Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Faktor Personal terhadap Keputusan Pemilihan Jasa Ojek Online di Wilayah Banjarmasin Marhusin Marhusin; M. Nur Fajri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh faktor personal terhadap keputusan konsumen dalam memilih layanan ojek online di wilayah Banjarmasin, sebuah pasar yang didominasi oleh dinamika mobilitas perkotaan yang padat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas perilaku konsumen digital di Kalimantan Selatan, di mana keputusan pemilihan platform tidak lagi sekadar didorong oleh variabel ekonomi seperti harga, melainkan sangat dipengaruhi oleh variabel internal yang meliputi gaya hidup, kondisi finansial, serta persepsi risiko pribadi. Dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif melalui teknik wawancara mendalam dan observasi lapangan, temuan penelitian menunjukkan bahwa keputusan konsumen di Banjarmasin didominasi oleh dua prioritas personal utama: persepsi keamanan psikologis dan kebutuhan mendesak akan efisiensi waktu yang dipicu oleh rutinitas harian yang padat. Ketergantungan pada ojek online mencerminkan strategi adaptif masyarakat urban dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur transportasi publik konvensional, di mana kecepatan menjadi "mata uang" utama dalam mobilitas harian. Persepsi keamanan ditemukan bersifat berlapis, di mana penggunaan atribut lengkap oleh pengemudi berfungsi sebagai branding personal yang secara instan menurunkan ambang kecemasan pengguna. Walaupun sensitivitas harga yang tinggi ditunjukkan oleh segmen berpendapatan terbatas melalui kebiasaan membandingkan tarif, faktor kenyamanan kognitif dan keakraban terhadap antarmuka aplikasi seringkali mengesampingkan pertimbangan finansial tersebut pada kelompok pengguna reguler. Loyalitas pelanggan diperkuat oleh pengalaman positif yang konsisten, sementara validasi sosial melalui rekomendasi lingkungan terdekat berfungsi sebagai alat pengurangan risiko yang efektif sebelum mencoba platform baru. Penelitian menyimpulkan bahwa faktor personal merupakan determinan inti yang mengarahkan keputusan konsumen di pasar transportasi digital. 
Analisis Karakteristik Pribadi terhadap Kebiasaan Belanja Online pada Generasi Z Pengguna Shopee Marhusin Marhusin; Siti Maryamah; Mariyam Mariyam; Nadila Deryza Syofrin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran signifikan karakteristik pribadi dalam menentukan pola, preferensi, dan kecenderungan perilaku belanja online pada Generasi Z (Gen Z) pengguna platform Shopee. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, analisis dalam studi ini diperkuat dengan berbagai justifikasi teoritis seperti model Stimulus-Organism-Response (S-O-R), motivasi hedonis, Fear of Missing Out (FoMO), dan prinsip Social Proof. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perilaku belanja Gen Z sangat responsif terhadap stimulus eksternal berupa harga kompetitif dan program promosi agresif, yang menjadi pendorong utama aktivitas transaksi mereka. Karakteristik pribadi yang meliputi motivasi hedonis, seperti upaya self-reward atau mencari hiburan untuk mengatasi kebosanan, terbukti memicu pembelian impulsif yang tinggi. Selain itu, keputusan pembelian sangat dipengaruhi oleh Social Proof, di mana mayoritas responden memprioritaskan ulasan dan rating produk sebelum bertransaksi. Meskipun tingkat kesadaran psikologis terhadap FoMO beragam di antara responden, kemudahan akses teknologi dan frekuensi promosi harian yang terstruktur mendorong munculnya perilaku konsumtif yang berlebihan. Dampak negatif berupa pemborosan dan sifat impulsif ini diakui secara universal oleh seluruh responden. Kesimpulannya, interaksi antara karakteristik internal individu dengan fitur-fitur inovatif platform menjadikan Shopee bukan sekadar tempat belanja, melainkan ruang digital yang membentuk rutinitas harian Gen Z. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan sangat diperlukan agar kelompok ini dapat mengelola dorongan belanja secara lebih bijak dan bertanggung jawab.