Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penggunaan Terapi Komplementer dalam Meningkatkan Outcome Perawatan Pasien dengan Kanker Payudara: Scoping Review Surya Wahyuni; Ainur Rahma; Slamet Aminanto; Arifin Triyanto
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.79810

Abstract

Background: Breast cancer long-term treatment can cause side effect. Patients can use complementary treatment therapy which is causing gentler side effects and cutting treatment costs.Objective: To determine the effectiveness of complementary therapies in breast cancer patients according to scientific literature.Method: The literature search was conducted in four electronic data sources, namely PubMed, Sage Journal, Scopus, and Cochrane Library. The search used PCC with the keywords “Complementary Therapy” OR “Herbal Therapy” AND “Breast Cancer”. Inclusion criteria from the study were namely in English, in the year 2017-2022, a type of randomized controlled trial study, population of people with breast cancer. The selected literatures were analyzed using Arskey & O’Malley Framework and then data extraction were carried out.Result: The number of eligible’s articles to analyze were 6 of articles. Complementary therapy conducted in the articles were combination of Mantra meditation and listening to music, reflexology, mindful yoga, yoga, music therapy, and peppermint oil aromatherapy. The benefits of this therapy included overcoming cognitive disorders, reducing fatigue and anxiety, treating nausea, vomiting, and anorexia due to chemotherapy, increasing physical activity, and saving on treatment costs.Conclusion: The application of complementary interventions (such as combination of Mantra meditation and listening to music, reflexology, mindful yoga, yoga, music therapy, and peppermint oil aromatherapy) is effective in increasing outcome of the patient with breast cancer treatment.ABSTRAKLatar belakang: Efek samping dapat muncul akibat pengobatan jangka panjang kanker payudara. Dalam rangka mengatasinya dapat dilakukan terapi komplementer karena memiliki efek samping yang lebih sedikit dan biaya lebih murah. Terapi komplementer dapat mengurangi berbagai keluhan yang dirasakan oleh pasien kanker, seperti penurunan kemampuan kognitif, mengurangi kelelahan, kecemasan, mual dan muntah. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi komplementer pada pasien kanker payudara dalam literatur ilmiah.Metode: Pencarian literatur dilakukan di empat sumber data elektronik, yaitu PubMed, Sage Journal, Scopus, dan Cochrane Library. Pencarian tersebut menggunakan PCC dengan kata kunci “Complementary Therapy” OR “Herbal Therapy” AND “Breast Cancer”. Kriteria inklusi dalam pencarian literatur, yaitu berbahasa Inggris dan tahun terbit 2017-2022, jenis penelitian randomized controlled trial, dengan populasi penderita kanker payudara. Literatur terpilih selanjutnya dianalisis menggunakan Arskey & O’Malley Framework, kemudian dilakukan ekstraksi data.Hasil: Jumlah artikel yang eligible untuk dianalisis sebanyak 6 artikel. Terapi komplementer yang digunakan dalam 6 artikel tersebut, yaitu kombinasi meditasi Mantra sambil mendengarkan musik, pijat refleksi, mindful yoga, yoga, terapi musik, dan aromaterapi menggunakan minyak daun mint. Manfaat yang diterima pasien, di antaranya mengatasi gangguan kognitif, mengatasi kelelahan dan kecemasan, mengobati mual muntah dan anoreksia akibat kemoterapi, meningkatkan aktivitas fisik, dan menghemat biaya perawatan.Simpulan: Penerapan intervensi komplementer (dalam bentuk kombinasi meditasi Mantra sambil mendengarkan musik, pijat refleksi, mindful yoga, yoga, terapi musik, dan aromaterapi menggunakan minyak daun mint) pada pasien kanker payudara, terbukti efektif dalam meningkatkan outcome perawatan pasien dengan kanker payudara.
Edukasi Cuci Tangan Tepung Sela Cipuput pada Anak Usia Prasekolah dengan Metode Audiovisual dan Demonstrasi Hanum, Syafrida; Pitaloka, Rika Diah; Tesa, Auliana; Siregar, Nabilah; Dianti, Puteri; Wahyuni, Surya; Cleodora, Cindy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.516

Abstract

Anak usia prasekolah memiliki kerentanan tinggi terhadap penyakit menular seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat imunitas yang belum matang serta keterbatasan perilaku hidup bersih, khususnya kebersihan tangan. Cuci tangan dengan benar terbukti efektif menurunkan angka kejadian penyakit menular pada kelompok usia ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan cuci tangan anak prasekolah melalui metode edukasi interaktif berbasis audiovisual dan lagu Tepung Sela Cipuput. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Agustus 2025 di TK Akramunnas Pekanbaru dengan peserta 53 anak prasekolah. Intervensi meliputi penayangan media audiovisual, demonstrasi, praktik bersama, serta penggunaan lagu edukatif sebagai media pembelajaran. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keterampilan cuci tangan sesuai standar WHO pada pre dan post intervensi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan cuci tangan anak: sebelum intervensi 98,11% anak tidak mampu melakukan langkah cuci tangan dengan benar, sementara setelah intervensi 26,42% anak mampu melakukan seluruh langkah secara mandiri dan 73,58% mampu melakukan sebagian langkah dengan bantuan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukasi partisipatif dengan kombinasi audiovisual, demonstrasi, dan lagu anak efektif meningkatkan keterampilan cuci tangan pada anak prasekolah. Metode Tepung Sela Cipuput yang sederhana, menyenangkan, dan kontekstual dapat menjadi alternatif strategi promosi kesehatan berbasis sekolah untuk membentuk kebiasaan hidup bersih sejak dini.
Pendidikan Kesehatan tentang Cara Mengurangi Nyeri Menstruasi dengan Kompres Hangat dan Pijat Perut Pada Remaja Misrawati Misrawati; Sri Utami; Surya Wahyuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.24645

Abstract

ABSTRAK Nyeri menstruasi (dismenore) merupakan keluhan umum pada remaja putri yang dapat mengganggu aktivitas belajar, istirahat, dan kehidupan sehari-hari. Pengelolaan nyeri menstruasi secara mandiri melalui kompres hangat dan pijat perut (abdominal massage) terbukti efektif dan aman, namun remaja kurang paham dalam melakukannya. Tujuan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah mewujudkan SDG’s 3, yaitu menjamin kesehatan dan kesejahteraan remaja putri. Kegiatan dilakukan pada perempuan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Pekanbaru dengan metode partisipatif meliputi: a) Pendidikan kesehatan dengan metode ceramah interaktif dan diskusi; b) Pendampingan dalam praktik langsung dalam penatalaksanaan kompres hangat dan pijat perut untuk mengurangi nyeri menstruasi. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata nilai pengetahuan yang signifikan dari sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 76,00 menjadi 92,00. Selama pelaksanaan, terlihat peserta antusias, aktif bertanya, berdiskusi, dan mempraktikkan teknik yang diajarkan dengan tepat dan benar. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis partisipatif dan praktik langsung efektif meningkatkan pemahaman remaja tentang dismenore serta mendorong penerapan strategi pengelolaan nyeri menstruasi secara mandiri. Kata Kunci: Dismenore, Kompres Hangat, Nyeri Menstruasi, Pendidikan Kesehatan, Pijat Perut.  ABSTRACT Menstrual pain (dysmenorrhea) is a common complaint among adolescent girls that can disrupt learning activities, rest, and daily life. Self-management of menstrual pain through warm compresses and abdominal massage has been proven to be effective and safe; however, many adolescents lack adequate knowledge on how to perform these techniques properly. This Community Service Programme (PKM) aims to contribute to achieving Sustainable Development Goal (SDG) 3, which focuses on ensuring the health and well-being of adolescent girls. The programme was conducted among female students at a public junior high school in Pekanbaru using a participatory approach, including: (a) health education through interactive lectures and discussions; and (b) hands-on assistance in practising warm compress application and abdominal massage for menstrual pain relief. The results showed a significant increase in the average knowledge score, from 76.00 before the health education intervention to 92.00 afterwards. During implementation, participants demonstrated high enthusiasm, actively asked questions and engaged in discussions, and correctly performed the taught techniques. This programme demonstrates that participatory health education combined with practical training is effective in improving adolescents’ understanding of dysmenorrhea and encouraging the independent application of menstrual pain management strategies. Keywords: Dysmenorrhea, Warm Compress, Menstrual Pain, Health Education, Abdominal Massage.
Sebuah Kajian Literatur Tentang Pengalaman Pasien Kanker Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19: A Literature Review on the Experience of Cancer Patients in Facing the Covid-19 Pandemic Made Satya Nugraha Gautama; Surya Wahyuni; Muflihul Huda; Istiqomah Nur Khasanah; Ulfa Hikmawati; Slamet Aminanto; Stefany Putri Sahureka; Orin Juliastuty Terawati Rizal
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 19 No. 1 (2023): NJK Volume 19, Number 1
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v19i1.55

Abstract

The COVID-19 pandemic has caused various problems for cancer patients. Complaints related to changes in the medication process to the high risk of contracting COVID-19. This qualitative literature study aims to find out what the experiences of cancer patients are like during the COVID-19 pandemic. Articles were searched through Sciencedirect, Sage, Pubmed, and Scopus databases. Keywords using the PCC approach (Population (or participants)/Concept/Context) namely population "patient with cancer OR cancer patient"; concept "experience AND qualitative study" and context "COVID-19 pandemic". The methodological quality of the article findings used assessment tools for Qualitative Research from the Joanna Briggs Institute. A total of 10 articles were analyzed. The COVID-19 pandemic provides cancer patients with experiences in decision making and undergoing therapy and has a positive and negative impact on cancer patients and caregivers. During the pandemic, cancer patients have many considerations related to information, family involvement, and treatment decisions during the pandemic. The anxiety experienced is a special challenge felt by cancer patients and caregivers during a pandemic. It is hoped that care services are aware of this situation, reduce the worries of cancer patients and treatment can still run well during a pandemic.
Pengetahuan Orang Tua Tentang Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini Nabilah Siregar; Syafrida Hanum; Rika Diah Pitaloka; Surya Wahyuni
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1327

Abstract

Insiden kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia selama tahun 2024 sebanyak 11.711 kasus. Sedangkan jumlah kekerasan seksual pada anak di provinsi Riau tahun 2024 mencapai 615 kasus. Minimnya pengetahuan dan kesiapan orang tua dalam menyampaikan informasi yang sesuai menyebabkan anak-anak rentan terhadap kekerasan seksual dan kesalahpahaman tentang tubuh mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks pada anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan desain cross sectional yang dilakukan pada tanggal 02-23 September 2025. Sampel berjumlah 51 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yaitu berupa analisis univariat pengetahuan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi (persentase) dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas responden (orang tua) memiliki pengetahuan yang cukup yaitu sebanyak 38 orang (74,5%). Penulis menyarankan agar pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks pada anak usia dini dapat ditingkatkan lagi melalui berbagai media dan teknik edukasi yang sesuai, sehingga diharapkan orangtua dapat mengimplementasikan pendidikan seks pada anak usia dini dengan tepat juga.
Rekam Medis Elektronik Dalam Praktik Keperawatan Dan Pelayanan Kesehatan: Literatur Review Auliana Tesa; Puteri Dianti; Nabilah Siregar; Cindy Cleodora; Surya Wahyuni; Rika Diah Pitaloka; Syafrida Hanum
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v5i2.182

Abstract

Digitalisasi layanan kesehatan melalui rekam medis elektronik merupakan strategi global untuk meningkatkan mutu dokumentasi keperawatan serta mendukung pengambilan keputusan klinis berbasis data. Mengevaluasi dampak implementasi rekam medis elektronik terhadap akurasi dokumentasi, integritas data, efisiensi layanan, dan sikap tenaga kesehatan. Tinjauan literatur terhadap artikel dari Scopus dan Sage (2020–2025) dengan kata kunci terkait rekam medis elektronik. Dari 1.374 artikel yang teridentifikasi, enam studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Rekam medis elektronik meningkatkan akurasi diagnosis keperawatan, kelengkapan dokumentasi, dan efisiensi manajemen kasus. Tantangan tetap ada berupa kesalahan dokumentasi, keterbatasan pemanfaatan data rutin, serta kurangnya standardisasi terminologi. Sikap positif tenaga kesehatan terhadap rekam medis elektronik memerlukan dukungan organisasi, anggaran, dan infrastruktur teknologi. Keberhasilan implementasi rekam medis elektronik bergantung pada integrasi teknologi dengan kesiapan sumber daya manusia, kebijakan organisasi, dan kerangka manajemen data yang komprehensif. Temuan ini memberikan implikasi bagi kebijakan kesehatan dan pendidikan keperawatan untuk memastikan mutu dokumentasi, integritas data, serta efektivitas pengambilan keputusan berbasis bukti