Anggun Fajar Ramadhani
Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Lama Duduk dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Gegerbitung Yunita Raynica; Dhinny Novryanthi; Irawan Danismaya; Anggun Fajar Ramadhani
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24249

Abstract

ABSTRACT Low back pain is a common complaint among third-trimester pregnant women and is influenced by various factors, one of which is static activity in the form of prolonged sitting. Extended sitting duration can increase mechanical load on the spine, thereby potentially leading to muskuloskelatal disorders. This study aimed to analyze the association between sitting duration and low back pain complaints among third-trimester pregnant women at the Gegerbitung Community Health Center. This study employed a cross-sectional design involving 50 respondents selected using accidental sampling. Data were collected using a sitting duration questionnaire and the Numeric Rting Scale (NRS) to assess the intentity of low back pain. Data analysis was performed using SPSS version 25. The results showed that the majority of respondents had a sitting duration of ≥ 4 hours (92%) and experienced mild low back pain (80%). Bivariate analysis revealed a statistically significant association between sitting duration and low back pain complaints (p = 0.000; r = 0.590). it can be concluded that sitting duration is significantly associated with low back pain complaints among third-trimester pregnant women at the Gegerbtung Community Health Center. Keywords: Sitting Duration, Low Back Pain, Numeric Rating Scale, Third-Trimester Pregnant Women.  ABSTRAK Nyeri punggung bawah merupakan keluhan umum pada ibu hamil trimester III dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya aktivitas statis berupa lama duduk. Durasi duduk yang berkepanjangan dapat meningkatkan beban mekanik pada tulang belakang sehingga berpotensi menimbulkan gangguan musculoskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gegerbitung. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 50 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner lama duduk dan numeric rating scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri punggung bawah. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 25, hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki lama duduk ≥ 4 jam (92%) dan mengalami nyeri punggung bawahkategori ringan (80%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama duduk dan keluhan nyei punggung bawah (p = 0,000; r = 0,590). Disimpulkan bahwa lama duduk berhubungan signifikan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Gegerbitung. Kata Kunci: Lama Duduk, Nyeri Punggung Bawah, Numeric Rating Scale, Ibu Hamil Trimester III.
Pengaruh Nugget Daun Kelor terhadap Penanggulangan Stunting pada Balita di Desa Bumisari Wilayah Kerja Puskesmas Cikidang Tahun 2025 Intan Safitri; Ria Andriani; Eva Martini; Anggun Fajar Ramadhani
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2511

Abstract

Stunting menjadi masalah gizi kronis di Desa Bumisari, Puskesmas Cikidang, dengan prevalensi meningkat dari 6,4% (2023) menjadi 8,4% (2025). Nugget daun kelor berpotensi sebagai intervensi pangan lokal kaya nutrisi untuk meningkatkan status gizi balita. Tujuan penelitian untuk mengujii pengaruh pemberian nugget daun kelor terhadap Z-score TB/U balita stunting. Metode penelitian quasi-eksperimental one group pretest-posttest dengan 33 balita stunting usia 12-59 bulan (total sampling). Instrumen stadiometer, WHO Anthro, FFQ; analisis Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian diperoleh bahwa tinggi badan meningkat dari 87,95±4,95 cm menjadi 88,06±4,94 cm; Z-score TB/U dari -2,58±0,34 menjadi -2,34±0,47 (p=0,049). Prevalensi stunting menurun dari 100% menjadi 75,8%.  Nugget daun kelor terbukti meningkatkan Z-score TB/U secara signifikan, mendukung pemanfaatannya sebagai intervensi gizi lokal di program posyandu untuk mengurangi beban stunting pedesaan.