Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Permainan Tradisonal Lompat Tali terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini di Tk Bina Insani Dumai Junaida Junaida; Nopa Wilyanita; Nelti Rizka
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4319

Abstract

Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini yang perlu distimulasi melalui kegiatan bermain yang aktif dan menyenangkan. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat digunakan adalah permainan tradisional lompat tali. Berdasarkan hasil observasi awal di TK Bina Insani Dumai, masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam menjaga keseimbangan, koordinasi gerak, serta mengikuti permainan fisik sesuai aturan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional lompat tali terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK Bina Insani Dumai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi dengan menggunakan lembar penilaian perkembangan motorik kasar anak. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji komparatif (paired sample t-test). Adapun hasil penelitian  adalah pada kemampuan awal perkembangan motorik kasar anak pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberikan perlakuan berada pada kondisi yang relatif sama. Dimana nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 10,9 dan kelas kontrol sebesar 10,5. Setelah dilakukan perlakuan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan motorik kasar anak di kelas eksperimen. Adapun peningkatan nilai rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 5,9 poin (dari 10,9 menjadi 16,8), sedangkan kelas kontrol hanya mengalami peningkatan sebesar 0,7 poin (dari 10,5 menjadi 11,2). Selain itu, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional lompat tali memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan motorik kasar anak.
Implementasi Metode Drill Multisensori dalam Pembelajaran Iqro’ Bagi Anak Usia 5-6 Tahun di TK IT An Nur Kota Dumai Ridaini Ridaini; Nopa Wilyanita; Nelti Rizka
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.248

Abstract

Pembelajaran Iqro’ pada anak usia dini merupakan dasar penting dalam menanamkan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak usia emas perkembangan anak. Namun, pada praktiknya masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam mengenal dan melafalkan huruf hijaiyah akibat metode pembelajaran yang kurang variatif dan menarik. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia 5–6 tahun, salah satunya metode drill multisensori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi metode drill multisensori dalam pembelajaran Iqro’ bagi anak usia 5–6 tahun di TK IT An Nur Kota Dumai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru yang mengajar pembelajaran Iqro’ di TK IT An Nur Kota Dumai. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi metode drill multisensori dalam pembelajaran Iqro’ bagi anak usia 5–6 tahun di TK IT An Nur Kota Dumai telah terlaksana dengan baik. Guru melakukan perencanaan pembelajaran dengan menyiapkan media serta kegiatan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menggabungkan unsur visual, auditori, dan kinestetik melalui latihan membaca secara berulang sehingga anak terlihat lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara berkelanjutan melalui pengamatan langsung dan pencatatan perkembangan kemampuan membaca anak.
Implementasi Metode Drill Multisensori dalam Pembelajaran Iqro’ Bagi Anak Usia 5-6 Tahun di TK IT An Nur Kota Dumai Ridaini Ridaini; Nopa Wilyanita; Nelti Rizka
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.248

Abstract

Pembelajaran Iqro’ pada anak usia dini merupakan dasar penting dalam menanamkan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak usia emas perkembangan anak. Namun, pada praktiknya masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam mengenal dan melafalkan huruf hijaiyah akibat metode pembelajaran yang kurang variatif dan menarik. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia 5–6 tahun, salah satunya metode drill multisensori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi metode drill multisensori dalam pembelajaran Iqro’ bagi anak usia 5–6 tahun di TK IT An Nur Kota Dumai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru yang mengajar pembelajaran Iqro’ di TK IT An Nur Kota Dumai. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi metode drill multisensori dalam pembelajaran Iqro’ bagi anak usia 5–6 tahun di TK IT An Nur Kota Dumai telah terlaksana dengan baik. Guru melakukan perencanaan pembelajaran dengan menyiapkan media serta kegiatan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menggabungkan unsur visual, auditori, dan kinestetik melalui latihan membaca secara berulang sehingga anak terlihat lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara berkelanjutan melalui pengamatan langsung dan pencatatan perkembangan kemampuan membaca anak.
Peran Guru dalam Mengimplementasikan Profil Lulusan pada Dimensi Kemandirian Usia 5-6 Tahun di TK It Jami’atul Muslimin Dumai Hayati Aria Nova; Nopa Wilyanita; Nelti Rizka
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.173

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui peran guru mengembangkan Kemandirian anak usia 5-6 tahun berdasarkan profil lulusan di TK merupakan dimensi penting dalam profil lulusan yang perlu dikembangkan sejak usia dini. Penelitian ini mengkaji bagaimana guru di TK menjalankan perannya untuk menumbuhkan kemandirian pada anak usia 5-6 tahun, khususnya dalam konteks implementasi profil lulusan sesuai Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas, wawancara mendalam terhadap satu kepala sekolah dan lima guru kelas, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa guru menjalankan tiga peran utama: sebagai fasilitator yang merancang lingkungan dan program pembiasaan harian, sebagai pembimbing yang mendampingi anak tanpa terburu-buru memberikan bantuan, dan sebagai motivator yang memberi dorongan melalui pujian dan penghargaan. Dari pengamatan di kelas, anak-anak menunjukkan perkembangan kemandirian dalam hal inisiatif, rasa percaya diri, tanggung jawab, pengendalian emosi, serta kemampuan merawat diri. Kendala utama yang ditemukan adalah ketidakselarasan pola asuh antara rumah dan sekolah, sehingga komunikasi intensif antara guru dan orang tua menjadi sangat diperlukan
Peran Guru dalam Mengimplementasikan Profil Lulusan pada Dimensi Kemandirian Usia 5-6 Tahun di TK It Jami’atul Muslimin Dumai Hayati Aria Nova; Nopa Wilyanita; Nelti Rizka
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.173

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui peran guru mengembangkan Kemandirian anak usia 5-6 tahun berdasarkan profil lulusan di TK merupakan dimensi penting dalam profil lulusan yang perlu dikembangkan sejak usia dini. Penelitian ini mengkaji bagaimana guru di TK menjalankan perannya untuk menumbuhkan kemandirian pada anak usia 5-6 tahun, khususnya dalam konteks implementasi profil lulusan sesuai Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas, wawancara mendalam terhadap satu kepala sekolah dan lima guru kelas, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa guru menjalankan tiga peran utama: sebagai fasilitator yang merancang lingkungan dan program pembiasaan harian, sebagai pembimbing yang mendampingi anak tanpa terburu-buru memberikan bantuan, dan sebagai motivator yang memberi dorongan melalui pujian dan penghargaan. Dari pengamatan di kelas, anak-anak menunjukkan perkembangan kemandirian dalam hal inisiatif, rasa percaya diri, tanggung jawab, pengendalian emosi, serta kemampuan merawat diri. Kendala utama yang ditemukan adalah ketidakselarasan pola asuh antara rumah dan sekolah, sehingga komunikasi intensif antara guru dan orang tua menjadi sangat diperlukan
Implementation of Deep Learning and Digital Literacy to Improve the Quality of Early Childhood Education Nopa Wilyanita; Swandra Rahayu; Fikri Ramadan; Nia Yelpa
Bale Pengabdian: Journal Of Community Service (BPJCS) Vol. 2 No. 1 (2026): Bale Pengabdian: Journal of Community Service (BPJCS)
Publisher : At Taawun Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65798/bpjcs.v2i1.46

Abstract

The quality of early childhood education at Mardhatilah Kindergarten remains low due to limited use of interactive technology and insufficient teacher understanding of innovative digital media. This community service project aims to enhance teachers’ instructional quality by integrating deep learning technology and digital literacy to create more adaptive and engaging learning environments. The study employed a Participatory Action Research (PAR) approach, consisting of diagnosis, participatory planning, action, observation, and reflection. Teachers actively participated in designing AI-based learning media, including visual–auditory object recognition supported by deep learning. The findings indicate a significant improvement in teachers’ digital competencies, particularly in operating AI-assisted learning tools. This advancement contributed to increased student engagement and improved comprehension through interactive AI-generated visualizations. Furthermore, the integration of deep learning with digital literacy enabled teachers to transform conventional teaching methods into more effective and relevant practices aligned with contemporary educational demands. In conclusion, the integration of deep learning and digital literacy through PAR effectively empowers early childhood educators to develop innovative, adaptive, and high-quality learning environments. The synergy between artificial intelligence and creative pedagogy is essential for sustainably improving early childhood education standards.