Suroto Suroto
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Terapi Relaksasi Benson terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Chronic Kidney Disease yang Menjalani Hemodialisis Dessy Hadrianti; Suroto Suroto; Yurida Olviani; Jenny Saherna; Nova Rizkiah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.20789

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) continues to show a rising prevalence both globally and in Indonesia, with many patients requiring hemodialysis as a primary treatment. However, the dependency on long-term therapy and the need for lifestyle adjustments often lead to psychological stress, particularly anxiety. Benson relaxation therapy, a non-pharmacological method involving deep breathing and spiritual focus, has been recognized as a potential strategy for alleviating anxiety symptoms.This study aimed to evaluate the effectiveness of Benson relaxation therapy in reducing anxiety levels among CKD patients undergoing hemodialysis at Ulin Hospital, Banjarmasin. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed. The population consisted of 431 patients from the hospital’s hemodialysis unit, and 30 respondents were selected using purposive sampling. Anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).Prior to the intervention, most participants experienced moderate to severe anxiety, with 12 patients (40.0%) in each category. Post-intervention results revealed that 22 patients (73.3%) no longer experienced anxiety, while 4 patients (13.3%) remained in the mild to moderate categories. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant difference between pretest and posttest anxiety scores (Z = -4.789, p = 0.000; p 0.05).These findings indicate that Benson relaxation therapy is effective in reducing anxiety among CKD patients undergoing hemodialysis and may serve as a supportive, non-pharmacological intervention in clinical practice. Keywords: Chronic Kidney Failure, Hermodialisis, Benson Relaxation Therapy.  ABSTRAK Gagal ginjal kronik merupakan salah satu penyakit yang menunjukan peningkatan kasus di Indonesia maupun dunia, dengan banyak pasien yang memerlukan terapi hemodialisis sebagai terapi utama, namun prosedur ini sering menimbulkan tekanan kecemasan dan psikologis akibat perubahan gaya hidup serta ketergantungan jangka panjang. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dapat mengurangi kecemasan adalah terapi relaksasi Benson, yaitu teknik pernapasan dalam yang dipadukan dengan elemen spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiefektivitas terapi benson terhadap tingkat kecemasan pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam studi ini mencakup seluruh pasien di ruang Hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin dengan junlah 431 pasien pada bulan terakhir, sampel terdiri dari 30 responden yang dipilih melalui metode Teknik Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil pengukuran awal sebagian besar pasien Chronic Kidney Disease sebelum terapi Benson mengalami kecemasan dalam kategori sedang dan berat, masing-masing sebanyak 12 orang (40,0%). Sedangkan, tingkat kecemasan mayoritas pasien sesudah terapi Benson mengalami, yaitu 22 orang (73,3%), tidak lagi mengalami kecemasan, sementara masing masing 4 pasien (13,3%) mengalami kecemasan dalam kategori ringan dan sedang. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukan nilai Z = - 4,789 dan p = 0,000 ( p 0,05 ), analisis hasil menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi, yang menegaskan bahwa terapi relaksasi benson berkontribusi positif dalam mengurangi kecemasan pada pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialysis di RSUD Ulin Banjarmasin. Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Terapi Relaksasi Benson
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Perawatan Pada Pasien Post Operasi Katarak di Poliknik Mata Rumah Sakit Islam Banjarmasin Siti Maulidah; Yurida Olviani; Suroto Suroto; Eka Damayanti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.21393

Abstract

ABSTRACT Cataract is one of the leading causes of blindness in Indonesia. Cataract surgery is an effective solution to restore visual function; however, the success of the surgery is not solely determined by the medical procedure, but also by the patient's adherence to postoperative care. One of the key factors influencing adherence is family support. This study aims to examine the relationship between family support and adherence to postoperative care among cataract surgery patients at the Eye Clinic of the Islamic Hospital in Banjarmasin. This research employed a quantitative method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 56 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire measuring two variables: family support and care adherence. The data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The findings revealed that most respondents received good family support and demonstrated a high level of adherence to postoperative care. The study concludes that there is a significant relationship between family support and adherence to postoperative care (p = 0.001 0.05). Family support plays an important role in enhancing patient adherence during the postoperative recovery period. Healthcare professionals are encouraged to involve family members in patient education to optimize the recovery process. Keywords: Family Support, Cataract, Adherence, Care, Postoperative  ABSTRAK Katarak merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di Indonesia. Operasi katarak menjadi solusi yang efektif untuk mengembalikan fungsi penglihatan, namun keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh prosedur medis, melainkan juga oleh kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan pasca operasi. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kepatuhan tersebut adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan perawatan pada pasien post operasi katarak di Poliklinik Mata Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 56 responden yang diambil melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari dua variabel: dukungan keluarga dan kepatuhan perawatan. Data dianalisis menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga dalam kategori baik dan tingkat kepatuhan dalam perawatan juga tergolong tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan perawatan (p = 0,001 0,05). Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap perawatan pascaoperasi. Diharapkan tenaga kesehatan dapat melibatkan keluarga dalam proses edukasi agar proses pemulihan pasien berjalan optimal. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Katarak, Kepatuhan, Perawatan, Post-  Operasi