Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Nilai OEE untuk Meningkatkan Produktivitas Mesin Thermoforming Cup di PT SAP Heri Cahyono; Syarah Rizkia Feriaty; Ikhsan Romli
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7893

Abstract

Perkembangan industri manufaktur menuntut perusahaan untuk menjaga efektivitas dan keandalan mesin produksi guna mencapai target produktivitas dan kualitas. PT SAP menghadapi permasalahan penurunan kinerja Mesin Thermoforming Cup yang ditunjukkan oleh nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang berada di bawah standar World Class (85%), terutama akibat tingginya downtime tidak terencana (breakdown). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai OEE aktual, mengidentifikasi jenis kerugian dominan berdasarkan Six Big Losses, menganalisis akar penyebab Breakdown Losses menggunakan Fishbone Diagram 4M1E, serta merumuskan usulan perbaikan berbasis preventive maintenance. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian Mesin Thermoforming Cup dan data operasional periode Juli–Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE sebelum perbaikan (Juli–September 2025) rata-rata sebesar 67,8%, sedangkan setelah perbaikan (Oktober–Desember 2025) meningkat menjadi 86,1% dan telah mencapai standar World Class. Analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa Breakdown Losses dan Setup & Adjust Losses merupakan kerugian dominan yang paling memengaruhi nilai availability. Akar masalah breakdown didominasi oleh faktor mesin, metode, dan manusia. Usulan perbaikan difokuskan pada penerapan preventive maintenance terstruktur dan pengendalian aktivitas operasional untuk menjaga ketersediaan mesin dan mempertahankan efektivitas produksi secara berkelanjutan. Selain itu, diperlukan adanya evaluasi berkala terhadap kinerja mesin serta peningkatan koordinasi antar bagian terkait guna memastikan implementasi perbaikan berjalan secara optimal dan konsisten.