Fathimah Sulistyowati Sigit
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Koeksistensi Obesitas dan Anemia Sebagai Beban Ganda Malnutrisi di Level Individu pada Mahasiswi Kesehatan dan Non-Kesehatan Universitas X di Indonesia Qori Az-Zahra; Fathimah Sulistyowati Sigit; Noviyana Noviyana; Nadia Siratunnisak; Rissa Rizkiia Zulrafli
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24730

Abstract

ABSTRACT Anemia and obesity remain prevalent nutritional problems among young adults and may occur simultaneously as a manifestation of the double burden of malnutrition at the individual level. In Indonesia, studies examining the coexistence of anemia and obesity among female university students, particularly based on faculty background, remain limited, despite the fact that differences in academic disciplines may influence lifestyle, health literacy, and behaviors related to these conditions. This study aimed to describe the prevalence of anemia, obesity, and their coexistence, as well as to analyze the association between faculty groups (health and non-health) and the coexistence of anemia and obesity among female students at University X in Indonesia. This study employed a cross-sectional design using secondary data obtained from health examinations of first-year female students at University X in 2025. A total of 1,196 students were included in the final analysis. Data analysis comprised univariate analysis to describe respondent characteristics and variable distributions, and bivariate analysis using the Chi-square test to assess the association between faculty groups and the coexistence of anemia and obesity, followed by post hoc analysis using Tukey-adjusted pairwise comparisons. The results showed that the prevalence of anemia was 14.3%, while obesity prevalence reached 47.2%. The coexistence of anemia and obesity as a manifestation of the individual-level double burden of malnutrition was identified in 4.9% of participants. Bivariate analysis indicated no statistically significant association between faculty groups (health and non-health) and the coexistence of anemia and obesity (p = 0.958). In conclusion, anemia, obesity, and their coexistence remain prevalent among female students at University X. However, academic faculty background was not associated with differences in the occurrence of the individual-level double burden of malnutrition. Keywords: Anemia, Obesity, Double Burden of Malnutrition, Female Students, Health and Non-Health Faculties.  ABSTRAK Anemia dan obesitas merupakan permasalahan gizi yang masih banyak ditemukan pada kelompok dewasa muda dan dapat terjadi secara bersamaan sebagai bentuk beban ganda malnutrisi pada tingkat individu. Di Indonesia, kajian mengenai koeksistensi anemia dan obesitas pada mahasiswi, khususnya berdasarkan latar belakang fakultas, masih terbatas, padahal perbedaan jurusan perkuliahan berpotensi memengaruhi gaya hidup, tingkat literasi kesehatan, serta perilaku terkait kondisi tersebut secara bersamaan. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi anemia, obesitas, serta koeksistensi keduanya, serta menganalisis hubungan antara kelompok fakultas (kesehatan dan non-kesehatan) dengan kejadian koeksistensi anemia dan obesitas pada mahasiswi Universitas X di Indonesia.Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder hasil pemeriksaan kesehatan mahasiswi baru Universitas X tahun 2025. Jumlah sampel akhir yang dianalisis sebanyak 1.196 mahasiswi. Analisis data meliputi analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara kelompok fakultas dengan kejadian koeksistensi anemia dan obesitas, dilanjutkan dengan analisis lanjut (post hoc) berupa estimasi perbandingan antar kelompok menggunakan penyesuaian metode Tukey. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia sebesar 14,3% dan prevalensi obesitas sebesar 47,2%. Koeksistensi anemia dan obesitas sebagai manifestasi beban ganda malnutrisi pada tingkat individu ditemukan sebesar 4,9%. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kelompok fakultas (kesehatan dan non-kesehatan) dengan kejadian koeksistensi anemia dan obesitas (p = 0,958). Dapat disimpulkan bahwa anemia, obesitas, dan koeksistensi keduanya masih ditemukan pada mahasiswi Universitas X. Namun, latar belakang jurusan perkuliahan tidak berhubungan dengan perbedaan kejadian beban ganda malnutrisi pada tingkat individu. Kata Kunci: Anemia, Obesitas, Beban Ganda Malnutrisi, Mahasiswi, Fakultas Kesehatan dan Non-Kesehatan.
Hubungan Rasio Lingkar Pinggang Terhadap Tinggi Badan dengan Tekanan Darah Pada Kelompok Usia Dewasa Muda di Perguruan Tinggi Nadia Siratunnisak; Fathimah Sulistyowati Sigit; Noviyana Noviyana; Qori Az-Zahra
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25176

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a major non-communicable disease with a substantial global epidemiological burden. The World Health Organization estimates that approximately 1.4 billion adults worldwide are living with hypertension. Its prevalence reaches nearly one-third of the adult population and has shown an increasing trend among young adults. In Indonesia, the prevalence of hypertension among individuals aged ≥18 years is 30.8%. One of the main modifiable risk factors is obesity, particularly central obesity, which is characterized by excessive abdominal fat accumulation and has a stronger association with elevated blood pressure than general obesity. The waist-to-height ratio (WHtR) is a simple and effective anthropometric indicator for assessing central obesity and cardiometabolic risk.This study aimed to analyze the association between central obesity, as measured by WHtR, and hypertension among young adults in a university setting. A cross-sectional study design was employed using secondary data obtained from health examinations of first-year university students conducted at a university-based healthcare facility in Depok City. A total of 2,234 respondents were included in the analysis. Central obesity was defined as WHtR ≥0.5, while hypertension was defined as systolic blood pressure ≥140 mmHg and/or diastolic blood pressure ≥90 mmHg. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. The results showed that the prevalence of hypertension among respondents was 47.1%, while the prevalence of central obesity based on WHtR was 65.4%. The Chi-square test indicated a statistically significant association between central obesity and hypertension among young adults (p 0.001). Respondents with central obesity had 1.82 times higher odds of developing hypertension compared to those without central obesity (OR = 1.82; 95% CI: 1.52–2.18).In conclusion, central obesity as measured by the waist-to-height ratio is significantly associated with hypertension among young adults. Keywords: Central Obesity, Waist-To-Height Ratio, Hypertension, Young Adults.  ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan beban epidemiologi yang tinggi secara global.  World Health Organization melaporkan bahwa sekitar 1,4 miliar orang dewasa di dunia hidup dengan hipertensi. Dengan prevalensi mencapai sepertiga populasi dewasa dan Cenderung mengalami peningkatan pada usia dewasa muda. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 30,8% pada penduduk usia ≥18 tahun. Salah satu faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi adalah obesitas, khususnya obesitas sentral yang ditandai oleh akumulasi lemak abdominal dan memiliki hubungan yang lebih kuat dengan peningkatan tekanan darah dibandingkan obesitas umum. Rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan (RLPTB) merupakan indikator antropometri yang sederhana dan efektif dalam menilai obesitas sentral serta risiko kardiometabolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan obesitas sentral berdasarkan RLPTB dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa muda di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang Yang bersumber dari data hasil pemeriksaan kesehatan mahasiswa baru di salah satu fasilitas pelayanan Kesehatan berbasis perguruan tinggi di Kota Depok. Dengan jumlah sampel sebanyak 2.234 responden. Obesitas sentral ditentukan berdasarkan RLPTB ≥0,5, sedangkan kejadian hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi pada responden sebesar 47,1%, dan prevalensi obesitas sentral berdasarkan RLPTB sebesar 65,4%. Berdasarkan uji chi-square menunjukkan bahwa obesitas sentral memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa muda (p 0,001). Responden dengan obesitas sentral memiliki peluang 1,82 kali lebih besar untuk mengalami hipertensi dibandingkan dengan responden yang tidak obesitas (OR = 1,82; 95% CI: 1,52–2,18). Dapat disimpulkan bahwa obesitas sentral berdasarkan RLPTB berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa muda. Kata Kunci: Obesitas Sentral, Rasio Lingkar Pinggang Terhadap Tinggi Badan, Hipertensi, Remaja, Dewasa Muda.