ABSTRAK Nyeri menstruasi (dismenore) merupakan keluhan umum pada remaja putri yang dapat mengganggu aktivitas belajar, istirahat, dan kehidupan sehari-hari. Pengelolaan nyeri menstruasi secara mandiri melalui kompres hangat dan pijat perut (abdominal massage) terbukti efektif dan aman, namun remaja kurang paham dalam melakukannya. Tujuan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah mewujudkan SDG’s 3, yaitu menjamin kesehatan dan kesejahteraan remaja putri. Kegiatan dilakukan pada perempuan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Pekanbaru dengan metode partisipatif meliputi: a) Pendidikan kesehatan dengan metode ceramah interaktif dan diskusi; b) Pendampingan dalam praktik langsung dalam penatalaksanaan kompres hangat dan pijat perut untuk mengurangi nyeri menstruasi. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata nilai pengetahuan yang signifikan dari sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 76,00 menjadi 92,00. Selama pelaksanaan, terlihat peserta antusias, aktif bertanya, berdiskusi, dan mempraktikkan teknik yang diajarkan dengan tepat dan benar. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis partisipatif dan praktik langsung efektif meningkatkan pemahaman remaja tentang dismenore serta mendorong penerapan strategi pengelolaan nyeri menstruasi secara mandiri. Kata Kunci: Dismenore, Kompres Hangat, Nyeri Menstruasi, Pendidikan Kesehatan, Pijat Perut. ABSTRACT Menstrual pain (dysmenorrhea) is a common complaint among adolescent girls that can disrupt learning activities, rest, and daily life. Self-management of menstrual pain through warm compresses and abdominal massage has been proven to be effective and safe; however, many adolescents lack adequate knowledge on how to perform these techniques properly. This Community Service Programme (PKM) aims to contribute to achieving Sustainable Development Goal (SDG) 3, which focuses on ensuring the health and well-being of adolescent girls. The programme was conducted among female students at a public junior high school in Pekanbaru using a participatory approach, including: (a) health education through interactive lectures and discussions; and (b) hands-on assistance in practising warm compress application and abdominal massage for menstrual pain relief. The results showed a significant increase in the average knowledge score, from 76.00 before the health education intervention to 92.00 afterwards. During implementation, participants demonstrated high enthusiasm, actively asked questions and engaged in discussions, and correctly performed the taught techniques. This programme demonstrates that participatory health education combined with practical training is effective in improving adolescents’ understanding of dysmenorrhea and encouraging the independent application of menstrual pain management strategies. Keywords: Dysmenorrhea, Warm Compress, Menstrual Pain, Health Education, Abdominal Massage.