Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kifayah dan Israf Sebagai Antitesis Perilaku Konsumtif: Tinjaun Ekonomi Syariah atas Fenomena Fear of Missing Out Handhita Mahadewi; Carinna Aulia Ramadani; Baidhowi Baidhowi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya platform media sosial telah secara fundamental mengubah perilaku konsumen, melahirkan fenomena psikologis yang dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO), sebuah kecemasan yang meluas yang mendorong individu menuju konsumsi impulsif dan berlebihan yang tidak didasarkan pada kebutuhan sejati, tetapi pada keinginan untuk menghindari pengucilan sosial. Artikel ini berpendapat bahwa ekonomi Islam, melalui prinsip kifayah (kecukupan) dan larangan israf (kemewahan), memberikan antitesis yang kuat secara normatif terhadap konsumerisme yang didorong oleh FOMO di era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-normatif dengan metode konseptual, filosofis-historis, dan hukum, studi ini mengacu pada perintah Al-Quran, hadits, dan karya teoritis Monzer Kahf dan M.A. Mannan. Temuan menunjukkan bahwa kifayah, yang berlandaskan pada hierarki maqasid al-syariah dharuriyyat, hajiyyat, dan tahsiniyyat, secara langsung melawan logika komparatif FOMO dengan menawarkan standar konsumsi internal yang berakar pada tujuan spiritual. Larangan israf memperluas kerangka ini ke keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan, menegaskan bahwa konsumsi berlebihan melanggar hak orang lain. Artikel ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai konsumsi Islami merupakan kebutuhan mendesak bagi konsumen Muslim di era digital Indonesia, dan merekomendasikan pengintegrasian literasi konsumsi berbasis maqasid ke dalam pendidikan Islam dan perumusan pedoman konsumsi digital berbasis syariah.