Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Praktik Penetapan Harga Buah Salak Oleh Pedagang Eceran dan Dampaknya Terhadap Harga Pasar Ditingkat Petani Dalam Perspektif Ekonomi Islam Di Desa Paya Itik Kecamatan Galang Deswita Aulia; Rusyaida Rusyaida
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7588

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketimpangan harga buah salak antara tingkat petani dan pedagang eceran di Desa Paya Itik Kecamatan Galang. Harga yang diterima petani relatif rendah, sedangkan harga jual di pasar lebih tinggi sehingga menimbulkan dugaan terjadinya penetapan harga oleh pedagang eceran. Penetapan dilakukan melalui penahanan stok buah salak selama satu hingga dua hari sebelum dijual ke pasar dengan tujuan menciptakan kesan kelangkaan agar harga meningkat. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan petani karena mereka terpaksa menjual hasil panen dengan harga murah akibat keterbatasan modal serta sifat buah salak yang mudah rusak. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik penetapan harga yang dilakukan pedagang eceran, mengetahui dampaknya terhadap harga yang diterima petani, serta meninjau praktik tersebut dalam perspektif ekonomi Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Desa Paya Itik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan petani dan pedagang eceran, observasi lapangan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi untuk memperoleh hasil yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang eceran berperan dominan dalam pembentukan harga dan terindikasi melakukan penahanan stok. Praktik penahanan stok buah salak oleh pedagang eceran di Desa Paya Itik tidak sesuai dengan prinsip ekonomi Islam. Penahanan stok dilakukan dengan tujuan menunggu kenaikan harga, sehingga pasokan di pasar menjadi berkurang sementara permintaan tetap ada. Akibatnya, harga naik secara tidak wajar, namun kenaikan tersebut tidak dinikmati oleh petani sebagai produsen utama karena hasil panen telah dijual sebelumnya.
Analisis Efektivitas Pembiayaan Musyarakah Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menegah Pada BUMNag Bersama Lemersing Mandiri Kecamatan X Koto Rahmadhini Pratama; Rusyaida Rusyaida; Yuwarman Mansur; Imamuddin Imamuddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7658

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya perbedaan pengelolaan dana oleh nasabah dalam pembiayaan musyarakah bagi Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) yang diberikan oleh BUMNag Bersama Lemersing Mandiri Kecamatan X Koto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pembiayaan musyarakah yang diberikan oleh BUMNag Bersama Lemersing Mandiri pada UMKM di Kecamatan X Koto, serta melihat kendala apa yang dihadapi BUMNag Bersama Lemersing Mandiri dalam meningkatkan UMKM di Kecamatan X koto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data yang digunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Data dalam penelitian ini adalah laporan jumlah data nasabah pembiayaan musyarakah dari tahun 2021-2025, serta data jenis UMKM yang diberikan nasabah pembiayaan musyarakah dari tahun 2021-2025, selain itu data juga dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas pembiayaan musyarakah bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada BUMNag Bersama Lemersing Mandiri Kecamatan X Koto dikatakan cukup efektif dilihat dari indikator efektivitas pembiayaan yaitu peningkatan omzet, peningkatan aset, ketepatan sasaran, dan peningkatan ketenagakerjaan. Selain itu, BUMNag Bersama Lemersing Mandiri mengalami beberapa kendala dalam meningkatkan UMKM di kecamatan X Koto yaitu dalam hal permodalan dikarenakan dana yang dimiliki bersumber dari penyertaan modal dari berbagai nagari yang ada di kecamatan X Koto dan adanya penggunaan dana pembiayaaan musyarakah yang tidak digunakan sesuai dengan perjanjian awal oleh nasabah.
Strategi Koperasi Syariah Dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan Masyarakat Melalui Pembiayaan Murabahah: Studi Kasus Pada KSPPS Al Anshari Bukittinggi Silvi Novia Adelina; Rusyaida Rusyaida; Yuwarman Mansur; Imamuddin Imamuddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Al Anshari Bukittinggi dalam meningkatkan inklusi keuangan masyarakat melalui pembiayaan murabahah. Adapun yang melatarbelakangi penulis membahas ini karena adanya beberapa permasalahan yang dihadapi oleh KSPPS Al Anshari Bukittinggi, Khusunya terkait dengan terjadinya penurunan jumlah anggota yang memperoleh pembiayaan murabahah setiap tahunya. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa KSPPS Al Anshari Bukittinggi telah menerapkan berbagai strategi dalam meningkatkan inklusi keuangan masyarakat melalui pembiayaan murabahah, antara lain pertama, memberikan kemudahan akses pembiayaan seperti prosedur yang relatif sederhana, skema angsuran yang disesuaikan dengan kondisi pendapatan anggota. Kedua, memberikan pembiayaan murabahah yang sesuai dengan inklusi keuangan seperti, membantu masyarakat mengurangi ketimpangan ekonomi, memberikan akses layanan keuangan, membantu pemberdayaan dan kesetaraan sosial. Terakhir, menyalurkan pembiayaan sesuai dengan pilar inklusi keuangan seperti, memberikan edukasi keuangan, memberikan fasilitas keuangan, memberikan perlindungan konsumen. Namun, pelaksanaanya belum sepenuhnya optimal, yang tercermin dan fluktuasi dan penurunan jumlah anggota penerima pembiayaan murabahah dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan dana promosi koperasi, serta persaingan dengan lembaga keuangan lainnya. Penguatan edukasi keuangan syariah, peningkatan kegiatan sosialisasi dan pengembangan strategi pemasaran yang lebih efektif diperlukan agar peran KSPPS Al Anshari dalam mendorong inklusi keuangan masyarakat dapat berjalan secara optimal.
Analisis Strategi Pemasaran Pembiayaan KPR Syariah pada Bank Nagari Kantor Cabang Tapus Sri Rahayu; Rusyaida Rusyaida; Yuwarman Mansur; Imamuddin Imamuddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7944

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendah dan tidak stabilnya jumlah nasabah Pembiayaan KPR Syariah di Bank Nagari Kantor Cabang Tapus dibandingkan dengan produk pembiayaan syariah lainnya, meskipun produk KPR Syariah telah tersedia sejak tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan serta kendala yang dihadapi Bank Nagari Kantor Cabang Tapus dalam memasarkan Pembiayaan KPR Syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa data jumlah nasabah pembiayaan syariah di Bank Nagari Kantor Cabang Tapus periode 2020–2024. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran Pembiayaan KPR Syariah di Bank Nagari Kantor Cabang Tapus menerapkan bauran pemasaran (marketing mix) 7P, yaitu product, price, promotion, place, people, process, dan physical evidence. Empat unsur, yaitu produk, harga, tempat, dan bukti fisik, telah diterapkan dengan baik. Namun, unsur promosi, sumber daya manusia, dan proses belum berjalan optimal. Promosi belum memanfaatkan media digital secara maksimal, jumlah sumber daya manusia masih terbatas, serta proses pengajuan pembiayaan dinilai cukup rumit. Kendala lainnya meliputi rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pembiayaan syariah, persepsi dominasi produk konvensional, kondisi sosial masyarakat, serta persaingan dengan bank syariah lain. Temuan ini mengimplikasikan perlunya penguatan strategi pemasaran dan peningkatan kualitas layanan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap KPR Syariah.