Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Implementasi Kurikulum Katekisasi Terhadap Pembentukan Karakter Kristiani Katekisan di Jemaat GPM POKA: Penelitian Meldy Berhitu; James Fransinopik; Gricebeth Sopamena; Novita Loma Sahertian
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7658

Abstract

Pembentukan karakter Kristiani di era disrupsi memerlukan efektivitas kurikulum pendidikan gerejawi yang terstruktur. Penelitian kuantitatif survei korelasional ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh implementasi Kurikulum Katekisasi terhadap pembentukan karakter Kristiani katekisan di Jemaat GPM Poka. Populasi dan sampel penelitian mencakup seluruh katekisan yang terdaftar sebanyak 72 orang yang tersebar di 12 sektor pelayanan, dengan teknik pengambilan sampel total sampling (N=72). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dengan Skala Likert dan dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Katekisasi berada pada kategori baik (X = 39,625) dan pembentukan karakter Kristiani berada pada kategori positif (Y= 36,611). Hasil analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 13,479 + 0,584X, dengan uji signifikansi parsial menunjukkan nilai t_hitung = 9,454 p = 0,000 < 0,05. Temuan ini mengonfirmasi adanya pengaruh positif dan signifikan dari kurikulum katekisasi terhadap pembentukan karakter. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,561 menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Katekisasi memberikan kontribusi efektif sebesar 56,1% terhadap pembentukan karakter Kristiani katekisan, sementara 43,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor luar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan struktur dan materi katekisasi gerejawi merupakan instrumen strategis dalam membina karakter spiritual pemuda gereja.
STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MELALUI KEBERAGAMAN USIA ANAK SEKOLAH MINGGU JEMAAT REHOBOT MALANU SORONG Meldy Berhitu; Felani Soplanit; Susana Rarsina; Gricebeth Sopamena; Frangklin Pormes; Andarias Momot; Anna Lilipory; Meike Nenete; Novembry Patty; Claudia Sahertian; Demisius Momot; Samel Sopakua
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62396

Abstract

Pembelajaran Sekolah Minggu di Jemaat Rehobot Malanu Sorong menghadapi permasalahan keberagaman usia anak, keterbatasan tenaga pengajar, serta belum optimalnya penerapan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Kondisi tersebut menyebabkan penyampaian Firman Tuhan kurang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan, pengalaman, dan kebutuhan belajar anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan strategi pembelajaran kontekstual yang dapat mengakomodasi keberagaman usia anak Sekolah Minggu. Metode pelaksanaan meliputi survei awal melalui Zoom, persiapan, pelaksanaan kegiatan, praktik mengajar secara langsung berdasarkan jenjang usia, evaluasi, dan pelaporan. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 di Gereja Kristen Oikumene Jemaat Rehobot Malanu Sorong dengan melibatkan pengasuh, orang tua, majelis jemaat, pemuda, dan anak-anak Sekolah Minggu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengelompokan anak berdasarkan jenjang usia dan penerapan aktivitas kontekstual melalui cerita, permainan, bermain peran, menggambar, diskusi, refleksi, serta kegiatan Pohon Harapan dapat meningkatkan keterlibatan anak dan membantu mereka menghubungkan Firman Tuhan dengan pengalaman kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktis bagi pengasuh dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik usia anak. Dengan demikian, strategi pembelajaran kontekstual dapat menjadi pendekatan yang relevan untuk menciptakan pembelajaran Sekolah Minggu yang inklusif, partisipatif, dan bermakna di tengah keberagaman usia.