Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV di SD Katolik V Tomohon Siti Khodijah Mokoagow; Jeffry S. J. Lengkong; Deysti T. Tarusu
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS melalui penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas IV SD Katolik V St. Agustinus Tomohon. Riset ini memanfaatkan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dijalankan melalui dua ronde tindakan. Pada masing-masing siklus, prosedur penelitian disusun ke dalam empat komponen utama, yaitu penyusunan rencana, implementasi tindakan, pelaksanaan pengamatan, serta kegiatan reflektif untuk menilai hasil tindakan yang telah dilakukan. Partisipan yang dilibatkan dalam kajian ini berjumlah 29 peserta didik kelas IV. Perolehan data ditempuh melalui beberapa teknik, meliputi tes untuk mengukur capaian belajar, instrumen observasi terhadap aktivitas guru dan siswa, serta pengarsipan dokumen pendukung. Sesudah itu, keseluruhan data diolah dengan mengombinasikan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan capaian pembelajaran IPAS, khususnya pada pokok bahasan bagian-bagian tumbuhan beserta fungsinya. Indikasi tersebut terlihat dari peningkatan rerata skor siswa yang semula berada pada angka 66,9 pada siklus pertama, lalu melonjak menjadi 84,1 pada siklus kedua. Perkembangan serupa juga tampak pada persentase ketuntasan belajar, yang awalnya hanya mencapai 55,1% pada siklus I, kemudian bertambah sangat signifikan hingga 96,5% pada siklus II. Kenaikan tersebut berjalan beriringan dengan semakin optimalnya partisipasi siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung, sehingga peserta didik memperlihatkan tanggapan belajar dan sikap akademik yang lebih konstruktif berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas guru maupun siswa pada dua siklus pelaksanaan. Oleh sebab itu, dapat dinyatakan bahwa penggunaan model Problem Based Learning terbukti efektif untuk mendongkrak hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Katolik V St. Agustinus Tomohon.
Peningkatan Hasil Belajar dengan menggunakan Model Artikulasi pada Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas IV SDN Lahendong Tharizza Hapsari Tatengkeng; Deitje A. Katuuk; Deysti T. Tarusu
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 3 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i3.4324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS melalui penerapan model pembelajaran artikulasi pada materi Organ Pencernaan Pada Manusia di kelas IV SD Negeri Lahendong. Penelitian ini memakai rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dijalankan melalui dua putaran tindakan. Setiap siklus tersusun atas empat fase utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Partisipan penelitian berjumlah 13 peserta didik kelas IV. Teknik pengumpulan data ditempuh melalui tes untuk mengukur hasil belajar, pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya diolah dengan memadukan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menegaskan adanya perkembangan yang nyata pada capaian belajar siswa setelah model pembelajaran artikulasi diterapkan. Rata-rata nilai peserta didik pada siklus I berada pada angka 66, kemudian meningkat menjadi 78,5 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar pun memperlihatkan lonjakan yang cukup besar, dari 53 persen pada siklus pertama menjadi 92 persen pada siklus kedua. Peningkatan tersebut ditopang oleh semakin tingginya keterlibatan siswa dalam mengungkapkan pemahaman materi secara lisan melalui proses artikulasi. Dengan demikian, model pembelajaran artikulasi dapat dinyatakan efektif dalam mendongkrak hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri Lahendong.