaatkan potensi sesuai dengan kondisi pondok pesantren. Hasil kegiatan didapatkan terdapat Peningkatan pengetahuan dan sikap santri tentang pencapaian Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang optimal sebanyak 96,66% pengetahuan dan pemahaman santri meningkat selain itu peningkatan produktivitas kader Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) pendamping santri beserta struktur dan tugas pokok bagi kader pendamping santri sebesar 100% kader santri telah memahami peran dan tugasnya