Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Sabun Ramah Lingkungan: Pemberdayaan Perempuan Dan Nilai Ekonomi Maharani Pertiwi Koentjoro; Harsuko Riniwati; Wike Wike; Eti Setiawati; Lilik Wahyuni; Anyndia Putri Dwi Candra Ningtyas; Afifah Liana; Fadhil Muhamad Ashari; Alfi Muflikhah Lestari; Taufiq Hidayat; Cendy Kartika Beatriex
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v11i1.7778

Abstract

Minyak jelantah menjadi masalah lingkungan dan kesehatan yang serius di kalangan rumah tangga Indonesia, dimana hanya 30% yang didaur ulang secara tepat. Perempuan sebagai pengelola domestik paling rentan terhadap dampak kesehatan dari penggunaan minyak berulang, sementara potensi ekonomi dari limbah ini belum termanfaatkan secara optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan melalui pelatihan daur ulang minyak jelantah menjadi sabun bernilai ekonomi, sekaligus meningkatkan kesadaran gender tentang peran perempuan dalam ekonomi berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan praktik langsung, serta post-test untuk evaluasi pemahaman peserta. Kegiatan dilaksanakan pada 29 September 2025 dengan partisipasi 14 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 23,7% pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ekologis peserta. Pemahaman terhadap bahaya minyak jelantah meningkat dari rata-rata 2,10 menjadi 4,00, sedangkan keterampilan teknis pembuatan sabun meningkat dari 3,10 menjadi 3,64. Pasca pelatihan, 50% peserta memanfaatkan keterampilan untuk kebutuhan rumah tangga, 35,7% berencana memproduksi untuk dijual, dan 14,3% akan mengajarkan kepada orang lain. Program ini berhasil mencapai target 100% dan selaras dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab). Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan limbah rumah tangga dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.