Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Autentik Personal Branding “Kak Seto” di Era Disrupsi Media Rina Juliastuti
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana personal branding Kak Seto terbentuk dan dipertahankan di era disrupsi media. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disrupsi media menghadirkan tantangan tersendiri dalam proses pembentukan dan pemeliharaan personal branding seseorang. Di tengah dominasi media digital, Kak Seto memilih untuk tetap menggunakan media konvensional sebagai sarana utama dalam menyampaikan gagasan dan aktivitasnya di dunia anak. Pilihan tersebut didukung oleh peran wartawan yang mengutip pendapat Kak Seto sehingga aktivitasnya tetap terekspos melalui berbagai pemberitaan di media online. Personal branding yang terbentuk merupakan hasil dari kecintaan Kak Seto terhadap anak-anak yang diwujudkan melalui aktivitas keseharian yang dilakukan secara konsisten. Hal ini sejalan dengan citra yang terbentuk di masyarakat, yaitu citra Kak Seto sebagai sahabat anak. Dengan demikian, pembentukan personal branding melalui media konvensional di era disrupsi media menjadi sebuah keunikan tersendiri, namun tetap mampu menghasilkan personal branding yang autentik dan kuat.
PEMBERDAYAAN LITERASI DIGITAL BERBASIS PARTISIPATIF UNTUK MENGHADAPI HOAKS DAN PENIPUAN ONLINE Nadia Nur Soraya; Rina Juliastuti; Iis Mardiansyah
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 7 No. 1 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v7i1.13306

Abstract

Tingginya penetrasi internet di Indonesia belum diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai, sehingga masyarakat rentan terhadap hoaks dan penipuan online. Kelompok ibu rumah tangga menjadi sasaran utama kejahatan digital akibat intensitas penggunaan media sosial yang tinggi disertai keterbatasan keterampilan kritis dalam memverifikasi informasi. Kondisi ini menunjukkan urgensi pemberdayaan literasi digital berbasis komunitas yang partisipatif dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan warga Wadah Guyub Rukun dalam mengenali hoaks, memahami risiko penipuan digital, dan menerapkan keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi deteksi hoaks, permainan edukatif, serta evaluasi partisipatif melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 45% menjadi 88%, dengan 90% peserta mampu mengidentifikasi hoaks dan 80% mampu mengenali modus penipuan digital. Kegiatan ini berimplikasi pada terbentuknya agen literasi digital di tingkat Rukun Tetangga sebagai mekanisme difusi pengetahuan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan komunitas dalam menghadapi ancaman disinformasi di era digital..