Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Lamanya Waktu Tunggu (Waiting Time) Kapal Terhadap Efisiensi Proses Kegiatan Discharge dan Loading Batu Bara pada PT Adhika Samudera Jaya Ais Sanda Putra Trisna; Faris Nofandi; Vigih Hery Kristanto; Maulidiah Rahmawati
Journal Of Business, Finance, and Economics (JBFE) Vol 6 No 1 (2025): Juni : Journal Of Business, Finance, and Economics (JBFE)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jbfe.v6i1.6615

Abstract

To support the smooth operation of activities at the port and jetty, adequate facilities and operational systems are required. Long waiting times can reduce the efficiency of the loading and unloading process and hinder other operational processes. Delays can increase the operational cycle of ships, raise operational costs, and decrease port productivity. This study aims to examine the impact of ship waiting time on the efficiency of the coal discharge and loading process at PT. Adhika Samudera Jaya. Efficiency in the loading and unloading activities is crucial for increasing productivity and reducing operational costs. The research employs a quantitative method, with data collection through direct observation and documentation. The results indicate that the duration of ship waiting time significantly affects the efficiency of the discharge and loading process, where longer waiting times lead to longer loading and unloading durations. Key factors influencing waiting time include equipment readiness, weather conditions, shipping management, and cargo availability. By improving operational planning and speeding up facility readiness, the efficiency of the coal discharge and loading process can be optimized. This finding is expected to serve as a reference for companies and port authorities in improving the quality of coal loading and unloading services.
Pengaruh Proses Behandle Oleh Bea Cukai Terhadap Biaya Tambahan Pengguna Jasa Petikemas Impor Di PT. Terminal Petikemas Surabaya Bika Mukhtaruddin; Maulidiah Rahmawati; Frita Ayu Sistyana Putri; Indah Ayu Johanda Putri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8822

Abstract

Kegiatan pemeriksaan fisik barang (behandle) merupakan salah satu proses kepabeanan yang dilakukan terhadap petikemas impor untuk memastikan kesesuaian barang dengan dokumen impor. Proses ini memerlukan aktivitas operasional tambahan yang berpotensi menimbulkan biaya tambahan bagi pengguna jasa petikemas impor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proses pemeriksaan fisik barang (behandle) terhadap biaya tambahan pengguna jasa petikemas impor di PT Terminal Petikemas Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian causal explanatory. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data operasional kegiatan behandle dan biaya tambahan selama periode Januari–Desember 2024 dengan total 36 observasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, observasi, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemeriksaan fisik barang (behandle) berpengaruh positif dan signifikan terhadap biaya tambahan pengguna jasa petikemas impor. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, sehingga hipotesis penelitian diterima. Persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y = -26.740.770,919 + 1.365.647,007X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kegiatan behandle meningkatkan biaya tambahan sebesar Rp1.365.647. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,949 menunjukkan bahwa 94,9% variasi biaya tambahan dapat dijelaskan oleh jumlah kegiatan behandle, sedangkan 5,1% dipengaruhi faktor lain di luar model. Dengan demikian, peningkatan jumlah kegiatan behandle terbukti meningkatkan biaya tambahan pengguna jasa petikemas impor.