Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sistematis Kesalahan Berbahasa Indonesia Pada Generasi Muda Safira Afifah; Usiono Usiono
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 3 No. 2 (2025): April : Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v3i2.1131

Abstract

This study analyzes Indonesian language errors that are common among the younger generation, focusing on the influence of social media as one of the main causes. Data was collected from conversations on the WhatsApp platform and analyzed using a qualitative descriptive method. The results show that language errors that are often found include the use of non-standard abbreviations, spelling errors, punctuation, and capital letters. The main factors causing these errors are the habit of informal communication on social media and the lack of effective Indonesian language education. This research recommends updating Indonesian language learning methods that are relevant to the digital era as well as awareness campaigns for good language use through social media.
Tantangan dan Strategi Manajemen Kesehatan di Era Digital Dewi Agustina; Raisya Rhadella Br Ginting; Rika Aulia Maharani Srg; Safira Afifah; Afra Fitri Aulia Khair; Aiskha Tittahira; Nasyah Adzkiah Afrizal; Adevia Putri Dinanti; Fadilla Albi Harahap; Rifa Nafiah; Syaskiah Aqilah; Tommy Adhiyaksah Putra; Arkaan Fathriansyah; Natasya Balqis; Nadiyah Azka Salsabilla Azizah
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7241

Abstract

Jurnal ini membahas tantangan dan strategi manajemen kesehatan di era digital yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Transformasi digital membawa dampak besar terhadap sistem pelayanan kesehatan, terutama dalam meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan kualitas layanan. Namun, kemajuan ini juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti isu privasi data, kesenjangan digital, dan keterbatasan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengoperasikan teknologi baru. Analisis menunjukkan bahwa banyak organisasi kesehatan masih menghadapi hambatan berupa infrastruktur yang belum memadai serta kekhawatiran terhadap keamanan informasi pasien. Untuk menjawab permasalahan tersebut, diperlukan kebijakan keamanan data yang kuat, peningkatan fasilitas teknologi, serta pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya sistem manajemen kesehatan yang lebih efektif, aman, dan inklusif di era digital.