Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini yang perlu distimulasi melalui kegiatan bermain yang aktif dan menyenangkan. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat digunakan adalah permainan tradisional lompat tali. Berdasarkan hasil observasi awal di TK Bina Insani Dumai, masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam menjaga keseimbangan, koordinasi gerak, serta mengikuti permainan fisik sesuai aturan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional lompat tali terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK Bina Insani Dumai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi dengan menggunakan lembar penilaian perkembangan motorik kasar anak. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji komparatif (paired sample t-test). Adapun hasil penelitian adalah pada kemampuan awal perkembangan motorik kasar anak pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberikan perlakuan berada pada kondisi yang relatif sama. Dimana nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 10,9 dan kelas kontrol sebesar 10,5. Setelah dilakukan perlakuan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan motorik kasar anak di kelas eksperimen. Adapun peningkatan nilai rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 5,9 poin (dari 10,9 menjadi 16,8), sedangkan kelas kontrol hanya mengalami peningkatan sebesar 0,7 poin (dari 10,5 menjadi 11,2). Selain itu, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional lompat tali memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan motorik kasar anak.