Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Tingkat Upah dan Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Mikro Kecil Sumatera Utara Briliant Kosu Raja Mora Sihombing; Nadia Vega br Sinaga; Wahyu Pamungkas Sinaga; Icha Paria Sarumpaet; Afrilia br Lumban Toruan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9430

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan penyerapan tenaga kerja pada sektor usaha mikro dan kecil di Provinsi Sumatera Utara dengan menempatkan tingkat upah minimum kabupaten/kota dan jumlah usaha mikro kecil sebagai variabel penjelas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbasis 33 kabupaten/kota. Data jumlah tenaga kerja UMK diperoleh dari hasil pendataan Sensus Ekonomi 2016 BPS, data jumlah usaha mikro dan kecil dihitung dari penjumlahan usaha mikro dan usaha kecil pada dataset sektoral Sumatera Utara tahun 2022, sedangkan data tingkat upah menggunakan UMK kabupaten/kota tahun 2026. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif dan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi memiliki nilai R sebesar 0,974, R Square sebesar 0,949, dan Adjusted R Square sebesar 0,945. Uji F menghasilkan nilai F hitung 278,244 dengan signifikansi <0,001, sehingga tingkat upah dan jumlah usaha mikro kecil secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja UMK. Secara parsial, UMK kabupaten/kota memiliki koefisien positif 0,022, tetapi tidak signifikan dengan nilai signifikansi 0,221. Sebaliknya, jumlah usaha mikro kecil memiliki koefisien positif 0,822 dan signifikan pada <0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja UMK di Sumatera Utara lebih ditentukan oleh banyaknya unit usaha dibandingkan oleh variasi tingkat upah minimum. Implikasi penelitian menekankan pentingnya penguatan jumlah dan keberlanjutan UMK sebagai strategi penciptaan kerja daerah. Pemerintah daerah perlu memprioritaskan perluasan kapasitas usaha, pendampingan legalitas, akses pembiayaan, dan penguatan pasar lokal agar pertumbuhan unit UMK dapat diikuti oleh peningkatan kesempatan kerja yang lebih merata antarkabupaten/kota. Hasil ini juga menjadi dasar evaluasi kebijakan ketenagakerjaan daerah berbasis UMK.  
Analisis Struktur, Perilaku, dan Kinerja Usaha Pertukangan Peti Jenazah UD Hosana Khairani Alawiyah Matondang; Rima Enjelita Br Ginting; Shera Adelia Br Bukit; Icha Paria Sarumpaet
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persaingan usaha yang dihadapi oleh usaha pertukangan peti jenazah UD Hosana yang berlokasi di Jalan Besar Patumbak–Delitua–Ajibaho, Kecamatan Sibiru-biru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha. Pembahasan penelitian mencakup kondisi persaingan usaha, penetapan harga, perubahan harga bahan baku, penggunaan alat dalam proses produksi, kualitas dan diferensiasi produk, pelayanan, serta strategi dalam mempertahankan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UD Hosana menghadapi persaingan terutama dalam hal harga dan kualitas dengan usaha peti jenazah lainnya di sekitar lokasi usaha. Harga peti jenazah yang ditawarkan berkisar antara Rp1.500.000 sampai Rp10.000.000, tergantung pada jenis, ukuran, bahan, dan model peti. Untuk menghadapi persaingan, UD Hosana menerapkan sistem tawar-menawar sesuai dengan kemampuan pelanggan serta menyediakan berbagai pilihan produk. Selain harga, usaha ini mempertahankan daya saing melalui penggunaan bahan yang berkualitas, kerapian pengerjaan, variasi motif, dan pelayanan tambahan berupa ambulans gratis serta pada kondisi tertentu papan bunga. Penggunaan mesin potong kayu, bor, dan alat pertukangan lainnya juga membantu meningkatkan efisiensi proses produksi. Berdasarkan pendekatan Structure-Conduct-Performance (SCP), kondisi persaingan tersebut memengaruhi strategi harga, produksi, kualitas, dan pelayanan UD Hosana. Dengan demikian, persaingan usaha tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh kualitas produk, efisiensi produksi, pelayanan, dan kemampuan mempertahankan kepercayaan pelanggan.