Studi ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan digital storytelling dalam upaya pengembangan keterampilan berbahasa siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif, yang berfokus pada analisis berbagai literatur ilmiah terkait storytelling dan digital storytelling dalam pembelajaran bahasa. Sumber data diperoleh dari jurnal nasional serta publikasi akademik yang relevan. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital storytelling memiliki efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan berbahasa siswa, meliputi kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Penggunaan media ini mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, serta kepercayaan diri siswa. Selain itu, digital storytelling memungkinkan integrasi berbagai keterampilan berbahasa dalam satu aktivitas pembelajaran yang terpadu dan bermakna. Namun demikian, dalam implementasinya masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas teknologi dan rendahnya kompetensi digital pada sebagian tenaga pendidik. Kendala tersebut dapat memengaruhi optimalisasi penggunaan digital storytelling dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, digital storytelling tetap memiliki potensi besar sebagai inovasi pembelajaran di era digital. Dengan pemanfaatan yang tepat dan dukungan sarana serta peningkatan kompetensi guru, metode ini dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berbahasa siswa sekolah dasar secara komprehensif.