Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi Penggunaan Playdough dengan Kombinasi Permainan Guided Storytelling untuk Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina 3 Pekanbaru Astrid Dwika Tamara; Daviq Chairilsyah; Novidawati Tambunan
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi penggunaan playdough dengan kombinasi permainan guided storytelling dalam mengembangkan motorik halus anak usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina 3 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 18 anak yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan lembar kerja anak pada tahap pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji paired t-test, dan uji gain ternormalisasi dengan bantuan program SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal anak dalam kemampuan motorik halus anak sebelum diberikan perlakuan (pretest) berada pada kategori Mulai Berkembang (MB) dan Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Setelah diberikan perlakuan berupa penggunaan playdough yang dikombinasikan dengan guided storytelling (posttest), menunjukkan mayoritas anak berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) Hasil uji statistik paired t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dengan demikian, penggunaan playdough yang dikombinasikan dengan guided storytelling berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak. Selain itu, hasil uji gain ternormalisasi sebesar 0,72 (72%) menunjukkan bahwa peningkatan yang terjadi berada pada kategori tinggi. sehingga perlakuan ini cukup efektif dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Tiktok terhadap Kemampuan Emosional Anak Usia Dini di TK Daniel HKBP Rumbai Eka Kristiana; Daviq Chairilsyah; Ria Novianti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.423

Abstract

Kemampuan emosional merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki pada anak dan perlu distimulasi sejak dini. Namun, masih ditemukan anak yang sering menggunakan kata-kata tidak sopan atau dengan nada marah, beberapa anak yang cenderung pendiam atau kurang dapat mengekspresikan perasaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dampak dari penggunaaan media sosial TikTok terhadap kemampuan emosional anak usia dini di TK Daniel HKBP Rumbai. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  karena sifatnya menggunakan analisis deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 61 anak usia dini. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner yang diisi oleh orang tua untuk menggambarkan kondisi anak sesuai variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial TikTok pada anak usia dini di TK Daniel HKBP Rumbai berada pada kategori “Kurang Baik” dengan persentase 51,16%. Artinya, semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial TikTok, maka kemampuan dalam mengelola emosional pada anak akan tergolong sedang hingga rendah.
Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Tiktok terhadap Kemampuan Emosional Anak Usia Dini di TK Daniel HKBP Rumbai Eka Kristiana; Daviq Chairilsyah; Ria Novianti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.423

Abstract

Kemampuan emosional merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki pada anak dan perlu distimulasi sejak dini. Namun, masih ditemukan anak yang sering menggunakan kata-kata tidak sopan atau dengan nada marah, beberapa anak yang cenderung pendiam atau kurang dapat mengekspresikan perasaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dampak dari penggunaaan media sosial TikTok terhadap kemampuan emosional anak usia dini di TK Daniel HKBP Rumbai. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  karena sifatnya menggunakan analisis deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 61 anak usia dini. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner yang diisi oleh orang tua untuk menggambarkan kondisi anak sesuai variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial TikTok pada anak usia dini di TK Daniel HKBP Rumbai berada pada kategori “Kurang Baik” dengan persentase 51,16%. Artinya, semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial TikTok, maka kemampuan dalam mengelola emosional pada anak akan tergolong sedang hingga rendah.