Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi penggunaan playdough dengan kombinasi permainan guided storytelling dalam mengembangkan motorik halus anak usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina 3 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 18 anak yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan lembar kerja anak pada tahap pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji paired t-test, dan uji gain ternormalisasi dengan bantuan program SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal anak dalam kemampuan motorik halus anak sebelum diberikan perlakuan (pretest) berada pada kategori Mulai Berkembang (MB) dan Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Setelah diberikan perlakuan berupa penggunaan playdough yang dikombinasikan dengan guided storytelling (posttest), menunjukkan mayoritas anak berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) Hasil uji statistik paired t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dengan demikian, penggunaan playdough yang dikombinasikan dengan guided storytelling berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak. Selain itu, hasil uji gain ternormalisasi sebesar 0,72 (72%) menunjukkan bahwa peningkatan yang terjadi berada pada kategori tinggi. sehingga perlakuan ini cukup efektif dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini.