Siti Maspuah Fitrianingsih
UIN Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INDUSTRIALISASI PENDIDIKAN DI INDONESIA: ANTARA TUNTUTAN PASAR KERJA DAN KRISIS NILAI HUMANISTIK Siti Maspuah Fitrianingsih; Rustam Ibrahim
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2847

Abstract

Education is a fundamental human right and a means of character building and improving the quality of human resources. However, the development of globalization and industrialization has pushed education in Indonesia towards a market orientation that places greater emphasis on the needs of the workforce than on strengthening humanistic values. This study aims to analyze the phenomenon of the industrialization of education, its relationship to job market demands, and its implications for the weakening of humanistic values. The study used a qualitative approach with library research methods through a review of various scientific journals, books, and relevant academic sources. The results show that the industrialization of education has pushed educational institutions to become increasingly oriented towards market mechanisms and labor production. This condition has resulted in increased commercialization of education, unequal access to education, and the weakening of humanistic values such as justice, empathy, social responsibility, and character building. Thus, the industrialization of education not only influences the orientation of national education but also gives rise to a crisis of humanistic values that threatens the goal of education as a process of humanization. ABSTRAKPendidikan merupakan hak dasar setiap manusia sekaligus sarana pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, perkembangan globalisasi dan industrialisasi telah mendorong pendidikan di Indonesia menuju orientasi pasar yang lebih menekankan kebutuhan dunia kerja dibandingkan penguatan nilai-nilai humanistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena industrialisasi pendidikan, kaitannya dengan tuntutan pasar kerja, serta implikasinya terhadap melemahnya nilai-nilai humanistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian berbagai jurnal ilmiah, buku, dan sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industrialisasi pendidikan mendorong lembaga pendidikan semakin berorientasi pada mekanisme pasar dan produksi tenaga kerja. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya komersialisasi pendidikan, ketimpangan akses pendidikan, serta melemahnya nilai-nilai humanistik seperti keadilan, empati, tanggung jawab sosial, dan pembentukan karakter. Kesimpulannya, industrialisasi pendidikan tidak hanya memengaruhi orientasi pendidikan nasional, tetapi juga memunculkan krisis nilai humanistik yang mengancam tujuan pendidikan sebagai proses humanisasi manusia. 
STRATEGI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK GENERASI MUSLIM ETIS DI TENGAH ARUS DIGITALISASI rizqi muyasharoh; Siti Maspuah Fitrianingsih; Abdussyukur Abdussyukur
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2846

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the behavioral patterns and interactions of the Muslim generation. While technology facilitates access to Islamic information, it has also sparked an ethical crisis in the digital space. This situation underscores the importance of Islamic education as a strategic tool in shaping character grounded in moral and spiritual values. This study aims to analyze the role and strategies of Islamic education in shaping an ethical Muslim generation amidst the tide of digitalization. The method used is qualitative research with a library research approach through the analysis of various relevant scientific literature sources. The findings indicate that Islamic religious education plays a crucial role in internalizing moral values such as honesty, responsibility, and digital ethics through the integration of Islamic digital literacy, the utilization of technology based on the TPACK framework, the cultivation of digital spirituality, and the development of a curriculum responsive to contemporary developments. Furthermore, the success of these strategies is significantly influenced by the teacher’s role as a role model, as well as support from families, the community, and government policies. Thus, Islamic education functions not only as a means of knowledge transfer but also as a transformative force in shaping an adaptive, critical, and principled Muslim generation in the digital age.  ABSTRAKPerkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola perilaku dan interaksi generasi Muslim, teknologi memudahkan akses informasi keislaman, namun menimbulkan krisis etika di ruang digital. kondisi ini menegaskan pentingnya pendidikan Islam sebagai sarana strategis dalam membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan strategi pendidikan Islam dalam membentuk generasi Muslim yang etis di tengah arus digitalisasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam menginternalisasi nilai-nilai akhlak seperti kejujuran, tanggung jawab, dan etika digital melalui integrasi literasi digital Islami, pemanfaatan teknologi berbasis kerangka TPACK, pembiasaan spiritual digital, serta pengembangan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, keberhasilan strategi tersebut sangat dipengaruhi oleh peran guru sebagai teladan, serta dukungan keluarga, masyarakat, dan kebijakan pemerintah. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai kekuatan transformasi dalam membentuk generasi Muslim yang adaptif, kritis, dan berintegritas di era digital.