Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persaingan usaha yang dihadapi oleh usaha pertukangan peti jenazah UD Hosana yang berlokasi di Jalan Besar Patumbak–Delitua–Ajibaho, Kecamatan Sibiru-biru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha. Pembahasan penelitian mencakup kondisi persaingan usaha, penetapan harga, perubahan harga bahan baku, penggunaan alat dalam proses produksi, kualitas dan diferensiasi produk, pelayanan, serta strategi dalam mempertahankan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UD Hosana menghadapi persaingan terutama dalam hal harga dan kualitas dengan usaha peti jenazah lainnya di sekitar lokasi usaha. Harga peti jenazah yang ditawarkan berkisar antara Rp1.500.000 sampai Rp10.000.000, tergantung pada jenis, ukuran, bahan, dan model peti. Untuk menghadapi persaingan, UD Hosana menerapkan sistem tawar-menawar sesuai dengan kemampuan pelanggan serta menyediakan berbagai pilihan produk. Selain harga, usaha ini mempertahankan daya saing melalui penggunaan bahan yang berkualitas, kerapian pengerjaan, variasi motif, dan pelayanan tambahan berupa ambulans gratis serta pada kondisi tertentu papan bunga. Penggunaan mesin potong kayu, bor, dan alat pertukangan lainnya juga membantu meningkatkan efisiensi proses produksi. Berdasarkan pendekatan Structure-Conduct-Performance (SCP), kondisi persaingan tersebut memengaruhi strategi harga, produksi, kualitas, dan pelayanan UD Hosana. Dengan demikian, persaingan usaha tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga oleh kualitas produk, efisiensi produksi, pelayanan, dan kemampuan mempertahankan kepercayaan pelanggan.