Syaiful Arif
UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pendekatan Metakognisi dalam Menumbuhkan Kemampuan Regulasi Diri dan Kemandirian Belajar Peserta Didik Muhammad Farid Ramansyah; Syaiful Arif
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i2.4983

Abstract

Penelitian ini mengkaji tingginya regulasi diri dan kemandirian belajar peserta didik kelas VIII MTs. Nurul Mujtahidin Ponorogo. Observasi awal menunjukkan peserta didik aktif, mandiri dalam mencari jawaban, dan siap memecahkan masalah, yang didukung oleh kebiasaan belajar dan ketersediaan buku. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor pendekatan metakognisi dalam menumbuhkan regulasi diri dan kemandirian belajar, serta membuktikan bahwa pendekatan metakognisi dapat menumbuhkan kedua aspek tersebut pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldana. Data diperoleh dari lembar wawancara, lembar angket regulasi diri, dan lembar angket kemandirian belajar peserta didik Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan metakognisi sangat efektif dalam menumbuhkan kemandirian belajar peserta didik. Mayoritas peserta didik (8 dari 12) menunjukkan kategori kemandirian belajar "Sangat Tumbuh", sementara hanya sedikit yang berada di kategori "Tidak Tumbuh" atau "Cukup Tumbuh". Ini menunjukkan bahwa strategi metakognitif mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain.Penelitian ini mengkaji tingginya regulasi diri dan kemandirian belajar peserta didik kelas VIII MTs. Nurul Mujtahidin Ponorogo. Observasi awal menunjukkan peserta didik aktif, mandiri dalam mencari jawaban, dan siap memecahkan masalah, yang didukung oleh kebiasaan belajar dan ketersediaan buku. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor pendekatan metakognisi dalam menumbuhkan regulasi diri dan kemandirian belajar, serta membuktikan bahwa pendekatan metakognisi dapat menumbuhkan kedua aspek tersebut pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldana. Data diperoleh dari lembar wawancara, lembar angket regulasi diri, dan lembar angket kemandirian belajar peserta didik Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan metakognisi sangat efektif dalam menumbuhkan kemandirian belajar peserta didik. Mayoritas peserta didik (8 dari 12) menunjukkan kategori kemandirian belajar "Sangat Tumbuh", sementara hanya sedikit yang berada di kategori "Tidak Tumbuh" atau "Cukup Tumbuh". Ini menunjukkan bahwa strategi metakognitif mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain.
Profil Kemampuan Literasi Informasi dan Kemampuan Menulis Ilmiah Peserta Didik di Madrasah Aliyah Darul Huda Rahma Ardiani; Syaiful Arif
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/tcqcp619

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era digital menuntut peserta didik memiliki kemampuan literasi informasi yang baik dalam menyaring dan memanfaatkan informasi secara tepat untuk penulisan ilmiah. Di lingkungan MA Darul Huda Ponorogo yang berbasis pesantren, terdapat tantangan berupa keterbatasan akses teknologi dan perbedaan antara tradisi literasi kitab kuning dengan tuntutan literasi akademik modern. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi informasi peserta didik, menganalisis kemampuan menulis ilmiah, serta mengidentifikasi keterkaitan antara kemampuan literasi informasi dengan kualitas penulisan paper peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 9 peserta didik kelas XII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan literasi informasi yang baik. Peserta didik mampu menentukan strategi pencarian informasi, mengevaluasi sumber yang kredibel, serta menerapkan etika akademik dalam penulisan ilmiah. Kemampuan menulis ilmiah peserta didik secara umum juga berada pada kategori baik, ditunjukkan melalui penyusunan paper yang sistematis dan penggunaan bahasa akademik yang sesuai, meskipun masih ditemukan kendala teknis seperti kesalahan pengetikan dan konsistensi sitasi. Kualitas penulisan ilmiah dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. The development of information technology in the digital era requires students to possess good information literacy skills in filtering and utilizing information appropriately for scientific writing. In the pesantren-based environment of MA Darul Huda Ponorogo, there are challenges in the form of limited access to technology and differences between traditional Islamic boarding school literacy practices and the demands of modern academic literacy. This study aims to describe students’ information literacy skills, analyze their scientific writing abilities, and identify the relationship between information literacy and the quality of students’ paper writing. This research employed a qualitative approach with a descriptive qualitative design. The research subjects consisted of nine twelfth-grade students selected through purposive sampling. Data collection techniques included questionnaires, observations, semi-structured interviews, and documentation. The results showed that students had good information literacy skills. Students were able to determine information-search strategies, evaluate credible sources, and apply academic ethics in scientific writing. Students’ scientific writing abilities were also generally categorized as good, as demonstrated by systematic paper organization and appropriate academic language use, although minor technical problems such as typographical errors and citation consistency were still found. The quality of scientific writing was influenced by internal and external factors.