Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Diversifikasi Pendapatan Petani Untuk Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Septina Louisa Siahaya; Chrestiana Aponno; Maria Juneferstina; Diar Muzna tangke; Angel Merlyn Pattimahu; Hasmawati Hasmawati; Shella Kriekhoff
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 3 Nomor 1, Juni 2026
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/dcs.v3i1.271

Abstract

Peran sektor pertanian sangat penting dalam perekonomian namun petani sebagai pelaku utama mendapatkan penghasilan atau pendapatan yang tidak menentu diakibatkan oleh fluktuasi harga pasar, perubahan cuaca, serta risiko gagal panen akibat serangan hama dan penyakit tanaman. maka diperlukan diversifikasi pendapatan sehingga sumber pendapatan petani bukan saja dari hasil pertanian yang harganya cenderung rendah. Wayari Desa Suli, Kabupaten Maluku Tengah merupakan salah satu lokasi pertanian dengan subsektor hortikultura berupa sayuran dengan sumber pendapatan petani hanya dari hasil pertanian saja. Kegiatan sosialisasi ini diperuntukan kepada petani dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman pentingnya diversifikasi pendapatan petani sehingga diharapkan petani dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki secara maksimal dan menambah nilai tambah. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh perwakilan petani dengan diawali dengan pemaparanmateri dan diskusi secara intensif. Diversifikasi pendapatan yang dapat dilakukan yaitu dengan membuat produk turunan dari hasil panen, diversifikasi usaha non pertanian (perdagangan kecil, kerajinan tangan, ataupun bidang jasa transportasi), dan perluasan akses pasar menggunakan platform digital. Untuk melakukan diversifikasi pendapatan, petani di Wayari Desa Suli masih memiliki kendala diantaranya kurangnya permodalan, pengetahuan dan keterampilan petani masih kurang, akses pasar terbatas, risiko usaha yang lebih tinggi dan faktor sosial dan budaya petani.
AI-Driven Green Technology Adoption and Sustainable Tourism Behavior: An Extended Technology Acceptance Model Zany Irayati Aunalal; Andrie Christina Salhuteru; Shella Kriekhoff; Jessy Juniu Hahury; Grace Fredriksz
Indonesian Journal of Enterprise Architecture Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Enterprise Architecture
Publisher : Global Research and Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/ijea.v3i2.427

Abstract

This study examines the determinants of AI-driven green technology adoption and their implications for sustainable tourism behavior in environmentally sensitive destinations. Drawing on the Technology Acceptance Model, the study extends the framework by incorporating green technology trust and environmental concern to explain how users form attitudes toward AI-enabled green tourism technologies and how these attitudes translate into sustainable behavioral intention and actual behavior. Data were collected through a survey and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling. The results show that perceived ease of use (β = 0.388; t = 10.819), green technology trust (β = 0.274; t = 7.670), and environmental concern (β = 0.194; t = 4.993) significantly influence attitudes toward green tourism technologies. In addition, attitude has a significant positive effect on sustainable behavioral intention (β = 0.545; t = 17.218), which subsequently exerts a strong effect on actual sustainable tourism behavior (β = 0.656; t = 24.675). These findings suggest that accessible, reliable, and environmentally credible AI-enabled tourism technologies can strengthen responsible tourism practices. The study contributes to the literature by demonstrating that technology-related perceptions and pro-environmental orientation jointly shape sustainable tourism behavior. It also offers practical implications for destination managers and tourism service providers seeking to design digital sustainability initiatives in ecologically fragile tourism contexts.