Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Prioritas Perbaikan Kinerja Pelayanan Terminal Tipe A Klari Jawa Barat Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) Muhamad Azwar Berliana; R. Caesario Boing; Ida Ayu Savitri W; Susi Hadianah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10595

Abstract

Terminal Tipe A Klari di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatat kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) terendah di antara seluruh terminal Tipe A yang berada di bawah pengelolaan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas I Jawa Barat pada tahun 2025, dengan nilai capaian sebesar 32,93% atau hanya 27 dari 82 indikator penilaian. Kondisi kritis tersebut ditandai oleh nilai nol pada elemen keamanan, serta capaian yang sangat rendah pada elemen keselamatan (50%), kemudahan/keterjangkauan (20%), dan kesetaraan (25%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prioritas strategi perbaikan kinerja pelayanan Terminal Tipe A Klari secara terstruktur dan berbasis bukti ilmiah guna mendukung pengambilan keputusan yang efektif dan efisien. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty (1980), dipadukan dengan perangkat lunak Microsoft Excel dan aplikasi Expert Choice 11. Data primer diperoleh melalui kuesioner perbandingan berpasangan (pairwise comparison) yang diisi oleh responden ahli menggunakan purposive sampling, sementara data sekunder bersumber dari Laporan Penilaian SPM Tahun 2025. Struktur hierarki disusun berdasarkan enam kriteria utama sesuai Permenhub Nomor 40 Tahun 2015 beserta 21 sub-kriteria dan tiga alternatif strategi perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Keamanan merupakan kriteria dengan bobot prioritas tertinggi (39,9%), diikuti Keselamatan (24,1%) dan Kemudahan/Keterjangkauan (14,0%). Dari ketiga alternatif yang dianalisis, strategi Perbaikan Bertahap Berbasis Prioritas memperoleh bobot tertinggi sebesar 53,7%, mengungguli Revitalisasi Menyeluruh Terminal (28,7%) dan Kemitraan Publik-Swasta (17,6%). Uji akurasi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) menghasilkan nilai 3,82%, yang menunjukkan tingkat keakuratan analisis mencapai 96,18% dan tergolong sangat tinggi berdasarkan kriteria Lewis (1982). Strategi perbaikan bertahap dinilai paling realistis secara fiskal, tidak mengganggu operasional terminal, dan dapat diimplementasikan secara terencana sesuai kapasitas anggaran yang tersedia..
Evaluasi Kebutuhan Fasilitas Halte dan Penentuan Titik Henti Penumpang di Kota Lubuk Linggau Baskoro Adhi Kusuma; Riska Dina Meranda; Yayu Orpayani Grestia; R. Caesario Boing
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10686

Abstract

Halte angkutan umum merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung kualitas pelayanan transportasi perkotaan. Keberadaan halte yang sesuai standar teknis dapat meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan aksesibilitas penumpang serta mendukung ketertiban lalu lintas. Kota Lubuk Linggau saat ini memiliki beberapa fasilitas halte angkutan perkotaan, namun sebagian besar belum memenuhi standar teknis dan belum berada pada lokasi yang sesuai dengan pola pergerakan penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fasilitas halte eksisting, mengidentifikasi kebutuhan halte, menentukan lokasi ideal titik henti penumpang, serta memberikan usulan desain halte yang sesuai. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer berupa survei inventarisasi halte dan survei dinamis (on bus survey), serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Analisis dilakukan berdasarkan Pedoman Teknis Perekayasaan Tempat Pemberhentian Kendaraan Penumpang Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar halte belum memiliki fasilitas utama sesuai standar, seperti papan informasi trayek, rambu petunjuk, lampu penerangan, dan tempat sampah. Berdasarkan analisis distribusi frekuensi menggunakan persentil 85 diperoleh jumlah minimum penumpang sebesar 8 penumpang sebagai dasar kebutuhan halte. Terdapat tiga segmen jalan yang membutuhkan pembangunan halte baru. Berdasarkan analisis tata guna lahan dan standar jarak antar halte, diperlukan penambahan 7 halte dan 37 titik pemberhentian penumpang. Desain halte yang direkomendasikan memiliki dimensi 4 m × 2 m × 2,5 m dan dilengkapi fasilitas sesuai standar teknis.
Analisis Peningkatan Kinerja Operasional dan Pelayanan Terminal Tipe A Poris Plawad Kota Tangerang Dengan Pendekatan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) Hamdani Hamdani; R. Caesario Boing; Ni Nyoman Dian Pertiwi; Siti Nur Aisyah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11455

Abstract

Terminal Tipe A Poris Plawad Kota Tangerang merupakan salah satu simpul transportasi darat yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan maupun antarkota. Namun demikian, kondisi pelayanan dan operasional terminal masih menghadapi berbagai permasalahan seperti fasilitas utama yang belum optimal, rendahnya tingkat keselamatan dan keamanan, kurang tertatanya sirkulasi kendaraan, serta belum maksimalnya penerapan sistem pelayanan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prioritas peningkatan kinerja operasional dan pelayanan Terminal Tipe A Poris Plawad Kota Tangerang menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) serta merumuskan strategi perbaikan bertahap berbasis prioritas.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap responden ahli yang memahami operasional terminal. Kriteria penelitian terdiri atas fasilitas utama, fasilitas penunjang, fasilitas keselamatan, fasilitas keamanan, serta fasilitas aksesibilitas dan kesetaraan. Alternatif kebijakan meliputi revitalisasi fasilitas terminal, digitalisasi sistem pelayanan, dan penataan operasional serta sirkulasi kendaraan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas utama menjadi kriteria paling prioritas dengan bobot sebesar 0,419, diikuti fasilitas keselamatan sebesar 0,263 dan fasilitas penunjang sebesar 0,160. Sintesis global menunjukkan revitalisasi fasilitas terminal menjadi alternatif terbaik dengan bobot 0,633. Berdasarkan hasil tersebut, disusun strategi perbaikan bertahap dalam empat fase yang mencakup revitalisasi fasilitas utama dan keselamatan, peningkatan keamanan dan fasilitas penunjang, digitalisasi sistem pelayanan, serta pengembangan aksesibilitas dan penataan operasional terminal. Penelitian ini diharapkan menjadi rekomendasi strategis bagi pengelola terminal dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik secara bertahap, efektif, dan berkelanjutan.  
Evaluasi Kinerja Pelayanan Terminal Tipe A Sumedang Menggunakan Metode IPA dan CSI Yeyen Nolandia Umairoh; Muhammad Chairill Fajrian; Indah Angelia Rahman; R. Caesario Boing
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11547

Abstract

Terminal Tipe A Sumedang merupakan salah satu simpul transportasi darat yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat melalui penyelenggaraan pelayanan angkutan antarkota. Sebagai terminal penumpang tipe A, penyelenggaraan pelayanan wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 40 Tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan Terminal Tipe A Sumedang berdasarkan kondisi eksisting fasilitas, tingkat kepentingan dan kinerja pelayanan, serta tingkat kepuasan pengguna jasa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan serta penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Hasil observasi menunjukkan masih terdapat beberapa fasilitas yang belum memenuhi standar pelayanan, antara lain lajur pejalan kaki, informasi fasilitas keselamatan dan kesehatan, petugas keamanan, media pengaduan gangguan kriminal, informasi angkutan lanjutan, fasilitas kebersihan, dan ruang laktasi. Hasil analisis IPA menempatkan atribut-atribut tersebut pada Kuadran I sebagai prioritas utama yang memerlukan perbaikan karena memiliki tingkat kepentingan tinggi namun kinerja masih rendah. Sementara itu, hasil analisis CSI memperoleh nilai sebesar 68,56%, yang termasuk dalam kategori puas, sehingga secara umum pengguna jasa merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Meskipun demikian, peningkatan kualitas pelayanan tetap diperlukan melalui penyediaan fasilitas yang belum tersedia, peningkatan keamanan, keselamatan, kebersihan, aksesibilitas, serta penguatan sistem informasi terminal agar kualitas pelayanan semakin optimal dan sesuai dengan harapan pengguna jasa.