Claim Missing Document
Check
Articles

KONSTRUKSI SELF DALAM EKSPRESI BAHASA GENDER: Kajian Harmoni Sosial dalam Perspektif Hermeneutika Ibrahim, Abdul Syukur; Wahyuni, Lilik
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 25, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.767 KB)

Abstract

The gain of social status, level of education, and economic power by women has altered interactional strategies between men and women. To understand the fundamental concept of I and you both men and women negotiate between self and others. The purpose of this research is to investigate the construction of self in the expressions used by men and women which includes (1) the creation of harmonious self in the expressions of men and women (2) the strategies of defining harmonious situation in the language used by both gender. This study employs the theory of impression management as part of Goffman’s dramaturgical theory of symbolic interactionism. The findings show that (1) the creation of self in the language used by both gender is realized in linguistic and pragmatic forms, (2) the strategies of defining harmonious situation are conducted by women through the validity of self-concept, demonstration of group membership, social distance, and physical stigma.
MODEL PENGIMPLEMENTASIAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS GENDER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD Wahyuni, Lilik
Jurnal Sekolah Dasar Vol 24, No 1 (2015): Tahun 24, Nomor 1, Mei 2015
Publisher : Jurnal Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.795 KB)

Abstract

Abstract: the aim of this study was to obtain implementation model of gender based character building in Indonesian lesson in elementary schools. The current study utilized developmental and experimental research design. The data was collected by using questionnaire and in-depth interview by analyzing the qualitative and quantitative data. The results of the study were the gender based policies of the schools of character, the policies of implementing the gender based character building, the blueprint of gender based character building implementation in Indonesian, and the implementation of the gender based character building.Keywords: implementation model, character building, gender, elementary schoolsAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan model pengimplementasian pendidikan karakter berbasis gender dalam pembelajaran bahasa Indonesia SD. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dan eksperimental. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan wawancara mendalam dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah kebijakan sekolah berkarakter berbasis gender, kebijakan pelaksanaan pendidikan karakter berbasis gender, kisi-kisi pengimpelementasian pendidikan karakter berbasis gender dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, dan pengimplementasian pendidikan karakter berbasis gender.Kata Kunci: model implementasi, pendidikan karakter, gender, SD.
PEMBENTUKAN CITRA DIRI DALAM PUISI KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA KARYA KH. A. MUSTOFA BISRI Wahyuni, Lilik
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.67 KB) | DOI: 10.22219/kembara.v2i2.4003

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pembentukan citra diri dalam puisi Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana karya KH. A. Mustofa Bisri. Penelitian ini menggunakan ancangan teori impression manajemen Goffman. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan interaksionisme simbolik. Sumber data penelitian ini adalah yang berjudul Kamu Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana Karya KH. Mustofa Bisri dengan data berupa ujaran yang disikapi sebagai simbol-simbol yang mengkonstruksi citra diri penutur. Hasil penelitian ini adalah pertama, bentuk linguistik digunakan penutur untuk mengkonstruk citra diri yang santun, toleran, mau diatur, dan tanggung jawab untuk menghindari konflik dengan pemerintah. Kedua, pendefinisian situasi digunakan penutur untuk menciptakan citra diri yang diterima masyarakat sebagai upaya untuk mendelegitimasi kekuatan pemerintah secara harmonis. Ketiga, pengubahan skrip dilakukan penutur untuk membentuk citra diri yang realistik dengan bertutur menggunakan skrip sastrawan.
KEKUASAAN SIMBOLIK DALAM WACANA POLITIK DI MEDIA CETAK Wahyuni, Lilik
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 20, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.411 KB) | DOI: 10.23917/kls.v20i2.4960

Abstract

As a social practice, language is used to persuade, influence, argue, refuse, maintain, and to response one’s reaction. Using language, one may practically pro- duce and reproduce authority. This article deals with the symbolic fight and the mechanism of symbolic force within politics discourse in written media. The analy- sis technique used is critical discourse analysis, especially in the interaction be- tween language and social structure. The result shows that the symbolic fight in the written media represents the practice of continuing the doxa by the orthodoxa group and of attacking it by the heterodoxa group. The strategies of fighting the doxa are by showing the orthodoxa group’s weaknesses, arousing the enmity within the group, comparing the orthodoxa group to others, and by using SARA and com- munity issues. The mechanism of the symbolic force used by the ortodoxa is the use of euphemism and censor. Key words: kekuasaan simbolik, doxa, orthodoxa, SARA, dan wacana politik.   
KONSTRUKSI SELF DALAM EKSPRESI BAHASA GENDER: Kajian Harmoni Sosial dalam Perspektif Hermeneutika Ibrahim, Abdul Syukur; Wahyuni, Lilik
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 25, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.767 KB) | DOI: 10.23917/kls.v25i1.82

Abstract

The gain of social status, level of education, and economic power by women has altered interactional strategies between men and women. To understand the fundamental concept of I and you both men and women negotiate between self and others. The purpose of this research is to investigate the construction of self in the expressions used by men and women which includes (1) the creation of harmonious self in the expressions of men and women (2) the strategies of defining harmonious situation in the language used by both gender. This study employs the theory of impression management as part of Goffman’s dramaturgical theory of symbolic interactionism. The findings show that (1) the creation of self in the language used by both gender is realized in linguistic and pragmatic forms, (2) the strategies of defining harmonious situation are conducted by women through the validity of self-concept, demonstration of group membership, social distance, and physical stigma.
KONSTRUKSI AGRILITERACY MELALUI DONGENG “DEWI SRI” Wahyuni, Lilik
Belajar Bahasa Vol 4, No 1 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.833 KB) | DOI: 10.32528/bb.v4i1.1869

Abstract

Pendidikan merupakan proses internalisasi nilai-nilai menjadi jati diri pembelajaragar melahirkan kesadaran kritis terhadap budaya lokal, salah satunya dunia agraris (agriliteracy). Agar menyenangkan, internalisasi nilai di Fakultas Pertanian dilakukan melalui matakuliah Bahasa Indonesia dengan media dongeng.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi kualitatif.Sumber data penelitian ini adalah dongeng “Dewi Sri” dengan menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan studi pustaka sebagai pengumpul data.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan eksplanasi tentang (1) pesan dan (2) peran dongeng “Dewi Sri” sebagai pembangkit imajinasi agriliterasi mahasiswa. Hasil penelitian ini adalah (1) pesan dongeng “Dewi Sri” adalah Dewi Sri merepresentasikan tanah merupakan ibu yang “melahirkan” tanam-tanaman yang dibutuhkan oleh manusia. Mahasiswa sebagai anggota masyarakat agraris harus menghargai tanah sesuai dengan budaya agrarisnya agar terbentuk integritas dan rasa syukur dan (2) peran dongeng “Dewi Sri”adalah sebagai media yang ramah dan menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan literasi ekologisebagai perekat keharmonisan hidup manusia dengan sesama dan alam yang menjadi tempat hidup dan kehidupan. 
The Development of Farmer Agrarian Literacy in Facing Changes in Times (Sample Framework in Ngawi Regency) Riyanto, Sugeng; Wahyuni, Lilik; Muchlisyiyah, Jhauharotul; Prasetyaningrum, Dian Islami
International Journal of Agricultural Social Economics and Rural Development (Ijaserd) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agribusiness Halu Oleo University Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.043 KB) | DOI: 10.37149/ijaserd.v1i2.20911

Abstract

Increased infrastructure development has significantly impacted world agriculture, generally in Indonesia and particularly in Ngawi Regency. Due to the narrowing of agricultural land is an unavoidable necessity. It can be seen in the annual loss of agricultural land due to the eroded flow of development, which will doubt harm agricultural production. Because the agricultural land is decreasing, achieving food self-sufficiency in the world in the coming years will be difficult. The fact is the cause of the narrowness of agricultural land for infrastructure development. In addressing the issues mentioned above, research into the knowledge/literacy of farmers in the Ngawi Regency is required; specifically, developing farmer knowledge will enable farmers to continue farming. According to the research's findings: farmers have a deep understanding of agriculture; they mostly learn from their parents, the Internet, and neighbors; farmers learn about pest and disease cultivation and marketing aspects from the Internet.
PEMBENTUKAN CITRA DIRI DALAM PUISI KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA KARYA KH. A. MUSTOFA BISRI Lilik Wahyuni
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i2.4003

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pembentukan citra diri dalam puisi Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana karya KH. A. Mustofa Bisri. Penelitian ini menggunakan ancangan teori impression manajemen Goffman. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan interaksionisme simbolik. Sumber data penelitian ini adalah yang berjudul Kamu Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana Karya KH. Mustofa Bisri dengan data berupa ujaran yang disikapi sebagai simbol-simbol yang mengkonstruksi citra diri penutur. Hasil penelitian ini adalah pertama, bentuk linguistik digunakan penutur untuk mengkonstruk citra diri yang santun, toleran, mau diatur, dan tanggung jawab untuk menghindari konflik dengan pemerintah. Kedua, pendefinisian situasi digunakan penutur untuk menciptakan citra diri yang diterima masyarakat sebagai upaya untuk mendelegitimasi kekuatan pemerintah secara harmonis. Ketiga, pengubahan skrip dilakukan penutur untuk membentuk citra diri yang realistik dengan bertutur menggunakan skrip sastrawan.
BUKU AJAR BAHASA INDONESIA BERBASIS JENDER SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA Lilik Wahyuni; Endang Sumarti; Rokhyanto Rokhyanto
LITERA Vol 14, No 2: LITERA OKTOBER 2015
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v14i2.7207

Abstract

AbstrakPenelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan buku ajar bahasa Indonesiaberbasis jender yang difokuskan pada: (1) karakter yang dikembangkan dalam bukuajar bahasa Indonesia berbasis jender, (2) materi pembelajaran bahasa Indonesia berbasisjender, dan (3) struktur buku ajar bahasa Indonesia berbasis jender. Rancangan penelitianmenggunakan model Dick, Carey, dan Carey yang dimodifikasi berdasarkan keperluanpengembangan. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, karakter yang dikembangkandalam buku ajar bahasa Indonesia berbasis jender adalah siswa yang mampu mengakses,berpartisipasi, mengontrol, memanfaatkan praktik kehidupan tanpa membedakan jeniskelamin. Kedua, materi pembelajaranbahasa Indonesia berbasis jender dikembangkansesuai dengan nilai-nilai jender dan nilai-nilai matapelajaran bahasa Indonesia. Ketiga,struktur buku ajar bahasa Indonesia berbasis jender harus memperhatikan: (1) strukturtampilan, (2) struktur bahasa, (3) keterpahaman,(4) struktur stimulan, (5) struktur teks(keterbacaan), dan (6) struktur materi instruksional.Kata kunci: buku ajar, berbasis jender, karakter, materi pembelajaran
PRAKTIK KONSTRUKSI JENDER DI MEDIA MASSA Lilik Wahyuni
LITERA Vol 13, No 2: LITERA OKTOBER 2014
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v13i2.2577

Abstract

The mass media is part of one of the class systems. Therefore, it becomes one of thedomination system arenas, one of which is the patriarchal norm domination. Through themass media, society carries out a symbolic contestation such as daily linguistic exchangesto construct gender. This study aims to explain: (1) verbal forms of gender construction, (2)dynamics of gender construction, and (3) gender trajectory in the mass media. The studyemployed the qualitative approach, discourse analysis, and Gadamer’s hermeneutics.Based on the analysis, the findings are as follows. First, verbal forms of gender constructionin the mass media are represented by forms of diction and expression styles showingsymbolic contestation between males and females. Second, in the mass media, there aredynamics of the maintenance and replacement of doksa. Third, the gender trajectory inthe mass media includes ideological changes and divided awareness.
Co-Authors Abdul Syukur Ibrahim Ahmad Faizi Ahmad Lani Ahmad Lani Ajizah, Lutfia Wirdatul Alfi Muflikhah Lestari Alifiulahtin Utaminingsih Almira, Nabila Sella Amami, Della Yunia Arifin, Aprilina Arifin, Nur Hikmah Arthania, Nesia Neo Ashari, Fadhil Muhamad Beatriex, Cendy Kartika Cao Jia Dany Ardhian Dhia Al Uyun, Dhia Endang Sholihatin Endang Sumarti Eti Setiawati, Eti Fitriyah, Ikhrotul Frida Siswiyanti Galisong, Ridwan Danuarta Gigit Mujianto Glorin, Grace Harsuko Riniwati Hipi, Tiara Wahyuni Rahmawati Ifit Novita Sari Igoy Aryo Bimo Ina Irawati, Ina INTAN NIRMALASARI Irfansyah, Mohamad Lutfi Ishak, Mega Maulidia Islahuddin Islahuddin Islahuddin, Islahuddin Isna, Fariha Nurul Itznaniyah Umie Murniatie Jamila Wijayanti Jhauharotul Muchlisyiyah, Jhauharotul Keppi Sukesi Khalid Rahman KIKI FIBRIANTO Liana, Afifah Lisa Aulia, Lisa M. A. Haris Firismanda Maharani Pertiwi Koentjoro Maulfi Syaiful Rizal Meisya Novitasari Meisya Novitasari Melati, Inka Krisma Millatuz Zakiyah, Millatuz Muhammad Hambali Muhammad Hambali, Muhammad Mumtaz, Tsabitah Zain Ndoen, Daisy Pangalila Ningtyas, Anyndia Putri Dwi Candra Novitasari, Meisya Nurcholis Sunuyeko Nurcholis Sunuyeko Nurizkya, Azhara Pinandita, Eggi Pur Praminsya, Agam Prasetyaningrum, Dian Islami Prayitno Tri Laksano Purnama, Putri Dewi Intan Putri, Zhelyta Aulia Andriani Qomariyatus Sholihah Rahmastya Putri, Wanda Ramadhan, Dede Rekyan Regasari Mardi Putri, Rekyan Regasari Mardi Retty Ratnawati Rokhyanto Rokhyanto Rosyidah, Dinda Inayatur Setyawati, Eti Setyiawati, Eti SITI KHOLIFAH Sohnui, Suhailee Sri Minarti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Suhailee Sohnui Sukmawan, Sony - Taufiq Hidayat Uyun, Dhia Al Uyun, Dhia Al- Vinahari, Dessy Kusuma Wandayani Goeyardi Warsiman Wike, Wike