Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Keterlibatan Kerja, Stres Kerja, Pelatihan Dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bpjs Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota Jonathan Panjaitan; Maludin Panjaitan; Mangasa Panjaitan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh keterlibatan kerja, stres kerja, pelatihan, dan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan pada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 33 karyawan yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial keterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai thitung sebesar 2,562 > ttabel 2,048 dan nilai signifikansi 0,016 < 0,05. Stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai thitung sebesar -2,727 > ttabel 2,048 dan nilai signifikansi 0,011 < 0,05. Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai thitung sebesar 2,302 > ttabel 2,048 dan nilai signifikansi 0,029 < 0,05. Selain itu, pengembangan karir juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai thitung sebesar 4,222 > ttabel 2,048 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, keterlibatan kerja, stres kerja, pelatihan, dan pengembangan karir berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai Fhitung sebesar 15,160 > Ftabel 2,71 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai Adjusted R-Square sebesar 0,639 atau 63,9%, yang berarti variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan kinerja karyawan sebesar 63,9%, sedangkan sisanya sebesar 36,1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.