Abdussyukur Abdussyukur
Uin Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK GENERASI MUSLIM ETIS DI TENGAH ARUS DIGITALISASI rizqi muyasharoh; Siti Maspuah Fitrianingsih; Abdussyukur Abdussyukur
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2846

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the behavioral patterns and interactions of the Muslim generation. While technology facilitates access to Islamic information, it has also sparked an ethical crisis in the digital space. This situation underscores the importance of Islamic education as a strategic tool in shaping character grounded in moral and spiritual values. This study aims to analyze the role and strategies of Islamic education in shaping an ethical Muslim generation amidst the tide of digitalization. The method used is qualitative research with a library research approach through the analysis of various relevant scientific literature sources. The findings indicate that Islamic religious education plays a crucial role in internalizing moral values such as honesty, responsibility, and digital ethics through the integration of Islamic digital literacy, the utilization of technology based on the TPACK framework, the cultivation of digital spirituality, and the development of a curriculum responsive to contemporary developments. Furthermore, the success of these strategies is significantly influenced by the teacher’s role as a role model, as well as support from families, the community, and government policies. Thus, Islamic education functions not only as a means of knowledge transfer but also as a transformative force in shaping an adaptive, critical, and principled Muslim generation in the digital age.  ABSTRAKPerkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola perilaku dan interaksi generasi Muslim, teknologi memudahkan akses informasi keislaman, namun menimbulkan krisis etika di ruang digital. kondisi ini menegaskan pentingnya pendidikan Islam sebagai sarana strategis dalam membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan strategi pendidikan Islam dalam membentuk generasi Muslim yang etis di tengah arus digitalisasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam menginternalisasi nilai-nilai akhlak seperti kejujuran, tanggung jawab, dan etika digital melalui integrasi literasi digital Islami, pemanfaatan teknologi berbasis kerangka TPACK, pembiasaan spiritual digital, serta pengembangan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, keberhasilan strategi tersebut sangat dipengaruhi oleh peran guru sebagai teladan, serta dukungan keluarga, masyarakat, dan kebijakan pemerintah. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai kekuatan transformasi dalam membentuk generasi Muslim yang adaptif, kritis, dan berintegritas di era digital.
Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Nilai Islam dalam Pengembangan Profesionalisme Guru Abdussyukur Abdussyukur; Aiman Fikri; Nuraini Nuraini; Fakarotul Karimah; Patsun Patsun; Safril Gazali
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2625

Abstract

Human resource management (HRM) in education plays a strategic role in improving teacher professionalism as the main actor in the learning process. However, technocratic HRM practices often fail to deeply address ethical and value-based dimensions. This article aims to examine the role of Islamic values-based HRM in enhancing teacher professionalism through a literature review approach. The discussion focuses on integrating Islamic values such as trustworthiness (amanah), justice, responsibility, honesty, and sincerity into all stages of educational HRM, including planning, recruitment, competency development, performance appraisal, and career development systems. The findings indicate that Islamic values-based HRM contributes to the holistic development of teacher professionalism, encompassing not only pedagogical and professional competencies but also character building and professional ethics. Teachers are positioned not merely as professional workers, but as educators entrusted with moral and spiritual responsibilities. This approach also supports the creation of an educational work culture oriented toward quality, role modeling, and sustainability. Therefore, Islamic values-based HRM can serve as a relevant and contextual conceptual framework for strengthening teacher professionalism and improving the quality of Islamic educational institutions in response to contemporary educational challenges.ABSTRAKManajemen sumber daya manusia (SDM) dalam pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran. Namun, praktik manajemen SDM yang bersifat teknokratis sering kali belum menyentuh dimensi nilai dan etika secara mendalam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen SDM berbasis nilai Islam dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui pendekatan kajian pustaka. Fokus pembahasan diarahkan pada integrasi nilai-nilai Islam seperti amanah, keadilan, tanggung jawab, kejujuran, dan keikhlasan dalam seluruh proses manajemen SDM pendidikan, mulai dari perencanaan, rekrutmen, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, hingga sistem penghargaan dan pembinaan karier guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan manajemen SDM berbasis nilai Islam mampu membentuk profesionalisme guru secara holistik, tidak hanya pada aspek kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika profesi. Guru diposisikan tidak sekadar sebagai tenaga kerja profesional, melainkan sebagai pendidik yang mengemban amanah moral dan spiritual. Pendekatan ini juga berkontribusi dalam menciptakan budaya kerja pendidikan yang berorientasi pada kualitas, keteladanan, dan keberlanjutan. Dengan demikian, manajemen SDM berbasis nilai Islam dapat dijadikan sebagai kerangka konseptual yang relevan dan kontekstual dalam upaya peningkatan profesionalisme guru serta penguatan mutu lembaga pendidikan Islam di tengah tantangan perubahan zaman.