ABSTRAK Masa remaja merupakan periode kritis dalam perkembangan individu yang ditandai dengan pembentukan identitas,termasuk identitas seksual. Pendidikan seksualitas yang komprehensif berperan penting dalam membekali remaja dengan pengetahuan dan sikap positif untuk mendukung perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab. KegiatanPengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positifremaja terhadap seksualitas yang sehat melalui pendekatan pendidikan seksualitas yang komprehensif. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 8 Tangerang pada 25 April 2025 dengan metode ceramah dan diskusi. Sebanyak 70 remaja putri mengikuti kegiatan ini. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 95,87 pada pre-test menjadi 96,07 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 0,2 poin. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan meskipun dilakukan dalam waktu singkat, tetap memiliki peran penting dalam memperkuat pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan seksual. Rekomendasi yang dapat diberikan dari hasil kegiatan ini adalah untuk melakukan pendidikan kesehatan secara berkelanjutan dan lebih luas di berbagai komunitas dengan pendekatan yangpartisipatif dan kontekstual sesuai kebutuhan remaja. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan Seksual, Kepercayaan Diri, Remaja, Pendidikan Resproduksi. ABSTRACT Adolescence is a critical period in individual development marked by the formation of identity, including sexual identity. Comprehensive sexuality education plays an essential role in equipping adolescents with knowledge and positive attitudes to support healthy and responsible sexual behavior. This community service activity aimed toimprove adolescents' knowledge and shape positive attitudes toward healthy sexuality through a comprehensive sexuality education approach. The activity was conducted at SMA Negeri 8 Tangerang on April 25, 2025, using lecture and discussion methods. A total of 70 female adolescents participated in this activity. Evaluation was carried out using pre- and post-tests to measure knowledge improvement. The results showed an increase in the average knowledge score from 95.87 (pre-test) to 96.07 (post- test), with a gain of 0.2 points. This activity indicates that health education, even when conducted in a short period, still plays a vital role in enhancing adolescents' knowledge about reproductive and sexual health. Based on the findings, it is recommended that health education be conducted continuously and more widely in various communities using participatory and contextual approaches that meet the needs of adolescents. Keywords: Sexual Health Education, Self-Confidence, Adolescents, Reproductive Education.