Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Pencegahan Acne Vulgaris di SMA Bina Siswa Cisarua Metilda Metilda; Muhamad Deri Ramadhan; Farid Rasyid Faqih; Kurnia Ramdani; Nina Anggraeni; Alya Dwi Cahyanti; Anggi Novita; Melda Amelia; Nabila Apriliana Maulani; Nazwa Sapparingga Amalia Kartika; Kartika Ghina Amelia
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1308

Abstract

Acne Vulgaris merupakan salah satu gangguan kulit yang banyak dialami oleh remaja dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak, seperti menurunnya rasa percaya diri, gangguan psikologis, serta hambatan dalam berinteraksi sosial. Edukasi kesehatan menjadi upaya yang penting untuk dilakukan karena masih banyak remaja yang belum memahami penyebab, proses terjadinya, serta cara pencegahan dan penanganan jerawat secara tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai pencegahan Acne Vulgaris di SMA Bina Siswa Cisarua. Penyuluhan diberikan kepada 43 siswa kelas X dan XI jurusan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi interaktif yang didukung dengan media leaflet serta presentasi PowerPoint. Tingkat pemahaman peserta diukur menggunakan pre-test dan post-test berbasis Google Form yang dilaksanakan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan, yang terlihat dari meningkatnya jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik pada post-test dibandingkan pre-test. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama sesi diskusi berlangsung. Penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai penyebab, jenis lesi, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan Acne Vulgaris. Oleh karena itu, pelaksanaan edukasi kesehatan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah perlu terus dilakukan sebagai strategi promotif dan preventif untuk mendukung kesehatan kulit remaja.
Kenali dan Lindungi Kesehatan Reproduksi Remaja: Edukasi Endometriosis di SMA Pasundan 7 Metilda Metilda; Theophylia Melisa Manumara; Tia Adita Febriani; Risda Nurun; Nazwa Zahira Azzahra; Aliya Sandra Tri Hapsari; Indriyani Indriyani; Suci Aulia Agustiara; Keysa Rahmatika; Sinta Bella; Nailah Wartina Azahroh; Siti Nurhasanah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/32khqq52

Abstract

Endometriosis merupakan kondisi ginekologis kronik yang ditandai oleh pertumbuhan jaringan menyerupai endometrium secara ektopik di luar kavum uteri. Penyakit ini paling sering terjadi pada perempuan usia reproduktif dan berkontribusi signifikan terhadap penurunan kualitas hidup, terutama melalui gejala nyeri dan gangguan fertilitas. Manifestasi klinis nyeri bersifat beragam, meliputi nyeri panggul kronik, dismenore, dispareunia, disuria, serta diskezia, yang kerap menimbulkan keterlambatan diagnosis. Tindakan laparoskopi masih dipandang sebagai terapi terbaik dalam menegakkan diagnosis endometriosis. Penatalaksanaan endometriosis berfokus pada kontrol gejala, pencegahan progresivitas, serta perbaikan fungsi reproduksi, namun belum dapat menjamin kesembuhan permanen. Modalitas terapi mencakup pendekatan nonfarmakologis seperti pengaturan istirahat, pemenuhan gizi seimbang, dan praktik kebersihan diri, disertai terapi farmakologis berupa pengobatan simtomatik serta terapi hormonal. Pada kondisi tertentu, tindakan pembedahan dapat dipertimbangkan sesuai indikasi klinis. Mengingat kompleksitas penyakit dan perlunya keterlibatan pasien dalam tata laksana jangka panjang, kegiatan promosi dan pendidikan kesehatan mengenai endometriosis penting dilakukan untuk meningkatkan literasi kesehatan individu dan masyarakat, mendorong perubahan perilaku, serta mendukung penerapan gaya hidup yang lebih sehat dan terkendali.
Analisis Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Ruangan Dalam Meningkatkan Kinerja Perawat Dan Mutu Pelayanan Keperawatan: Literatur Review Metilda Metilda; Elsa Agustina; Maria Magdalena D. B; Putri Rohmah A; Salu Aulia; Widya Nurhidayanti
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.7954

Abstract

The head of the room is a first-line manager who has a strategic role in managing nursing resources and ensuring the quality of nursing services. The transformational leadership style is considered effective because it is able to increase the motivation, commitment, and performance of nurses. This literature review aims to analyze the role of the head of room transformational leadership style in improving nurse performance and the quality of nursing services. The method used is literature review by examining national and international scientific articles published in the last five years through international journals and national journal portals. The results of the study show that transformational leadership is positively related to improving nurse performance, work motivation, job satisfaction, and the quality of nursing services. This leadership style also contributes to creating a conducive work environment and supporting patient safety. It can be concluded that the transformational leadership of the head of the room is an effective managerial strategy to improve nurse performance and the quality of nursing services.
Pemanfaatan Rebusan Daun Kelor sebagai Terapi Komplementer dalam Pengendalian Tekanan Darah Tinggi pada Keluarga dengan Hipertensi di Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat Metilda Metilda; Siti Jenab Septiani; Cristin Daradinanti; Dena Khaerunnissa; Irwan Juliheryana; M.Triananda Fauzan Haqiki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 9 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v9i1.412

Abstract

Hypertension is a chronic health problem commonly found in the community and may increase the risk of cardiovascular disease if not properly controlled. In addition to pharmacological treatment, family-based non-pharmacological approaches can serve as supportive strategies in blood pressure management. One herbal plant with potential benefits is Moringa oleifera, which contains various bioactive compounds. This activity aims to observe changes in blood pressure following the consumption of boiled moringa leaf water in a family member with hypertension. The activity was conducted in Ngamprah District, West Bandung Regency, in December 2025. The intervention consisted of consuming boiled moringa leaf water once daily for seven consecutive days. Blood pressure was measured before and after the intervention. The results showed a decrease in blood pressure from 160/100 mmHg to 120/85 mmHg. These findings indicate that boiled moringa leaf water may serve as a simple complementary therapy that can be applied within the family setting to support blood pressure control.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Sosial Emosional Anak di TK Al-Marhammah Tahun 2026 Angelica Natali; Tonika Tohri; Metilda Metilda; Istianah Istianah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan sosial emosional adalah salah satu aspek penting dalam proses tumbuh kembang anak, terutama anak usia prasekolah. Pada masa ini anak mencapai masa keemasan yang mulai sensitif terhadap stimulasi dan pengalaman yang didapat. Pola asuh orang tua adalah salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan ini. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial emosional anak prasekolah TK Al-Marhammah Tahun 2026. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data sampel dilakukan menggunakan total sampling dengan subjek 45 orang. Data dikumpulkan menggunakan alat ukur berupa kuesioner PSDQ dan KMME. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square dengan nilai p-value sebesar 0,001. Simpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial emosional anak usia prasekolah di TK Al-Marhammah. Sebanyak 20 responden (44,4%) mereka menetapkan pola asuh otoriter, dengan sebanyak 25 anak (55,6%) memiliki perkembangan sosial emosional tidak baik.