Theresia Budi Lestari
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Video Animasi terhadap Pengetahuan tentang Pencegahan Skabies pada Anak Panti Rehabilitasi Zahra Diba; Theresia Budi Lestari; Jesika Pasaribu
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.18051

Abstract

ABSTRACT Skin infection scabies often occurs among individuals in densely populated environments with high interpersonal contact, such as rehabilitation centers housing children from correctional facilities. Scabies infection can be prevented with good personal and environmental hygiene practices. Adequate knowledge is crucial for the prevention and management of scabies infections. This study aims to analyze the influence of health promotion using animated video media in increasing the knowledge of rehabilitated children regarding the prevention and management of scabies. This study employs a pre-experimental design with a one-group Pre-test–Post-test approach. The study sample consisted of 50 respondents, selected using the total sampling technique. Research instruments included animated videos and a knowledge questionnaire. Data collection was conducted in June 2023, with a Pre-test administered before providing the animated video and a Post-test given after a 15-day interval. Data analysis was performed using the Wilcoxon test. The majority of respondents had a high school education or equivalent (54%). There was a significant increase in knowledge between the Pre-test (median: 16.50) and the Post-test (median: 19.00). The minimum Pre-test score rose from 2 to 11 in the Post-test. Bivariate analysis showed significant results, with a p-value of 0.000 (0.05). Animated videos are effective in increasing knowledge about scabies. This study is expected to serve as a media choice for health promotion related to scabies prevention. Keywords: Adolescents, Animated Video, Health Promotion, Scabies  ABSTRAK Infeksi kulit skabies sering terjadi di lingkungan padat dengan kontak interpersonal tinggi, seperti panti rehabilitasi yang dihuni oleh anak-anak dari lembaga pemasyarakatan. Pencegahan infeksi skabies dapat dilakukan melalui praktik kebersihan diri dan lingkungan yang baik. Peningkatan pengetahuan tentang skabies sangat penting untuk mengurangi risiko dan penyebaran infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh promosi kesehatan menggunakan video animasi dalam meningkatkan pengetahuan anak-anak di panti rehabilitasi tentang pencegahan dan penanganan skabies. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan rancangan one group Pre-test–Post-test, melibatkan 50 responden yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan pada Juni 2023 melalui Pre-testsebelum penayangan video animasi, dan Post-test dilakukan 15 hari setelah penayangan video animasi pada responden yang sama. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dari median 16,50 pada Pre-test menjadi 19,00 pada Post-test, dengan nilai p-value yang sangat signifikan (0,000). Penemuan ini menegaskan bahwa video animasi efektif sebagai alat untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan skabies di kalangan anak-anak panti rehabilitasi. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Remaja, Skabies, Video Animasi
PENERAPAN BLOWING BALLON EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN SATURASI OKSIGEN Pipit Audina Kartika Timur; Yasinta K Dakhi; Theresia Budi Lestari
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.20618

Abstract

Gangguan pernapasan seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan yang sering ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi ini ditandai dengan adanya obstruksi jalan napas, penurunan ventilasi alveoli, serta gangguan pertukaran gas yang berdampak pada penurunan saturasi oksigen dan peningkatan frekuensi napas. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah teknik relaksasi pernapasan breathing relaxation melalui blowing balloon exercise. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan blowing balloon exercise terhadap peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas pada pasien dengan masalah pernapasan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek penelitian terdiri dari dua pasien dengan diagnosis medis PPOK dan suspek TB paru yang dirawat di ruang rawat penyakit dalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pemeriksaan fisik meliputi pengukuran saturasi oksigen, frekuensi napas, dan keluhan sesak napas sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi blowing balloon exercise diberikan selama 2 hari dengan frekuensi 3 sesi dalam sehari, setiap sesi terdiri dari 8 kali tiupan dengan durasi 10–15 menit sesuai toleransi pasien. Variabel yang diukur meliputi saturasi oksigen (SpO₂) dan frekuensi napas (RR) yang diobservasi sebelum, selama, dan setelah intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil pengelolaan kasus menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen dan penurunan frekuensi napas pada kedua pasien setelah diberikan blowing balloon exercise. Pasien PPOK dan TB Paru  menunjukkan peningkatan SpO₂ yang lebih stabil disertai penurunan RR, Secara subjektif, kedua pasien melaporkan penurunan sesak napas sehingga bisa bernafas dengan lega dan dapat meningkatkan  rasa nyaman setelah intervensi.