Nursaptini Nursaptini
University of Mataram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Budaya Patriarki Terhadap Partisipasi Pendidikan Perempuan di Desa Rembitan Zilly Arsyika Masyhuri; Syafruddin Syafruddin; Nursaptini Nursaptini
AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 18 No 2 (2025): AL-MAIYYAH
Publisher : Center for Gender and Child Studies, Institute for Research and Community Service, Institut Agama Islam Negeri Parepare.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaiyyah.v18i2.14955

Abstract

Gendered educational exclusion persists in rural and customary communities where household resource allocation, gender norms, and social authority intersect to shape women’s educational opportunities. While extant scholarship has identified poverty, domestic labor, mobility constraints, and early marriage as salient barriers, these factors are frequently examined in isolation. This compartmentalization limits our understanding of how these determinants dynamically interact across women’s educational trajectories. This study examines how patriarchal norms embedded in household and community relations shape women’s educational exclusion in Rembitan Village, Central Lombok, Indonesia. Using a qualitative case-study design, data were collected from April to May 2025 across six hamlets. Participants comprised nine women who experienced school discontinuation, non-progression to higher education, or exclusion from formal schooling, and ten supporting informants representing customary, community, family, educational, and village perspectives. Data were analyzed using abductive thematic analysis combining inductive coding with theoretically informed interpretation. The findings reveal four interconnected mechanisms: gendered educational investment, regulation of women’s educational mobility, unequal domestic and economic labor burdens, and male-dominated decision-making concerning education and marriage. Economic constraints operated across these mechanisms rather than as a gender-neutral barrier. The study conceptualizes educational exclusion as a cumulative and relational process through which material disadvantage becomes gendered within household power relations. The findings suggest that interventions should extend beyond financial assistance to address unequal educational investment, mobility constraints, gendered labor distribution, family decision-making, and opportunities for women to continue or resume education.
Pola Pembagian Kerja pada Keluarga yang Bekerja di Industri Batu Bata Desa Korleko Lombok Timur Istiharatul Mubayyinah; Syafruddin Syafruddin; Nursaptini Nursaptini; Hamidsyukrie Hamidsyukrie
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 1 (2024): Juni (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i1.8914

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola pembagian kerja orangtua pada keluarga yang bekerja di industri batu-bata Desa Korleko. Metode yang digunakan adalah  pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini  adalah subjek penelitian yang merupakan pekerja buruh dan merupakan orangtua yang memiliki tanggungan anak dan informan kunci dalam penelitian ini adalah kader Desa Korleko, pemilik industri batu bata, dan buruh batu bata. Pengumpulan data pada penelitian ini  menggunakan observasi terus terang atau tersamar, wawancara semi struktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles and Hubermen dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menemukan pola pembagian kerja orangtua pada keluarga yang bekerja di buruh industri batu bata menemukan 3 bentuk pola pembagian kerja orangtua yaitu: 1) ayah sebagai breadwinner, 2) ibu sebagai breadwinner dan housewife, dan 3) ibu sebagai housewife.
Konstruksi Budaya Sirkumsisi Perempuan di Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Hibatul Azizi; Devy Noviandita; Laura Febrianti; Muhammad Rizki; Nursaptini Nursaptini
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i2.10781

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna menggali konstruksi budaya dalam praktik sirkumsisi perempuan, khususnya di Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pendekatan kualitatif dipertajam dengan metode studi kasus, digunakan dalam menafsirkan fenomena yang dikaji. Data dilapangan diakumulasikan berdasarkan proses wawancara, observasi, juga dokumentasi. Snowball sampling menjadi pilihan guna mencari subjek penelitian, sedangkam Purposive sampling menjadi teknik dalam penentuan informan yang tepat. Proses analisis data dilakukan menggunakan metode spiral analisis, yang terdiri dari beberapa langkah, mencakup pengorganisasian data, peninjauan serta pencatatan memo, pembuatan deskripsi dan klasifikasi data, penerjemahan data ke dalam bentuk kode dan tema, penafsiran hasil, kemudian menyaji dan medeskripsi gambaran data diakumlasi dari hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat tiga unsur yang membangun budaya sirkumsisi perempuan di Desa Bagu, yaitu; 1) sistem pengetahuan; 2) sistem religi; dan 3) sistem bahasa. Ketiga unsur tersebut membuat sirkumsisi perempuan di Desa Bagu merupakan suatu keharusan yang dilakukan oleh setiap perempuan muslim.