Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh faktor personal terhadap keputusan konsumen dalam memilih layanan ojek online di wilayah Banjarmasin, sebuah pasar yang didominasi oleh dinamika mobilitas perkotaan yang padat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas perilaku konsumen digital di Kalimantan Selatan, di mana keputusan pemilihan platform tidak lagi sekadar didorong oleh variabel ekonomi seperti harga, melainkan sangat dipengaruhi oleh variabel internal yang meliputi gaya hidup, kondisi finansial, serta persepsi risiko pribadi. Dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif melalui teknik wawancara mendalam dan observasi lapangan, temuan penelitian menunjukkan bahwa keputusan konsumen di Banjarmasin didominasi oleh dua prioritas personal utama: persepsi keamanan psikologis dan kebutuhan mendesak akan efisiensi waktu yang dipicu oleh rutinitas harian yang padat. Ketergantungan pada ojek online mencerminkan strategi adaptif masyarakat urban dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur transportasi publik konvensional, di mana kecepatan menjadi "mata uang" utama dalam mobilitas harian. Persepsi keamanan ditemukan bersifat berlapis, di mana penggunaan atribut lengkap oleh pengemudi berfungsi sebagai branding personal yang secara instan menurunkan ambang kecemasan pengguna. Walaupun sensitivitas harga yang tinggi ditunjukkan oleh segmen berpendapatan terbatas melalui kebiasaan membandingkan tarif, faktor kenyamanan kognitif dan keakraban terhadap antarmuka aplikasi seringkali mengesampingkan pertimbangan finansial tersebut pada kelompok pengguna reguler. Loyalitas pelanggan diperkuat oleh pengalaman positif yang konsisten, sementara validasi sosial melalui rekomendasi lingkungan terdekat berfungsi sebagai alat pengurangan risiko yang efektif sebelum mencoba platform baru. Penelitian menyimpulkan bahwa faktor personal merupakan determinan inti yang mengarahkan keputusan konsumen di pasar transportasi digital.
Copyrights © 2026