Syahrir Syahrir
Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Remaja terhadap Kesehatan Reproduksi pada Siswa SMA/K di Kota Kupang Tivanya Saridevi Rohi; Kristian Ratu; Syahrir Syahrir; Ika Febianti Buntoro
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24393

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls are categorized as a vulnerable population to reproductive health issues, which is caused by the dynamics of biological and psychosocial changes that occur rapidly during this developmental phase. Insufficient knowledge can negatively influence their attitudes toward reproductive health and increase the risk of unhealthy behaviors. Objective: This study aimed to analyze the relationship between knowledge level and attitudes toward reproductive health among junior high school girls in Kupang City. Methods: This quantitative analytic study employed a cross-sectional design, involving 95 female students from grades VIII and IX across three junior high schools in Kupang City, selected via proportional sampling. Data were collected using validated and reliable questionnaires and analyzed using the Chi-Square or Fisher-Freeman-Halton Exact Test with a significance level of 0.05. Results: The majority of respondents demonstrated good knowledge and positive attitudes toward reproductive health. Statistical analysis revealed a significant relationship between knowledge level and attitudes (p 0.05). Conclusion: Better knowledge plays a crucial role in fostering more positive attitudes toward reproductive health. Therefore, strengthening reproductive health education in the school environment is highly recommended.  Keywords: Knowledge, Attitude, Adolescent Girls, Reproductive Health, Kupang City.  ABSTRAK Remaja putri dikategorikan sebagai populasi yang rentan (vulnerable) terhadap isu-isu kesehatan reproduksi, yang diakibatkan oleh dinamika perubahan biologis dan psikososial yang berlangsung secara cepat pada fase perkembangan ini. Kurangnya pengetahuan yang memadai dapat memengaruhi sikap remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi dan meningkatkan risiko perilaku tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang kesehatan reproduksi pada siswi SMP di Kota Kupang. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 95 siswi kelas VIII dan IX dari tiga SMP di Kota Kupang, yang dipilih melalui sampling proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square atau Fisher-Freeman-Halton Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik dan sikap yang positif terhadap kesehatan reproduksi. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri (p 0,05). Kesimpulan: Pengetahuan yang lebih baik berperan penting dalam membentuk sikap yang lebih positif terhadap kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, penguatan edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah sangat direkomendasikan. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi, Kota Kupang.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Sabut Kelapa (Cocos nucifera L.) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923 Ema Cristiane Ika Dapa Taka Cristiane; Insani Fitrahuil Jannah; Syahrir Syahrir; Regina Marvina Hutasoit
Jurnal Keilmuan dan Keislaman Vol. 5, No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jkk.v5i1.947

Abstract

Infeksi bakteri Staphylococcus aureus masih menjadi masalah kesehatan global, terutama dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif dari bahan alam. Sabut kelapa (Cocos nucifera L.) diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol sabut kelapa terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 25923. Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan metode difusi cakram Kirby–Bauer pada media Mueller Hinton Agar. Ekstrak etanol sabut kelapa diuji pada tujuh konsentrasi bertingkat (100%; 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,125%; dan 1,56%) dengan amoksisilin sebagai kontrol positif dan akuades steril sebagai kontrol negatif. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat (mm) yang terbentuk setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37°C. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Shapiro–Wilk, Levene test, dan Welch ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak menghasilkan zona hambat terhadap Staphylococcus aureus. Aktivitas tertinggi diperoleh pada konsentrasi 100% dengan rata-rata diameter zona hambat 23,43 mm (kategori sangat kuat), sedangkan konsentrasi lainnya berada dalam kategori kuat. Kontrol positif menunjukkan zona hambat lebih besar (36,25 mm), sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan hambatan. Peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan daya hambat, menunjukkan hubungan konsentrasi–respon yang konsisten. Aktivitas antibakteri ini diduga berkaitan dengan kandungan flavonoid, tanin, fenol, terpenoid, dan alkaloid yang bekerja melalui berbagai mekanisme kerusakan sel bakteri. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol sabut kelapa memiliki potensi sebagai antibakteri alami terhadap Staphylococcus aureus dan berpeluang dikembangkan lebih lanjut melalui pengujian lanjutan seperti penentuan MIC, MBC, serta uji toksisitas.