Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang penting karena pada periode ini individu mengalami perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Kemampuan remaja dalam memahami dan mengelola emosi menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis serta keberhasilan akademik mereka. Literasi emosi dan self-esteem dipandang sebagai dua aspek psikologis yang berperan dalam membentuk motivasi berprestasi pada remaja. Namun, penelitian yang mengkaji hubungan ketiga variabel tersebut secara simultan pada konteks remaja sekolah menengah pertama masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi emosi dan self-esteem terhadap motivasi berprestasi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 298 siswa SMPN 4 Palu yang berusia 12–16 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Emotional Awareness Scale untuk mengukur literasi emosi, Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) untuk mengukur self-esteem, serta skala motivasi berprestasi. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi emosi dan self-esteem berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi remaja. Literasi emosi memiliki pengaruh positif yang lebih kuat terhadap motivasi berprestasi dibandingkan self-esteem. Secara simultan kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 17,5% terhadap motivasi berprestasi siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan memahami dan mengelola emosi serta penilaian positif terhadap diri sendiri merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi berprestasi remaja.