Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Secara khusus, penelitian ini menganalisis: (1) pengaruh modal usaha terhadap pendapatan UMKM, (2) pengaruh lokasi usaha terhadap pendapatan UMKM, serta (3) pengaruh modal usaha dan lokasi usaha secara simultan terhadap pendapatan UMKM. Populasi penelitian adalah seluruh pelaku UMKM yang beroperasi di Pasar Parungkuda, dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden yang dipilih secara purposive. Untuk memastikan validitas model, dilakukan uji prasyarat meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda, karena mampu menjelaskan hubungan antara variabel independen (modal usaha dan lokasi usaha) dengan variabel dependen (pendapatan UMKM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Hal ini menegaskan bahwa semakin besar modal yang dimiliki, semakin tinggi pula kapasitas produksi dan peluang memperoleh keuntungan. Selain itu, lokasi usaha juga terbukti berpengaruh terhadap pendapatan. UMKM yang menempati lokasi strategis cenderung lebih mudah menarik konsumen, sehingga pendapatan meningkat. Secara simultan, modal usaha dan lokasi usaha berpengaruh positif terhadap pendapatan UMKM, yang berarti kedua faktor tersebut saling melengkapi dalam mendukung keberhasilan usaha. Temuan ini memberikan implikasi praktis bahwa pelaku UMKM perlu memperhatikan kecukupan modal serta pemilihan lokasi usaha yang tepat untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM maupun pihak terkait dalam merumuskan strategi pengembangan usaha di tingkat lokal.