Witdiawati Witdiawati
Fakultas Keperawatan - Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Intervensi Non – Farmakologi melalui Cognitive Stimulation Therapy dalam Peningkatan Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Demensia Indah Millenia Ratnasari; Witdiawati Witdiawati; Mamat Lukman
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.16985

Abstract

ABSTRACT Elderly individuals, categorized as those at the age 60 years or older, often begin to experience a decline in bodily functions such as dementia. Dementia is a condition commonly encountered in the elderly, characterized by symptoms such as a decline in both short-term and long-term memory, impaired cognitive processes compared to their younger years, disruptions in daily activities, and diminished intellectual, cognitive, and personality capacities. One therapy that can be implemented to enhance cognitive function in the elderly is Cognitive Stimulation Therapy. The purpose of this case report is to examine the effects of Cognitive Stimulation Therapy in improving cognitive function in elderly individuals with dementia. This research method uses a case report approach with nursing care for elderly individuals with dementia by intervention of Al-Qur'an reading exercises administered over a period of 14 days. Following the implementation of Cognitive Stimulation Therapy through reading exercises, the client showed some improvement in recalling events and remembering the content that had been read. During the Cognitive Stimulation Therapy program, there was stimulation of cognitive function in the patient, leading to an improvement in cognitive abilities. Cognitive Stimulation Therapy can be used by nurses as a therapeutic intervention for elderly patients with dementia. Keyword: Cognitive Stimulation Therapy, Dementia, Elderly  ABSTRAK Lansia merupakan individu yang dikategorikan pada usia sama atau lebih dari 60 tahun, yang pada saat usia inilah individu mulai merasakan fungsi tubuh yang berkurang fungsinya. Demensia adalah suatu kejadian yang dialami oleh individu dengan lanjut usia, hal tersebut terjadi dengan beberapa gejala yaitu menurunya memori jangka pendek dan panjang, proses berfikir yang tidak lagi sama ketika masih muda, terganggunya kemampuan aktivitas sehari-hari, hingga terganggunya kapasistas intelektual serta kognitif dan kepribadian individu. Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia adalah Cognitive Stimulation Therapy. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh Cognitive Stimulation Therapy dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia. Metode penelitian ini menggunakan metode laporan kasus pendekatan asuhan keperawatan dengan lansia dengan demensia, diberikan intervensi latihan membaca Al – Qur’an selama 14 hari. Setelah dilakukan Cognitive Stimulation Therapy menggunakan metode membaca, pasien dapat sedikit mengingat peristiwa yang dihadapi serta mengingat bacaan-bacaan yang sudah dibaca. Pada saat program Cognitive Stimulation Therapydilakukan terjadi rangsangan pada fungsi kognitif lansia sehingga terjadilah peningkatan fungsi kognitif. IntervensiCognitive Stimulation Therapy dapat digunakan oleh perawat sebagai terapi pada lansia dengan demensia. Kata Kunci: Cognitive Stimulation Therapy, Demensia, Lansia
Pendidikan Kesehatan Terkait Peningkatan Pengetahuan Sikap dan Keterampilan Ibu Balita dalam Pencegahan Penanganan dan Pengendalian Diare pada Balita Dadang Purnama; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23896

Abstract

ABSTRACT Diarrhea in toddlers is the occurrence of loose or watery stools that occur more than three times a day. Diarrhea is generally caused by consuming food or drinks contaminated with viruses, bacteria, or parasites. This requires a collaborative effort from all community members, and the role of residents, especially mothers with toddlers, is crucial in addressing the problem. The objective of this activity is health education related to improving knowledge, attitudes, and skills in preventing, treating, and controlling diarrhea. Health education is provided using lecture and discussion methods, with pre- and post-tests. The target group is mothers with children at risk of diarrhea in RW IV, Cipacing Village. Results: The activity was attended by residents who participated in the health education, including mothers with toddlers and several Posyandu (Integrated Service Post) cadres. There was an increase in knowledge, attitudes, and skills before and after health education on the prevention, treatment, and control of diarrhea, with a score increase of 31.68%. The average pretest score was 3 (53.38%) and the average posttest score was 4-5 (85.06%). In conclusion, after the Health Education, knowledge, attitudes, and skills related to the prevention, treatment, and control of diarrhea increased in 16 respondents. With appropriate knowledge, attitudes, and skills in prevention, treatment, and control, mothers of toddlers and several Posyandu (Integrated Service Post) cadres are expected to contribute significantly to reducing the incidence of diarrhea in toddlers. Keywords: Toddlers, Diarrhea, Mothers of Toddlers, Health Education.  ABSTRAK Diare pada balita adalah keluhan buang air besar encer atau berair yang terjadi lebih dari 3 kali dalam sehari. Diare umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasite, dimana hal tersebut memerlukan upaya bersama dari seluruh komponen komunitas, dan peran warga, khususnya ibu yang memiliki anak balita sangatlah penting dalam upaya untuk mengatatasi permasalahannya. Tujuan kegiatan adalah pendidikan kesehatan terkait peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam pencegahan, penanganan dan pengendalian diare. Pendidikan kesehatan diberikan dengan metode ceramah dan diskusi, pre test dan post test. Sasaran kegiatan adalah Ibu dengan anak risiko diare di RW IV Desa Cipacing. Hasil. Kegiatan di hadiri warga yang ikut dalam kegiatan pendidikan kesehatan yang merupakan ibu yang memiliki anak balita dan beberapa kader posyandu. Terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang pencegahan, penanganan dan pengendalian diare dengan peningkatan nilai sebesar 31,68 %. Dimana hasil nilai pretest rata-rata adalah 3 (53,38%) dan pada post test nilai rata – rata adalah    4-5 yaitu (85,06%). Kesimpulan, setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan, pengetahuan, sikap dan keterampilan terkait pencegahan, penanganan dan pengendalian diare pada 16 responden meningkat. Dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam pencegahan, penanganan dan pengendalian yang tepat, ibu balita dan bebera kader posyandu diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka kejadian diare pada anak balita.  Kata Kunci: Balita, Diare, Ibu Balita, Pendidikan Kesehatan.