Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dimensi Implementasi Quality Assurance Terhadap Kepuasan Pasien Di Puskesmas Jambur Lak-Lak Aceh Tenggara Fatimah Malahayati; Nur Aini; Benri Situmorang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7929

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan tingkat pertama. Implementasi Quality Assurance (QA) berperan dalam memastikan pelayanan diberikan sesuai standar serta berorientasi pada keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi Quality Assurance terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Jambur Lak-Lak Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 75 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Variabel independen meliputi standarisasi, monitoring, pelatihan, perbaikan berkelanjutan, dan keselamatan pasien, sedangkan variabel dependen adalah kepuasan pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik untuk menentukan faktor dominan yang memengaruhi kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bivariat seluruh dimensi implementasi Quality Assurance berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa keselamatan pasien merupakan variabel paling dominan dengan nilai odds ratio tertinggi. Responden yang menilai implementasi keselamatan pasien dalam kategori baik memiliki peluang lebih besar untuk merasa puas dibandingkan dengan kategori kurang baik. Disimpulkan bahwa implementasi Quality Assurance secara komprehensif berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, dengan keselamatan pasien sebagai determinan utama. Oleh karena itu, penguatan standar pelayanan, monitoring berkala, pelatihan tenaga kesehatan, serta budaya keselamatan pasien perlu diprioritaskan untuk meningkatkan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.